Hahaayy… Ada Wartawati Pada Setiap Langkah Sukses Cagub Nasrul Abit

oleh -238 views
Wartawati rapikan sarung pak NA sebelum debat Palson Pilkada Sumbar, Kamis 3/12 siang. (foto: tmc-naic)

Padang,—-Pepatah di balik pria yang sukses ada wanita yang hebat di belakangnya, nah itu kentara terasa di setiap langkah sukses Nasrul Abit ada Wartawati mengiringi dan mensupornya.

Bukan Wartawati sebutan profesi jurnalis perempuan ya, tapi Wartawati nama dari istri Bupati Pessel dua periode dan Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit.

Sukses karis Nasrul Abit sebagai pemimpin daerah selama ini ada Wartawati, istri hebat yang mendampingi dan menyemangatinya. Wartawati selalu ada saat suaminya berjuang. Jelang debat tahap kedua calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar, Wartawati juga mendampingi suaminya. Bahkan pijitan di pundak sambil rapikan sarung Nasrul Abit membuat energi Pak NA biasa Wagub Sunbar ini disapa berhasil mendominasi Debat Paslon Pilkada Sumbar seri pamungkas Kamis 3/12 kemarin.

Saat persiapan debat, ibu tiga anak itu tertangkap kamera sedang memperbaiki lipatan sarung suaminya. Di kursi tunggu itu, Nasrul Abit tampak pasrah saat Wartawati membetulkan lipatan sarung kotak-kotak merah hati yang dikalungkan di lehernya.

Wartawati mengurusi hal-hal kecil yang berdampak besar terhadap perjuangan suaminya. Hal ini mengingatkan orang terhadap istri Buya Hamka, Siti Raham binti Endah. Ada sebuah kisah menarik tentang ini. Suatu ketika, ketika berkunjung ke Makassar bersama Buya Hamka, Siti Raham diminta berpidato di podium, tetapi ia tidak pandai berpidato sehebat Buya Hamka.

Ia lalu naik podium dan mengatakan, “Saya diminta berpidato, tapi sebenarnya ibu-ibu dan bapak-bapak sendiri memaklumi bahwa saya tak pandai pidato. Saya bukan tukang pidato seperti Buya Hamka. Pekerjaan saya adalah mengurus tukang pidato dari sejak memasakkan makanan hingga menjaga kesehatannya”

“Pidato” singkat Siti Raham itu mendapat sambutan besar dari ribuan hadirin. Para penonton pun meneriakkan “Hidup Umi.. Hidup Umi!” Buya Hamka pun meneteskan air mata mendengar penuturan sederhana wanita bersahaja itu. Tangis haru dari ulama besar itu mengiringi langkah istrinya turun dari panggung. Betapa besar pengorbanan istri tercintanya dalam masa-masa perjuangannya.

Begitu juga dengan Wartawati Nasrul Abit. Ia bukan pejabat, birokrat, politikus seperti Nasrul Abit.

Pekerjaannya hanya mengurus suaminya dan anak-anaknya. Pekerjaan sebagai ibu rumah tangga itu mungkin terlihat sepele, tetapi sangat besar perannya dalam kesuksesan suami dan anak-anaknya. (*tmc-naic))