Jangan Lupa dengan Sejarah

oleh
Ketua PW Pemuda Muhammadiyah Sumbar Muhayatul Chaniago (foto: dok)
Muhayatul

Oleh :                                                   Muhayatul                                                   Ketua PW. Pemuda Muhammadiyah SUMBAR

BANGSA yang besar adalah bangsa yang tidak pernah melupakan sejarah bangsanya sendiri” ungkapan ini pernah di sampaikan oleh Bung Karno. Negara Kesatuan Repuplik Indonesia (NKRI) adalah bangsa yang besar dan memiliki banyak sejarah.

Mulai dari zaman sebelum kemerdekaan hingga sekarang, di mana masyarakat Indonesia menikmati kemerdekaan dengan gaya dan caranya masing-masing sesuai kondisi kehidupan yang beragam. Sebagai generasi penerus bangsa kita harus tahu sejarah perjuangan bangsa ini, baik sejarah merebut kemerdekaan dalam melawan penjajah mau pun sejarah bangsa dalam menumpas gerakan separatis yang akan menghancurkan kedaulatan NKRI ini.

September adalah bulan bersejarah bagi bangsa Indonesia, di mana pada bulan ini terjadi peristiwa besar yang hampir saja meruntuhkan kedaulatan NKRI, yang di kenal dengan Gerakan 30 September/ Partai Komunis Indonesia yang disingkat dengan G 30 S/PKI. Dalam sejarahnya kita ketahui bahwa Peristiwa itu terjadi pada tanggal 30 September 1965.

Ini merupakan sejarah kelam bangsa Indonesia, akibat kekejaman PKI ini tujuh perwira tinggi militer pada saat itu disiksa dan dibunuh. Sebagai bentuk penghargaan kepada tujuh jenderal itu maka mereka dianugrahkan gelar pahlawan Revolusi.

Banyak di antara generasi sekarang yang tidak tahu lagi dengan sejarah bangsanya sendiri, jadi untuk menumbuh kembangkan rasa cinta tanah air, rasa memiliki dan untuk mengenang jasa para pahlawan dipandang perlu generasi penerus bangsa bahkan wajib tahu dengan sejarah bangsanya dan jangan sampai lupa dengan sejarah.

Berkaitan dengan pro-kontra nonton bareng film pemberontakan G 30 S/PKI, menurut saya tidak perlu menjadi perdebatan panjang dan menjadi pemasalahan besar sehingga menghabiskan energi dan munculnya berbagai alasan untuk mempertahankan agar film G 30 S/PKI tidak lagi ditonton oleh masyarakat Indonesia.

Generasi bangsa ini harus tahu dengan sejarah bangsanya. Bagi saya pointnya adalah bahwa peristiwa pemberontakan G 30 S/ PKI itu benar-benar ada dan peristiwa ini terjadi dalam sejarah bangsa Indonesia. Fakta nya adalah ada pembunuhan terhadap jenderal-jenderal dan ada upaya kudeta ketika itu. Lalu persoalan apakah naskah dan alur film G 30 S/PKI yang ada sekarang sesuai atau tidak sesuai dengan sejarah yang sebenarnya? Wallahu A’lam Bishawab.

Saya selaku ketua Pemuda Muhammadiyah Sumatera Barat mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemerintah agar mau membuka diri, berdiskusi secara baik dan elok agar fakta sejarah terungkap sehingga tidak ada sejarah bangsa ini yang terlupakan.

Terlepaslah sejarah itu pahit atau pun manis bagi bangsa ini. Mari kita lestarikan sejarah dan jaga persatuan dan kesatuan bangsa jangan sampai terjadi perpecahan antar sesama anak bangsa agar bangsa kita menjadi bangsa yang benar-benar besar.(analisis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *