Harsiarnas 2021, Afriendi Sebut Pentingnya Peran Media Penyiaran Sampaikan Informasi ke Publik

oleh -403 views
oleh
403 views
Ketua KPID Sumbar Afriendi ajak dunia penyiaran selektof sampaikan informasi ke masyarakat, Kamis 1/4-2021. (foto: dok)

Padang,— 1 April setiap tahun menjadi hari bergengsi bagi masyarakat penyiaran Indonesia. 1 April dijadikan sebagai Hari Penyiaran Nasional (Hasiarnas) dilegitimasi Presiden Joko Widodo dengan Kepres Nomor 9 tahun 2019.

Hari Penyiaran Nasional ditetapkan atas pertimbangan bahwa 1 April 1983 merupakan hari dibentuknya radio solosche radio Vereeniging (SRV) di Solo, Jawa Tengah.

SRV diprakasai oleh KGPAA Mengkunegoro VII yang melihat perlunya media pemersatu dan perjuangan bangsa.

“Artinya SRV marupakan radio pertama yang dimiliki orang Indonesia. Selain itu, pada tanggal 1 April 2010 juga telah diadakan deklarasi Hari Penyiaran Nasional oleh para pemangku kepentingan di bidang penyiaran,” ujar Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sumbar .Afriendi Sikumbang, SH, MH, Kamis 1/4-2021.

Menurut Afriendi adamya pengakuan negara terhadap dunia penyiaran tentunya media penyiaran harus selektif dalam menyampaikan informasi yang akan diberikan kepada masyarakat. Terutama di masa pandemi covid-19 ini.

“Karena salah-salah menyampaikan informasi akan berdampak besar terhadap pola fikir masnyarakat lhususnya publik Sumatera Barat,” ujar Komisioner KPID dua periode ini.

Pada awal tahun 2020 kata Metek biasa Afriendi disapa, KPID Sumatera Barat bekerja sama dengan berbagai media penyiaran untuk menyampaikan informasi seputar bahaya virus korona dan pentingnya mematuhi Protokol Kesehatan di masa pandemi ini.

“Adanya informasi seputar covid-19 bisa menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk selalu berhati-hati akan bahaya virus korona dan mengantisipasinya tetap mematuhi protokol kesehatan,” ujar Afriendi.

Afriendi menyatakan media penyiaran informasi di Sumatera Barat ini masih banyak yang harus diperbaiki seperti menayangkan informasi seputar perkembangan Sumatera Barat di jam tengah malam.

“Kami KPID selalu minta informasi Sumbar jangan ditayangkan pada waktu masyarakat oemirsa sudah tidur,” ujarnya.

Afriendi berpesan kepada masyarakat di Sumatera Barat adanya KPID kampanyekan bahaya virus covid-19.

“Sulaya masyarakat bisa lebih berhati-hati untuk berinovasi memulihkan ekonomi di masa pandemi ini,”ujar Afriendi. (fikri)