Isu Krisis Demokrasi, Teddy Alfonso Dukung Partisipasi Tokoh Umat dan Bangsa

oleh -194 views
oleh
194 views
Teddy Alfonso sikapi geliat kritisi yang masive jelang Pemilu 2024, Kamis 8/2-2024. (dok)

Padang — Indonesia  lagi tidak baik baik saja, itu terus menggelinding bak bola salju apalagi kalangan akademisi dan mahasiswa sudah berteriak pula terkait demokrasi kekinian.

Tokoh masyarakat Sumatera Barat (Sumbar) yang juga calon legislatif DPR RI dari daerah pemilihan (Dapil I) Sumbar, Teddy Alfonso, mengapresiasi partisipasi tokoh-tokoh ulama dan umat dalam menyuarakan keprihatinan terhadap kondisi demokrasi saat ini.

“Dalam situasi yang menantang ini, partisipasi aktif dari tokoh-tokoh ulama dan umat merupakan cerminan dari semangat kebangsaan dan cinta terhadap negara,” ungkap Teddy Alfonso, Kamis 8/2-2024 saat dijumpai wartawan.

Menurutnya, keterlibatan aktif berbagai elemen masyarakat, termasuk tokoh agama, adalah langkah positif dalam menjaga keutuhan dan kesejahteraan bangsa.

Ini disampaikan Teddy dalam menanggapi situasi terkini, dengan berbagai kalangan yang terus bersuara terkait krisis demokrasi Indonesia menjelang Pemilu 2024.

Diketahui, 14 kelompok anggota Lembaga Persahabatan Organisasi massa Islam (LPOI) bersama ulamanya mengungkapkan kekhawatiran terhadap kondisi ketimpangan, pelanggaran konstitusi, dan ketidaknetralan penyelenggara negara.

Dalam pernyataan mereka, LPOI, yang terdiri dari organisasi seperti Al Washliyah, Al Irsyad, Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI), dan Lajnah Tanfidziyah Syarikat Islam Indonesia, menegaskan pentingnya menjaga nilai-nilai demokrasi, mewujudkan pemerataan ekonomi, menghentikan ketidaknetralan, serta menjaga keutuhan nasional.

Teddy juga menyorot upaya pembagian bantuan sosial dan bantuan pangan yang dianggap memiliki muatan politis menjelang Pemilu 2024. Menurutnya, hal ini dapat mengganggu proses demokrasi yang sehat dan mengancam keadilan sosial di Indonesia.

Di sisi lain, Dewan Masjid Indonesia (DMI) juga mengeluarkan seruan agar pemilu berlangsung secara bersih dan damai. Seruan tersebut mendapat dukungan luas dari berbagai kalangan masyarakat, termasuk tokoh-tokoh agama dan umat Islam di seluruh Indonesia.

“Pembiaran terhadap kondisi ini akan berdampak sistemik terhadap masa depan demokrasi dan keadilan sosial di Indonesia. Oleh karena itu, partisipasi aktif dan pengawasan dari berbagai pihak sangat penting, demi integritas dan transparansi Pemilu 2024, serta keberlangsungan demokrasi di Indonesia,” pungkasnya.(cm/adr)