JOKOWI, KERETA API DAN JALAN TOL

oleh

Oleh :                                                            ISA KURNIAWAN                        Koordinator Komunitas Pemerhati Sumbar (Kapas)

PERESMIAN Kereta Api (KA) ke Bandara Internasional Minangkabau (BIM) menjadi satu dari beberapa agenda Presiden Jokowi ke Sumbar, Senin 21/5 ini.

Masih ingat warga Sumbar, saat Februari kemaren di puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) Jokowi berkunjung ke Sumbar, sekarang baru tiga bulan sudah datang lagi. Jarang ada provinsi lain di Indonesia yang dikunjungi secara beruntun dalam waktu berdekatan.

Tahap awal sekarang ini, ada tiga daerah di Indonesia yang diprioritaskan pembangunan jalur KA ke bandaranya, yakni Soekarno – Hatta (Banten), BIM (Sumbar) dan satu lagi Adi Soemarno (Jawa Tengah). Ketiganya sudah siap. Begitu tingginya perhatian pemerintah pusat terhadap infrastruktur trasportasi KA ke bandara di daerah, dan beruntung Sumbar termasuk salah satunya. Masyarakat Sumbar tentunya harus berterima kasih kepada Jokowi.

Tapi saya menilai KA ke BIM ini urgensinya belum terlalu mendesak. Mari sama-sama kita buktikan ke depan, apakah proyek ini efektif atau tidak?

Pertama karena keadaan lalu lintas Padang tidak sama kondisinya dengan Jakarta atau kota besar lainnya yang sangat padat. Kedua, jalur KA dari Simpang Haru ke BIM rentan terjadinya kecelakaan, sebab jalur tersebut sangat terbuka dan melintasi perumahan yang sudah ramai. Untuk KA reguler ke Pariaman saja sudah sering terjadi kecelakaan, apalagi ditambah frekuensinya dengan KA bandara.

Seharusnya KA ke Sawahlunto yang dihidupkan kembali, jalur rel yang sudah ada itu direvitalisasi kembali untuk KA wisata maupun umum. Sama seperti KA wisata ke Pariaman, diyakini jalur ke Sawahlunto akan meningkatkan antusias wisatawan ke Sawahlunto, maupun Danau Singkarak.

KA wisata ini akan membuka kembali semua kenangan melintasnya KA di Lembah Anai, Danau Singkarak dan Sawahlunto sendiri sebagai kota tambang yang tidak bisa dilepaskan dari sejarah perkereta-apian di Indonesia.

Dalam kunjungan kerja kali ini, mudah-mudahan saja Pak Jokowi sekalian memonitor/melihat perkembangan pembangunan jalan Tol Padang-Pekanbaru yang telah diground-breaking pada Februari lalu. Seperti biasanya, Jokowi selalu melihat kembali proyek-proyek strategis yang telah dimulainya, agar tidak “ditipu” oleh bawahannya. Biasanya setelah dilakukan peletakan batu pertama, sering proyek jalan di tempat karena tidak diawasi.

Kemudian dengan Jokowi melihat kembali proyek jalan Tol Padang -Pekanbaru itu akan menumbuhkan kepercayaan masyarakat bahwa memang benar proyek tersebut akan berjalan sebagaimana mestinya. Di mana tahap awal adalah segmen Padang – Sicincin. Sampai sekarang masih banyak keragu-raguan dari masyarakat Sumbar, apakah proyek jalan tol ini jadi atau tidak? (analisa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *