Hadir di SMKN 1, Solok Muda Goes to School Tebar Anti Virus Radikalisme

oleh -629 views
oleh
629 views
Solok Muda Indonesia Foundation gelar dialog cegah radikalisme dan intoleran ke pelajar SMKN 1 Solok, Kamis 29/1-2024. (dok/smif)

Solok,— Menciptakan generasi penerus tanpa radikalisme dan intoleran, Solok Muda Indonesia Foundation kembali melanjutkan program Goes to School untuk Maret 2024.

Pada November 2023 sudah dilakukan juga tetap dengan tajuk Dialog Kebangsaan dalam upaya pencegahan Sikap Intoleran dan Paham Radikal, Solok Muda Indonesia Foundation (SMIF), tebar Anti virus radikalisme ke SMKN 1 Kota Solok Kamis 29/2-2024 dengan partisipasi peserta 504 orang  semuanya Siswa-Siswi XI SMKN 1 Kota Solok.

Kegiatan dilaksanakan di Aula Solok Sakato SMKN 1 Kota Solok, yang dihadiri oleh Narasumber dari Perwakilan Kadensus 88 AT Mabes Polri, Kepala Kakankemenag Kota Solok diwakili Kasi Bimas Irawadi Uska M.A. dan CEO Solok Muda Indonesia Foundation Khairul Mufaddal, S.H.

Kepala SMKN 1 Kota Solok yang diwakili Waka Humas mengapresiasi kegiatan edukasi positif yang digagas Solok Muda ini, dan bersyukur telah dikunjungi dalam Program Solok Muda Goes to School,

“Semoga Solok Muda bisa mengedukasi ini bukan hanya di SMK ini tapi seluruh SMK yang ada di Sumatera Barat,”ujarnya.

Perwakilan KaDensus 88 Mabes Polri memberikan informasi tentang penegakan hukum dan pemahaman tentang Intoleransi, Radikalisme dan Terorisme.

“Kalau kita ibaratkan pohon, maka Intoleransi itu adalah akar, radikalisme itu adalah bantang, dan terorisme adalah buahnya. Pohon ini yang kita tidak ingin biarkan tumbuh di bumi Minangkabau. Kami beruntung dengan adanya Solok Muda yang mau mengambil peran tugas menjaga keutuhan bangsa dan Negara ini.” ungkap perwakilan Kadensus.

Sebagai penguatan pemahaman tentang Moderasi Beragam, Kasi Bimas  Irawadi Uska M.A menuturkan tentang upaya yang bisa dilakukan dalam membentengi diri anak muda dari paparan pemahaman radikal dan sikap intoleran.

“Sebagai pelajar hari ini, ananda semua harus memiliki bekal pemahaman agama secara benar sesuai dengan rujukan yang sudah ditentukan dan pendapat para ulama Islam dan mendalami esensi agama agar menjadi Muslim yang bijaksana tidak hanya literasi tanpa bimbingan.”ujar Irawadi.

CEO Solok Muda Khairul Mufaddal, mendorong SMK sebagai bagian terdepan dalam memproduksi dan memuat konten edukasi tentang pencegahan intoleran untuk role model pelajar Solok dan Sumatera Barat.

“Kita tidak bisa untuk menghentikan orang-orang membangun konten negatif, satu-satunya cara yang bisa kita coba lakukan adalah dengan memproduksi lebih banyak konten positif, dan harapan itu kami lihat ada di SMKN 1 Kota Solok.” tutupnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan tanya jawab yang antusias antara pelajar SMKN 1 Kota Solok kepada Narasumber terkait masalah Intoleransi, Radikalisme dan Terorisme.

Selanjutnya diadakan deklarasi dan penandatanganan Petisi Bersama segenap Pelajar dan Civitas Akademika SMKN 1 Kota Solok berkomitmen dalam mencegah Radikalisme dan Sikap Intoleran.(rls/smif)