Ada Hikmah di Balik Musibah Corona , Ini Skenerio Allah SWT

oleh -385 views
Sutan Riska pastikan Coronavirus adalah skenerio Allah, Minggu 24/5 (foto: foto: dok)

Dharmasraya,—-Setiap oramg beragama terutama ummat Islam menyatakan pandemi global Covid-19  adalah musibah yang diturunkan Allah kepada manusia di muka bumi ini.

Dan ummat muslim pun diajarkan pemahaman bahwa Allah SWT tidak akan menurunkan musibah selain untuk menguji iman dan takwa ummat penyembahnya.

“Insya Allah dibalik musibah wabah corona ini pasti ada hikmah yang digariskan Allah SWT kepada kita semua,” Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Karajaan pada pesan Ied Mubarak 1441 H, Minggu 24/5.

Sutan Riska juga mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriyah, Minal Aidzin Wal Faidzin Mohon maaf Lahir dan Bathin  pada ninik mamak, cadiak pandai, Forkompinda, anak kemenakan dan masyarakat Kabupaten Dharmasraya.

“Kita masih di suasana pandemi Covid-19, tapi tetap seberat apa pun musibah ini tidak akan menghilangkan kekhuskan kita beribadah baik ramadhan amupun merayakan kembali ke fitrah hari ini. Ada hikmah peringatan Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriyah di tengah wabah Pandemik Covid-19 di Kabupaten Dharmasraya,”ujar Sutan Riska.

Bupati termuda di Sumbar ini mengimbau masyarakat Dharmasraya tetap menjaga diri dan keluarganya dari wabah Covid-19 dengan tetap bertahan di rumah, menjaga jarak serta pakai masker jika harus ke luar rumah.

“Kita semua percaya apa pun yang terjadi di dunia ini adalah sekenario Allah, Allah tidak akan menguji hambanya di luar batas kemampuannya. Wabah Corona memaksa kita untuk berdiam diri dalam sejenak, akankah kita akan lolos dalam ujian ini? Kalau kita lihat dari sisi negatif membahas situasi ini tidak akan ada habisnya, mulai dari menurunnya ekonomi, ibadah jamaah terganggu, bahkan silaturahmi disaat idul fitri pun berkurang,”ujar Sutan Riska.

Tetapi kalau dilihat dari hikmah dan nilai positif akibat wabah ini, kata Sutan Riska banyak yang dapat di petik dari skenario Allah turunkan ini, waktu yang panjang di rumah dapat meningkatkan nilai ibadah dengan khusuk mendekatkan diri kepada Allah.

Bahkan sebagian masyarakat waktu yang panjang di rumah dimanfaatkan untuk meningkatkan ketrampilan dengan memanfaatkan dunia digital untuk memperbaiki ekonomi keluarga.

“Kita percaya dengan semangat dan berdoa kepada Allah kita dapat melewati ujian wabah pandemik covid-19 ini dengan menjaga jarak (sosial distancing), rajin mencuci tangan dan menjaga kebersihan diri, dan apabila keluar harus menggunakan masker dan kegiatan ini harus kita lakukan dengan bergotong royong, yang kaya membantu yang miskin, yang sehat menjaga diri, dan yang sakit harus kita isolasi, kalau ikhtiar ini sudah kita lakukan seterusnya kita serahkan kepada Ilahi,” ujar Sutan Riska.

Selain itu Bupati yang selalu menekankan bahwa pasien Covid-19 tidak aib dan mereka saudara yang harus disuppor untuk pulih.

”Saya juga berdoa kepada Allah untuk petugas medis sebagai garda terdepan penangan wabah ini dan seluruh masyarakat agar selalu diberikan sesuatu terbaik oleh Allah, dengan harapan semoga Allah segera melenyapkan wabah pandemik Covid-19 hilang dari muka bumi dan masyarakat dapat beraktivitas dengan tenang kembali,”Bupati Termuda di Indonesia ini. (ms/adi)