Horeeee, Mendes Eko Pastikan Gaji PLD Naik

oleh
Sosialisasi Pengunaan Dana Desa dan sosialisasi Permendesa No 16 thn 2018 di laksanakan di provinsi Lampung. Menteri Desa Pembangunuan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo sosialisasikan di hadapan ratusan pendamping desa se-Provinsi Lampung 3/2 (foto: dody/ kemendesapdtt)

Lampung,—Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo memastikan akan menaikkan gaji Pendamping Lokal Desa (PLD) tahun 2019.

Kenaikan tersebut kata Medes Eko merupakan permintaan Presiden RI Joko Widodo, karena menilai gaji PLD terlalu minim.

“Kenaikan tidak terlalu besar. Ini masih dalam proses administrasi di Dirjen PDTT terkait kenaikan gaji PLD. Insya Allah, Bulan Februari atau Maret, gaji PLD sudah naik,”ujar Eko Putro Sandjojo saat memberikan arahan pada Sosialisasi Permendesa nomor 16 tahun 2018 dan peningkatan kapasitas pendamping profesional desa Provinsi Lampung 2019 di Hotel Horison Lampung pada Minggu 3/1.

Menurutnya, pemberian kenaikan gaji PLD itu adalah sebuah penghargaan bagi PLD yang telah bekerja keras mendampingi dalam pengelolaan dana desa menjadi lebih baik dan pembangunan desa terus mengalami kemajuan yang pesat.

“Berkat pendampingan dan berkat kerja keras dari pendamping desa penyerapan dana desa terus neningkat. Apalagi, tingkat kepuasan masyarakat terhadap program dana desa berdasarkan survei sebesar 85 persen. Itu semua adalah kerja keras semua pihak terutama para pendamping desa,” katanya.

Hal yang sangat membanggakan lagi, lanjut Eko, capaian dana desa ternyata selama empat tahun telah mampu menunjukkan hasil terbaiknya dengan telah terbangunnya sarana dan prasarana penunjang aktifitas ekonomi masyarakat.

Ini kata Eko sukses dana desa selama, membangun 1.140.378 meter jembatan, jalan desa 191.600 kilo meter, pasar desa  sebanyak 8.983 unit, kegiatan BUMDesa sebanyak 37.830 unit, embung desa sebanyak 4.175 unit, sarana irigasi sebanyak 58.931 unit serta sarana-prasarana penunjang lainnya.

Selain itu, dana desa juga telah turut membangun sarana prasarana penunjang kualitas hidup masyarakat desa melalui pembangunan 959.569 unit sarana air bersih, 240.587 unit MCK, 9.692 unit Polindes, 50.854 unit PAUD, 24.820 unit Posyandu, serta drainase 29.557.922.

Kalau melihat dana kata Eko Putro Sandjojo selama 4 tahun telah terjadi penurunan angka kemiskinan, penurunan angka stunting dari 37 persen menjadi 30 persen, peningkatan pendapatan perkapita hampir 50 persen, pembukaan lapangan kerja melalui program Padat Karya Tunai (PKT), BUMDes, desa wisata, angka pengangguran di desa turun daripada di kota dan Gini ratio di desa terus meningkat.

“Jadi, telah banyak keberhasilan yang dicapai dari dana desa. Sekali lagi, saya terima kasih kepada pendamping desa yang telah turut menjadi salah satu garda terdepan dalam membangun desa,”ujarnya.

Eko berpesan kepada seluruh pendamping desa di Lampung dalam hal prioritas penggunaan dana desa 2019 untuk diarahkan untuk pengembangan pemberdayaan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat desa pembangunan infrastruktur di desa dinilai sudah cukup.

“Yang paling cepat dalam hal pembangunan ekonomi desa adalah di sektor pariwisata. Tolong dipush menjadi desa-desa wisata. saya yakin, karena lampung itu potensinya besar untuk dapat meningkatkan perekonomiannya. Selain itu, bagi desa yang sudah punya ide tapi penggunaan dane desanya sudah mentok, juga bisa ikut program prukades. Karena Prukades bisa memajukan perekonomian desa dan pendapatan masyarakat desa,”ujarnya. (rilis: humker/kdpdtt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *