Hj Nevi di Banggar DPR RI Serukan Pemerintah Pusat Tuntaskan Koneksi Jalan Tol. Sumbar-Pekanbaru

oleh -11 views
Pada Rapat Kerja Banggar DPR RI, Hj Nevi Zuairina mint pemeritnah pusat tuntaskan pengerjaan tol di Sumatra Barat. (dok)

Jakarta — Progres Jalan Tol Sumbar yang menyambung dengan Jalan Tol Pekanbaru, untuk pembangunan di Sumbarnya berjalan seperti siput. Satu pun segmen jalan  tol di Sumbar belum satu  pun tuntas.

Anggota DPR RI Fraksi PKS yang kini duduk di Badan Anggaran, Nevi Zuairina saat rapat kerja Badan Anggaran DPR RI  dengan Menteri Keuangan, Menteri PPN/Kepala Bappenas, dan Gubernur Bank Indonesia, menyuarakan aspirasi masyarakat Sumatera Barat dan Pekanbaru agar proses pengerjaan tol Padang-Pekanbaru sebelumnya sempat terhenti hampir 1 tahun segera dilanjutkan.

“Proses pengerjaan tol yang terhenti hampir satu tahun ini akan segera dilanjutkan pada Agustus 2022 ini. Saya meminta pada pemerintah pusat untuk segera menyelesaikan jalan tol Padang-Pekanbaru, karena akan berdampak pada peningkatan ekonomi di dua provinsi tersebut,”tutur Nevi rilise diterima media ini Selasa 28/6-2022.

Politisi PKS ini membeberkan, bahwa terkait kendala lahan penyebab lambatnya pengerjaan tol di Sumbar, kekinian sudah banyak dalam tahap penyelesaian.

Kondisi saat ini, dari 1.485 bidang tanah yang harus dibebaskan sebanyak 920 bidang atau 61,95 persen telah selesai. Sementara, lanjut Nevi, untuk 38,05 persen masih dalam proses di antaranya penyelesaian administrasi dan menunggu waktu, karena tidak ada kendala lagi.

“Jadi tolong dukungan dari pemerintah untuk akselerasi penyelesaian tol tersebut”, seru Nevi  di rapat kerja Banggar DPR RO itu.

Legislator Sumatera Barat II yang Anggota Komisi VI DPR RI ini menguraikan, proses pengerjaan Proyek jalan tol Padang-Pekanbaru Seksi 1 Padang-Sicincin mesti berlanjut Agustus 2022 mendatang. Pengerjaan fisik untuk ruas tol sepanjang 37 Km sampai sekarang progres konstruksi lebih kurang baru sekitar 45%.

“Saya mewakili masyarakat Sumatra Barat meminta pada pemerintah pusat untuk segera menyelesaikan jalan tol Padang-Pekanbaru ini. Persoalan tol ini perlu dukungan dan dorongan pemerintah pusat untuk menyelesaikannya agar geliat ekonomi pasca pandemi yang menggoyah masyarakat selama dua tahun dapat di netralisir,”ujar Hj Nevi.

Kata Hj Nevi Zuairina jalan tol Padang-Pekanbaru merupakan bagian dari ruas tol Trans Sumatra dengan total panjang 244 kilometer, yang terbagi atas 6 seksi yang akan mengurangi kesenjangan ekonomi masyarakat di sekitar pesisir.

“Untuk itu, dukungan pemerintah untuk lakukan akselerasi penyelesaian tol ini menjadi kunci utama penyelesaiannya,” ujar Hj Nevi Zuairina.