Habis Pileg Terbitlah Pilkada

oleh -255 views
Direktur FDB Institute Febby Dt Bangso

Oleh: Febby Dt Bangso                                  Direktur FDB Institute

PEMILU 2019 sukses membetot pikiran dan libido politik rakyat Indonesia, mulai masa kampanye hingga jelang penetapan suara nasional 22 Mei, pro-kontra kerap memenuhi laman media sosial

Begitu benarlah tingginya rasa berdemokrasi sehingga sampai ke kamar tidur pun terbawa debat perbedaan pilihan itu.

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno dihadapan jemaah tarweh di Pasaman beberapa waktu lalu memgatakan demokrasi itu adalah sikap menerima apa hasil final dari proses itu.

Siapa pun peraih suara rakyat terbanyak dari penghitungan lembaga resmi yang diberi kewenangan oleh negara maka itulah pemimpin untuk lima tahun kedepan.

By: Irwan Prayitno

Jadi kata Irwan kesampingkan lagi perbedaan pilihan kemarin masi bahu-menbahu untuk masa depan Indonesia lebih cerah lagi.

Tapi meski urat leher mulai kendor, namun jangan salah sebentar lagi menegang lagi, karena Habis Pileg Terbitlah Pilkada.

Ya.. Pilkada serentak nasional dijadwalkan September 2020, rejim Pilkada serentak ini di Sumbar ada 14 Pilkada kota dan kabupaten serta satu Pilkada Provinsi.

Belum.ditetapkan suara Pemilu 2019, para analisator politik mulai bersuara untuk kepemimpinan di Sumbar 2020. Bahkan pembicaraan itu sudah merambah sampai ke ota lapau, saling klaim hebat calon pun mulai mucul di layar media sosial.

Menurut Direktur FDB Instifut, Febby Dt Bangso politik telah menjadi kebutuhan, karena tidak ada range waktu panjang Indonesia tanpa memilih.

Beruntung Pileg dan Pilpres  serentak coba dipisah tidak terbayang bagaimana reli pemilihan di negeri ini berlangsung.

Tapi, terlepas dari itu layar Pilkada mulai terkembang diperkirakan habis Lebaran Idul Fitri, pra tahapan Pilkada segera di mulai KPU dan para calo  kepala daerah mulai bercermin diri, serta calon tim sukses kepala daerah pasti antri.

Bahkan Direktur FDB Institute Febby Dt Bangso sudah mengorat-oret siapa calon gubernur dan wakil gubenur pada Pilgub Sumbar 2020. Menurutnya kalau besok (Sabtu) Pilgub maka pasangan yang bersaing adalah

1. Riza Fahlepi – Ali Mukhni (PKS – PAN)

2. Nasrul Abit – Shadique (Gerindra)

3. Mulyadi – Hendra Rahim
(Demokrat – Golkar)

4. Irjen Pol Fahrizal – Fasli Jalal (Unand) atau Suherman, politisi PKB diusung
PDIP PKB Nasdem da. PPP.

Itu kan orat-oret prosesnya kata Febby berbelit dan melelahkan sebelum dikantong rekoemndasi Ketua Umum dan Sekjend Parpol jangan petentang-petenteng deh.

Dari analisis FDB Institute bersama founder CedaS Institute Adrian Toaik Panyalai, PKS pasti siapkan estafet kepemimpinan Irwan Prayitno di Sumbar.

Bisa ke Riza Fahlepi, walikota dua periode Payakumbuh atau Mahyeldi Ansyarullah Wako Padang juga dua periode, calon PKS ini bisa disandingkan dengan Cawagub Ketua PAN Sumbar Ali Mukhni juga Bupati dua periode di Padang Pariaman.

Riza dan Mahyledi memang pilihan sulit bagi PKS, karena kedua-duanya punya kelebihan Riza Teknorat Religi dan Mahyeldi Politisi Religius.

Selain itu keduanya punya basis elektral dan pengalaman elektoral, tapi dari tinjauan ke akar rumput Mahyeldi diuntungkan karena gestur Wako Padang ini sangat diterima oleh masyarakat Sumbar.

Ups Ali.Mukhni bisa saja Cawagub bisa saja Cagub dan Ali Mukhni juga dihadang oleh Pengurus DPP PAN Epyardi Asda, bahkan beberapa kader PAN siap bentangkan karpet merah Cagub Sumbar untuk Epyardi Asda yang sukses mengantarkan anaknya ke Senayan RI, Athari dengan perolehan suara pribadi 80 Ribu lebih.

Itu baru dua Parpol PKS dan PAN bagaimana pula Nasrul Abit, Ketua Gerindra Sumbar dan juga Wagub Sumbar, Nasrul Abit pasti tidak biarkan jalan lepang menuju BA 1 saat ini dimacetin calon lain.

Tapi perolehan kursi Gerindra yang signifikan pada Pemilu 2019, Gerindra tak butuh koalisi majukan Calon Gubenur Sumbar. Menurut Febby, Nasrul Abit tipis berpasangan dengan kader PKS karena luka Pilkada Padang lalu. Febby pada analisanya menyebut cemestry Nasrul ada pada Shadiq Pasadique.

Itu seputaran Parpol pengusung Prabowo-Sandi, untuk Parpol pengusung Jokowi-Ma’ruf di Sumbar, pasangan calon untuk Pilgub Sumbar bisa tanpa Partai Golkar yakni PDI Perjuangan (3.kursi), PKB (3 kursi) (Nasdem 3 kursi) dan PPP (3 kursi), berupaya bagaimana menang dan melihat Kapolda Sumbsr hari ini Fakhrizal sebagai gubernur dan wakilnya bisa dari Unand atau kader Parpol ada Suherman dari PKB, Alex dari PDI Perjuangan, H Endre Syaifoel atau Fauzi Bahar dari Nasdem, dan H Hariadi dari PPP sebagai Cawagub 01.

Lalu Demokrat kemana menurut FDB Institute kemungkinan Parpol besutan SBY  bisa menyambung koalisi singapore waktu 2014 terputus saat itu,  kata Febby koalisi singapore putus karena Mulyadi gagal jadi kontestan Pilgub 2014. Kalau koalisi singapore berlanjut maka Mulyadi dan Hendra Irwan Rahim (Ketua Golkar) sangat memungkinkan sekali.

Analisa berikut akan kontiniu tayang di portal ini, karena Pilkada seksi dan juga melibatkan banyak daerah dan banyak orang.(analisa)