Jenderal Andika Marah, Bos King of the King Dalam Masalah Besar

oleh -873 views
oleh
873 views
Kasad bersama Panglima TNI di Magelang Jawa Tengah, Jumat 7/2 (foto: dok)

Jawa Tengah,—Aduh, ternyata pendiri kerajaan King of The King Dony Pedro anggota TNI, Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa, kecolongan dan marah besar.

“Saya kecolongan ada prajuritnya menipu warga masyarakat dengan embel-embel atas nama kerajaan,”ujar Jenderal TNI Andika Perkasa, Jumat 7/2.

Siapa betul Dony Pedro yang bikin KSAD Jenderal Andika Perkasa kecolongan?

Jenderal Andika Perkasa tak bisa menyembunyikan kegeramannya saat tahu ada anggota TNI AD terlibat dugaan penipuan melalui kerja.

Kepala Staf TNI Angkatan Darat ( KSAD ) Jenderal Andika Prakasa baru saja merah Legion of Merit dari Ameraka Serikat ini mengaku kecolongan saat mengetahui bahwa Dony Pedro adalah anggota TNI aktif.

“Kami juga baru tahu, kami merasa juga kecolongan, tapi itu tanggung jawab saya,” kata Jenderal Andika Perkasa sekaligus eks Komandan Paspampres kepada wartawan seusai menghadiri peresmian patung Soekarno di Kompleks Akmil, Magelang, Jawa Tengah.

Jenderal Andika Perkasa mengungkapkan, Dony Pedro merupakan perwira berpangkat letnan satu yang bertugas di Pusat Persenjataan Infanteri di Bandung.

Dony Pedro juga telah ditahan sejak 31 Januari 2020 di Polisi Militer Kodam III/Siliwangi Bandung.

“Sudah kita tahan sambil melakukan proses hukum, tidak akan kita lepas,” kata menantu tokoh intelijen dan militer AM Hendropriyono tersebut.

Tindak Pidana Penipuan

Jenderal Andika Perkasa menyatakan, dari hasil investigasi oleh TNI, kasus ini mengarah pada tindak pidana penipuan.
Pihaknya juga menelusuri keterlibatan pengikutnya yang diduga dari kalangan sipil.

“Kami kawal bener sehingga proses hukum ini dalam hal penegakan KUHP militer itu benar-benar memberikan rasa keadilan kepada korban-korban penipuan,” tutur Jenderal Andika Perkasa.

Ia mengaku, adanya kasus ini menjadi sebuah evaluasi bagi satuannya. Pihaknya berharap agar masyarakat tidak segan memberikan infomasi terkait personelnya yang menyimpang dari hukum dan norma.

“Ya, ini satu evaluasi seperti saya bilang tadi, kami kecolongan dan kami pasti akan terus memperbaiki. Justru info-info dari masyarakat ini, kita butuhkan sehingga kita bisa tahu lebih dini jangan sampai terlanjur bablas seperti Letnan Satu D,” katanya.

Kepolisian akan tetap melanjutkan penanganan kasus dugaan penipuan kerajaan fiktif King of The King.
Seperti diketahui, Dony Pedro yang diklaim sebagai pemimpin King of The King merupakan anggota TNI aktif dan sedang menjalani proses hukum melalui pengadilan militer.

“Iya tetap berlanjut,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono di Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis 6/2

Namun, Argo mengatakan, Dony Pedro berstatus sebagai saksi dalam kasus yang ditangani oleh kepolisian.
Sedangkan proses hukum Dony Pedro sebagai tersangka akan ditangani oleh pihak TNI.

“Kalau di polisi saksi, tapi yang menangani tersangka kan TNI, di POM,” ujar dia.

Kendati demikian, polisi mengaku akan berkoordinasi dengan TNI bila membutuhkan keterangan Dony Pedro.

Sebelumnya, Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispen AD) Brigjen Candra Wijaya menuturkan, Dony Pedro tengah menjalani proses hukum melalui pengadilan militer atas dugaan tindak pidana penipuan.
Menurut Candra, Dony Pedro sudah mulai menjalani proses hukum sejak Jumat 31/1.

“Yang bersangkutan sudah mulai menjalani proses hukum sejak tanggal 31 Januari 2020 di Pomdam III/Siliwangi karena diduga telah melakukan tindak pidana penipuan,” kata Candra, Rabu 5/2.

Proses hukum melalui pengadilan militer dilakukan karena Dony merupakan anggota TNI aktif.

Candra menuturkan, Dony Pedro berpangkat letnan satu dan berdinas di Pusat Kesenjataan Infanteri (Pussenif) TNI AD di Bandung.

“Benar bahwa Saudara Dony Pedro anggota TNI aktif, pangkat letnan satu, berdinas di Pussenif,” kata Candra.(***)