Hajjah Iriana Jokowi dan Citra Bundo Kanduang

oleh -348 views
Febby Dt Bangso (foto: dok)

Catatan:                                                            H Febby Datuk Bangso

HAJJAH Iriana atau dikenal dengan Ibu Iriana Joko Widodo adalah Ibu Negara Indonesia sejak 20 Oktober 2014 hingga kini.

Ia istri Presiden Indonesia ketujuh, Ir. H. Joko Widodo. Ia sosok yang sangat sederhana, cerdas, penyayang, keibuan, dan taat menjalankan ibadah agama Islam.

There always the tough woman behind a great man . Bahwa, selalu ada wanita tangguh di belakang pria hebat.

Mengarungi bahtera rumah tangga, kita butuh kehadiran seorang wanita pendamping hidup yang tangguh, kuat dan berkarakter. Tanpa wanita (istri) yang tangguh, mustahil kiranya seorang pria meraih puncak karir, mencapai tangga sukses kehidupan.

Iriana. Ya, Iriana. Melafaskan namanya, mengingatkan saya pada figur Bundo Kanduang di Minangkabau.

Bundo Kanduang. Ia limpapeh rumah nan gadang, amban paruik pagangan kunci, pusek jalo kumpulan tali, ,hiasan di dalam kampuang, sumarak dalam nagari. Limpapeh diambil dari sebutan nama kupu-kupu besar . Ia sering hinggap di tiang besar rumah gadang. Limpapeh rumah nan gadang merupakan perwujudan simbolis bagi perempuan Minangkabau yang menjaga garis keturunannya (matrilineal). Perempuan Minangkabau simbolik dengan limpapeh atau Kupu-kupu yang merupakan simbol keindahan.

Limpapeh pada perempuan Minangkabau menggambarkan perempuan ideal Minangkabau. Yakni; para perempuan yang mampu bersikap dan berprilaku dengan menaati aturan yang telah digariskan oleh adat dan agama. Anak gadis Minangkabau senantiasa dalam pengawasan mamak dan orangtuanya. Kelak, bila sudah dewasa, ia akan menjadi sumarak rumah nan gadang.

Iriana adalah lambang keindahan di ruang kemesraan bahtera rumah tangga. Ia benar-benar mewujudkan narasi dalam diksi “Puisi terindah itu adalah keluarga”.

Gambaran kehidupan Iriana seumpama citra Bundo Kanduang di Minangkabau. Ia berpayung pada norma. Ia berpayung pada agama. Iriana perempuan anggun dan kukuh itu mirip peran perempuan Minangkabau seperti tergambar pada sosok Bundo Kanduang.

Penafsiran kita tentang Bundo Kanduang dan menyimak sosok Iriana adalah berkesesuaian di ruang perempuan ideal. Bundo Kanduang itu teladan budi bagi perempuan Minang. Secara harfiah arti Bundo adalah ibu. Kanduang, permaknaannya ; sejati. Namun, kita pernah pula mendengar, bahwa “Bundo Kanduang” adalah pengertian dari bundo (ibu) ka anduang (nenek). Artinya, ibu yang sayang kepada anak-anaknya, dan nenek yang sayang kepada cucu serta cicit dan keturunannya.

Sosok Iriana adalah sosok ibu yang sangat perhatian kepada anak-anaknya. ia didik anak-anaknya dengan norma-norma dan nilai-nilai agama di ruang ketaatan mencapai ketaqwaan. Anak-anaknya santun. Anak-anaknya tumbuh dalam kehidupan bersahaja dan rendah hati. Ia adalah nenek yang sangat sayang pada cucunya dalam keluarga yang utuh, hangat dan mesra serta bahagia dalam kesederhanaan.

Tentang Bundo Kanduang, mari kita sibak kembali tambo. Menurut tambo adat Minangkabau, Bundo Kanduang adalah predikat yang disandangkan pada perempuan Minangkabau, baik sebagai ratu maupun sebagai ibu dari raja (ibu suri). Bundo Kanduang sosok ibu yang arif dan bijaksana dalam keanggunan bersikap serta penuh kharisma.

Iriana, ibu negara. Ia kharismatik. Ia anggun dalam kebersahajaan. Ia terpuji dalam sikap hidup yang peduli, santun, penyayang, dan tak silau oleh gemerlap emas, intan atau berlian. Kita tahu, sekalipun Jokowi adalah pengusaha meubel dan pernah menjadi walikota Solo dua periode dan Gubernur DKI, harta kekayaan Jokowi belum seberapa dibanding kekayaan Prabowo yang jumlahnya triliunan rupiah.

Berdasarkan Data Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara mencatat harta kekayaan Jokowi mencapai Rp 30,42 miliar (pelaporan 2015). Harta kekayaan calon presiden Prabowo mencapai Rp 1,77 triliun (pelaporan 2014).

Ya kembali kepada Ibu negara kita, Hajjah Iriana dan kajian penafsiran ‘sifat-sifat’ kebundokanduangan bagi perempuan Minangkabau. Bundo Kanduang itu julukan terhadap perempuang Minangkabau yang notabenenya memiliki sifat-sifat keibuan. Ia memiliki sifat kepemimpinan yang cerdas, bijaksana dan berhati mulia.

Kita mengenal Iriana dengan sosok yang sangat keibuan. ia ibu yang cerdas mendidik anak-anak, dan istri yang santun dan perhatian pada suami. Suatu kali, pernah tertangkap layar televisi ketika ujuang rambut Jokowi yang sedang berpidato, berserak karena angin. Hj, Iriana lalu memberi kode, supaya rambut sang suami dirapikan. Soal kecil saja, tak luput perhatiannya pada suami tercinta.

Iriana pantas dan patut jadi inspirasi bagi kaum bunda Indonesia . Pantas dan patut jadi inspirasi bagi para istri Indonesia.

“Bundo kanduang” disebut sebagai penerus keturunan, pewaris harta pusaka, penjaga kesejahteraan dalam masyarakat, dan pemegang kedaulatan utama. Oleh karena itu peran bundo kanduang itu banyak sekali, mulai dari memotivasi kaum, mengayomi, hingga mendistribusikan bantuan jika ada keluarga yang tidak mampu. Segala persoalan kaum dan penyelesaiannya berpulang kepada bundo kanduang. Begitulah Bundo Kanduang di ranah Minang.

Bagaimana dengan ibu negara kita, Ibu Hj Iriana?

Iriana adalah motivator bagi kaum perempuan Indonesia. Sukses Jokowi dan keberhasilan Jokowi, tak bisa dilepaskan dari peran seorang istri.Dari dukungan penuh seorang istri. Dari kasih dan sayang seorang istri.

Iriana, sosok istri hebat yang mengantarkan dan mendampingi seorang tukang kayu menjadi walikota Solo dua periode dan Gubernur DKI, dan kini Jokowi presiden kita tercinta.

Seperti Bundo Kanduang, Iriana adalah perempuan yang kuat.

Seperti Hajjah Rasuna Said, Hajjah Iriana adalah sosok perempuan yang terusik jika hak-hak kaum perempuan ditindas. Seperti Rohana Kudus, Hajjah Iriana adalah sosok perempuan yang sangat peduli pada pembangunan ruang pendidikan. Seperti Siti Manggopoh, Hajjah Iriana adalah perempuan tangguh !

Hajjah Iriana, melafaskan namamu mengingatkan saya pada nagari saya tacinto: Minangkabau ! (analisa)