Hijrah Calon Termuda Siap Majukan Nagari Pangian

oleh -1,120 views
oleh
1,120 views
Hijrah Adi Syukrial (baju putih) calon wali nagari termuda di Pangian diarak keliling jorong sebelum mendaftar pada panitia pemilihan, Selasa 11/7. (foto: detri)
Hijrah Adi Syukrial (baju putih) calon wali nagari termuda di Pangian diarak keliling jorong sebelum mendaftar pada panitia pemilihan, Selasa 11/7. (foto: detri)

Lintau,—Siapa bilang anak muda takut bertarung di pemilihan pemimpin, banyak fenomena kemunculan anak muda sekarang ini, seperti Hijrah Adi Sukrial meski muda tak gentar bersaing merebut pucuk pimpinan di Nagari Pangian Lintau Buo Tanah Datar.

Bahkan Hijrah, yang dikenal sebagai jurnalis di Sumbar ini tak gentar bersaing dengan kalangan tua dalam pemilihan Wali Nagari Pangian, malah Selasa 11/7 dia diarak pendukingnya keliling nagari sembari menyapa konstituen dan mensosialisasikan programnya sekaligus mendaftar ke panitia pemilihan Wali Nagari Pangian.

Kalau anak muda yang maju, maka cara kreatif dna inovatof pun muncul terlihat pada proses pendaftaran Hijrah terasa sangat berbeda dengan calon-calon lainnya.

Lihat saja tadi pagi, sebelum pencalonan, Hijrah dijemput oleh puluhan pemuda dan masyarakat Nagari Pangian ke rumahnya, yaitu rumah kaum Dt Rajo Putih di Jorong Kotogadang, Nagari Pangian.

Selanjutnya Hijrah diarak keliling nagari oleh para pendukungnya. Setelah keliling seluruh jorong, akhirnya Hijrah diantarkan ke Sekretariat Panitia Pilwanag di Kantor Wali Nagari Pangian.

Hijrah Adi Sukrial mendaftar didampingi Ketua Pemuda Pangian, Arfianto Dt Tan Kayo Hijrah disambut oleh panitia Pilwanag.

“Saatnya Hijrah, saatnya yang muda-muda memimpin Nagari Pangian. Mari kita berjuang bersama,” ujar pendukung Hijrah setelah Hijrah resmi mendaftar.

Arfianto Dt Tan Kayo mengatakan, pemuda Pangian sudah lama menginginkan adanya calon wali nagari dari kaum muda. Sebab, pemuda merasa saat ini butuh gebrakan besar untuk membuat Pangian bisa sejajar dengan nagari nagari lain di Sumbar.

“Pangian sudah capek menjadi nagari yang jauh disebut maju, Pangian butuh revolusi pemimpin untuk melebihi kemajuan nagari lain di Sumbar,”ujarnya.

Erus terang kata Arfianto, Hijrah maju tidak kemauan pribadi, tapi diminta oleh anak muda Pangiandan

“Anak muda sebagai paga nagari sebenarnya  sudah lama meminta Hijrah bersedia mencalonkan diri. Sebab, Hijrah dinilai sudah memiliki kontribusi nyata untuk kampung halaman. Profesinya sebagai wartawan membuatnya memiliki jaringan yang luas yang bisa dimanfaatkan untuk kemajuan nagari,” ujarnya.

Detri pemuda lainnya mengatakan, meski tidak tinggal di kampung, Hijrah selalu berusaha berkontribusi untuk kampung halaman. Saat ada orang sakit tak ada biaya, saat ada anak nagari masuk kuliah tak ada biaya, saat ada sawah kekeringan tak bisa berproduksi, Hijrah selalu jadi garda terdepan menggalang bantuan kepada siapa saja yang dianggap Hijrah mau.

“Sifat empati itu adalah modal utama untuk jadi pemimpin yang baik. Hijrah peduli, visioner, santun, dan memiliki jaringan yang luas,” ujar Detri.

Meski awalnya tidak bersedia dengan berbagai alasan, namun setelah shalat istikharah, minta pendapat istri, keluarga besar, Hijrah akhirnya bersedia mencalonkan diri.

Usai pendaftaran, Hijrah menyatakan bahwa bahwa dia hadir menjadi calon untuk memenuhi ekspektasi pemuda dan tokoh masyarakat.

“Saya terharu ketika pemuda membujuk istri saya agar mengizinkan saya mencalonkan diri, menemui keluarga besar saya, beriuran mencetak spanduk untuk saya. Ini beban berat yang harus dibayar dengan kerja keras,” ujar Hijrah.

Ups jangan salah maji tidak sekedar maju dna mendaftar, Hijrah pun menyiapkan progran komprehensif untuk mengangkatbderjat Nagari Pangian.

Terkait program unggulan, Hijrah mengatakan dia akan fokus pada pertanian, pendidikan dan pemberdayaan masyarakat. Jika tiga program ini jalan, nenurutnya Pangian akan maju dan sejahtera.

Saat ini katanya petani Pangian terkendala bercocok tanam karena banyak sawah yang kekeringan karena masalah irigasi, banyak sawah tadah hujan.

“Ini program prioritas,” ujar Hijrah.

Menurut Hijrah petani di Pangian masih bertani dengan biaya produksi tinggi sementara hasil minim. Saat ini rata-rata satu hektare hanya menghasilkan dua ton, sementara di Jawa sudah mencapai 6 ton dalam satu hektare.

“Harus ada sentuhan teknologi untuk membuat produksi petani bisa tinggi, minimal bisa emapt ton lah. Ini saya dapatkan dari hasil diskusi dengan petani,” jelas Pembina Ikatan Pemuda Pelajar Lintau Buo (IPPLB) Kota Padang itu.

Terkait pendidikan, Hijrah mengatakan akan fokus menciptakan anak-anak berprestasi dan mencarikan jalan agar anak-anak ini nantinya mendapatkan jalur untuk menyalurkan potensi yang mereka miliki.

“Jika sekarang target anak Pangian kuliah di Unand, ke depan harus berani memasang target UI, ITB, UGM. Jika jadi Polisi atau anggota TNI harus berani memasang target jadi perwira. Jalannya adalah dengan membina anak Pangian sejak dini,” ujar pendiri Pustaka Nagari Pangian ini.

Selain pembinaan, reward harus diberikan kepada anak-anak berprestasi. Tokoh-tokoh menginspirasi harus sering dibawa ke Pangian, lalu salah satu jalan membentuk SDM unggul adalah dengan membesarkan rumah tahfizh yang sudah ada saat ini.

“Saat ini banyak program seleksi masuk perguruan tinggi negeri melalui jalur Hafiz Quran, masuk Polisi juga begitu. Ini peluang yang harus kita manfaatkan,” ujar Hijrah.

Sedangkan terkait pemberdayaan masyarakat, menurutnya pemuda dan ibu-ibu harus diberikan modal berupa pelatihan usaha kreatif, beserta modal dasar, pembinaan hingga pemasaran.

“Dari 50 yang kita bina, 10 persen saja berhasil sudah ada lima orang yang bisa membantu ekonomi keluarga,” ujarnya.

Terkait adanya keraguan terhadap dirinya karena masih muda, Hijrah mengatakan, masyarakat bisa melihat data peraih penghargaan wali nagari berprestasi di Sumbar. Rata-rata umurnya dibawah 40 tahun.

“Apabila masa muda mampu merubah nagari, beranjak dewasa akan mampu merubah kabupaten atau kota, dan terus mengembangkan perubahan hingga ke skala yang lebih besar. Nagari maju akan membentuk kecamatan maju, kecamatan maju akan menciptakan kabupaten maju dan kabupaten-kabupaten maju akan membentuk provinsi yang maju pula,”ujarnya. (relise)