“Jangan Abaikan Pembangunan Kab Solok karena komunikasi Bupati yang Buruk” 

oleh -1,878 views
oleh
1,878 views
Soal komunikasi bupati, Bachtul kirim surat terbuka ke Prabowo dan Mahyeldi. (dok/google)

Surat Terbuka untuk Bapak Prabowo dan Gubernur Sumbar Bapak Mahyeldi .

Si Pengirim:  Bachtul

YANG terhormat bapak Prabowo dan bapak Mahyeldi..

Sengaja saya membuat surat terbuka ini, karena khawatir Kabupaten Solok tidak dapat dukungan Pembangunan dari pemerintah pusat melalui APBN maupun dari Pemerintah Propinsi melalui APBD Propinsi.

Kabupaten Solok bukanlah kabupaten yang kaya dibanding kabupaten lain di Indonesia . Baik dilihat dari PAD nya maupun dari APBD nya.

Sebagian besar APBD nya tersedot untuk belanja pegawai dan belanja rutin. Sehingga hanya menyisakan sedikit saja belanja Modal untuk Pembangunan.

Dengan kondisi APBD dan PAD yg serba terbatas tersebut, maka mau tidak mau, Kabupaten Solok butuh dukungan APBN dan APBD Provinsi untuk pembangunan demi kesejahteraan masyarakatnya.

Tanpa dukungan APBN dan APBD Propinsi, maka  Solok akan kesulitan melaksanakan urusan wajib dan urusan pilihannya.

Sebut saja urusan infrastruktur, seperti irigasi dan jalan, air bersih dan lain-lain. Banyak ruas jalan di kabupaten Solok yang saat ini rusak, baik jalan desa maupun jalan kabupaten.

Tapi ada juga beberapa yang bagus, khususnya jalan Menuju Bukit Chinangkiak dan Jalan Bukit Cambai yg merupakan jalan menuju objek wisata milik keluarga Bupati. Dan juga beberapa ruas jalan yang lain, seperti jalan Tabek Dangka dan Jalan Pinang Sinawa.

Saya yakin pak Prabowo dan pak Mahyeldi tidak familiar dengan dua ruas jalan yg saya sebut terakhir, hehehe.

Yang terhormat bapak Prabowo dan bapak Mahyeldi….

Kami masyarakat Solok memang tak kuasa menutupi buruknya komunikas Bupati kami, baik komunikasi verbalnya maupun komunikasi politiknya. Karena buruknya komunikasi Bupati kami sangat Viral di media sosial.

Dalam komunikasi verbal tersebar luas di media sosial, beliau bicara penuh emosi, marah marah dan membentak bentak menggunakan kata kata kasar kalau tak mau disebut kata kata kotor dan lain sebagainya.

Namun yang paling meresahkan kami adalah buruk nya komunikasi politik dan pesan politik beliau kepada pemimpin pemerintahan yang lebih tinggi, baik kepada pribadi maupun sebagai pemegang jabatan

Diantara bentuk komunikasi dan pesan politik yg buruk kepada Gubernur Sumbar dan pribadi adalah :

1. Hampir tidak pernah menghadiri rapat koordinasi kepala daerah kabupaten/kota se Sumatra Barat yg diadakan oleh pemerintah Propinsi atau Gubernur.

2.Patut diduga jarang mengirimkan pejabat kabupaten Solok untuk memenuhi undangan pemerintah Propinsi dalam rangka kegiatan pemerintahan.

3.Walinagari seperti ketakutan dan patut diduga dilarang menyambut dan mendampingi Gubernur ketika Gubernur melakukan kunjungan kerja ke setiap Nagari di Kabupaten Solok.

Pada bulan Februari 2024 ini saja, dua kali Gubernur melakukan kunjungan kerja di Nagari atau Kampung saya Guguk kecamatan Gunung Talang. Untuk meresmikan pasar komunitas dan meninjau irigasi yang runtuh. Tapi wali nagari takut untuk mendampingi dan menghadiri acara Gubernur tersebut.

3. Bupati Solok pada suatu kesempatan meninjau pabrik Aqua di Nagari Batang Barus. Tanpa alasan dan sebab yang jelas, dengan lantang dan terkesan arogan ,mengatakan di depan khalayak ramai serta viral di media sosial. “Akan Mengusir Gubernur kalau berani datang dan berkunjung ke Kabupaten Solok”.

Sementara bentuk komunikasi dan pesan politik yang buruk yang disampaikan kepada bapak Prabowo yg diprediksi (berdasar quick count) akan menjadi Presiden Indonesia masa jabatan 2024-2029 adalah :

1. Menolak bantuan kemanusiaan yang diberikan bapak Prabowo kepada kabupaten Solok dalam bentuk mobil ambulance.

Padahal 18 kabupaten/Kota yang lain di Sumatra Barat menerima dengan baik bantuan kemanusiaan dari bapak Prabowo tersebut.

Sementara itu kabupaten Solok saat ini masih kekurangan ambulance untuk pelayanan kesehatan masyarakat.

2.Mempersulit izin pemakaian tempat untuk kampanye calon Presiden Prabowo Gibran di Kabupaten Solok yg disebut juga Konser Prabowo Gibran.

Izin akhirnya baru diberikan setelah petinggi partai Gerindra menelpon petinggi partai PAN di Jakarta.

4.Tersebar kabar di tengah masyarakat kabupaten Solok, bahwa Bupati Solok mengatakan dan menyatakan telah menelpon ketua umum DPP PAN. Bahwa Epyardi Asda akan mundur dari PAN , kalau PAN mencalonkan Prabowo dalam Pilpres 2024.

Dan ternyata memang PAN mencalonkan Prabowo, dan ternyata Epyardi dan keluarga tak berani mundur dari PAN. Namun kabar ancaman mundur bupati tersebut, terlanjur sampai kepada para petinggi partai Gerindra.

4.kader partai PAN ternyata memang tidak menghadiri undangan panitia ketika bapak Prabowo berkunjung ke Sumbar dalam rangka bertemu dengan seluruh partai pengusung di Sumatra Barat.

Sementara seluruh partai pengusung yang lain menghadirkan kadernya dalam kampanye bapak Prabowo tersebut.

Bukan tidak mungkin dan patut diduga ketidakhadiran kader PAN dalam kampanye bapak Prabowo berhubungan dengan sikap pribadi Bupati Solok Epyardi Asda terhadap pencalonan bapak Prabowo sebagai Presiden.

Yang terhormat bapak Prabowo dan bapak Mahyeldi, bentuk-bentuk Komunikasi dan pesan politik seperti di atas sudah kita ketahui bersama.

Dan komunikasi yang buruk tersebut tentu tidak hanya akan berdampak kepada diri Pribadi bupati sendiri.

Tapi tentu juga akan berdampak kepada kucuran APBN dan APBD Propinsi untuk mendukung pembangunan Kabupaten Solok.

Karena APBN dan APBD propinsi tidak akan mengucur begitu saja seperti curah hujan dari langit ke Kabupaten Solok.

Tapi kucuran APBN dan APBD Propinsi harus diawali dengan usulan yang dikomunikasikan dengan baik dan cermat. Serta dilengkapi data data.

Untuk setiap usulan dari daerah, agar bisa dipahami, diterima dan disetujui tentu butuh komunikasi yang baik bahkan amat baik.

Betapapun baik nya sebuah usulan, jika tidak dikomunikasikan dengan baik. Maka akan berbuah kesia-siaan belaka .

Teori komunikasi mengatakan “cara menyampaikan pesan sama pentingnya dengan pesan itu sendiri”.

Atau dalam kata lain Komunikasi yang baik itu amatlah penting.

Dengan komunikasi yang buruk, apalagi kalau komunikasi yang buruk tersebut sampai menyinggung perasaan pribadi Pemangku kepentingan di tingkat Propinsi dan Pusat, tentu akan berdampak bagi daerah dan seluruh masyarakat Kab Solok.

Maka melalui surat terbuka ini, saya sebagai putra Kabupaten Solok meminta kepada Bapak Prabowo Subianto jika bapak memang ditetapkan sebagai Presiden nanti dan kepada bapak Mahyeldi sebagai Gubernur Sumatra Barat saat ini, yaitu:

Agar jangan Komunikasi dan pesan politik yang buruk yang disampaikan Bupati kami, membuat dukungan pembangunan dari Pemerintah pusat dan Pemerintah Propinsi melemah kepada kabupaten dan masyarakat Kabupaten Solok.

Di lain pihak saya juga yakin bahwa masyarakat Kabupaten Solok juga akan Pro aktif untuk mendorong bupati saat ini untuk memperbaiki Komunikasinya .Dan tentu juga masyarakat kedepannya akan berpikir untuk mensyaratkan Bupati selanjutnya adalah Pribadi yang mampu berkomunikasi dengan baik.

Baik ke bawah, ke samping sesama pemerintah Kabupaten/Kota maupun ke atas atau ke jajaran pemerintah Propinsi dan pemerintah pusat.

Dan komunikasi Verbal serta komunikasi politik yang buruk dari Bupati saat ini.

Tentu akan menjadi catatan tersendiri dengan huruf tebal bagi masyarakat kabupaten Solok. Dan dijadikan pertimbangan pertimbangan penting untuk masa yang akan datang.

Apalagi masyarakat Kabupaten Solok adalah masyarakat yang cerdas dan Arif. Serta tidak melupakan pituah nenek moyang , “Maminteh Sabalun Anyuik”

Demikian saya sampaikan kepada Bapak Prabowo dan kepada Bapak Mahyeldi.

Jangan Abaikan Pembangunan Kabupaten karena komunikasi dan pesan politik yang buruk dari pribadi Bupati Kami.

Terakhir, kepada Bapak Prabowo. Jika nanti bulan Oktober 2024 Bapak diambil sumpah sebagai Presiden Republik Indonesia. (Maaf tidak bermaksud mendahului penetapan KPU).

Maka saya sebagai bagian dari masyarakat Kabupaten Solok.

Mohon Flyover Sitinjau Lawik, yang telah dengan gigih diperjuangkan Andre Rosiade dipercepat pembangunan dan penyelesaiannya.

Akhir kata saya ucapkan terimakasih kepada Bapak berdua.

Dibuat di Arosuka Kabupaten Solok 1 Maret 2024. (analisa)