Kala Toaik Panggil Fadly dengan Bro Wali

oleh
Dialog keterbukaan informasi asyik, ketika Adrian (kanan) sapa Walikota Padang Panjang Fadly Amran (tengah) dengan Bro Wali, Sabtu 17/11 di rumah dinas Wako. (foto: dok)

Ngobrol Keterbukaan jadi Asyik

SUASANA dialog keterbukaan informasi publik di rumah dinas walikota Padang Panjang Minggu 17/11 siang asyik.

Bahkan komisioner KI Sumbar Adrian Tuswandi biasa dipanggil dengan Toaik, santai aja memanggil Fadly dengan sebutan Bro Wali.

“Saya dulu panggil Pak Wako dengan bro ketua karena ketua KNPI, tapi sekarnag setelah dilantik jadi walikota spontan dan terasa enak aja, saya panggil beliau dengan bro walikota,”ujar Adrian membuat dialog cair karena diselingi gelak tawa.

Kata Adrian Itulah enaknya kalau pemimpin daerah anak muda, sehingga panggilan bro justru makin menambah asyik dialog.

Fadly Amran untuk jajaran Wako di Sumbar adalah anak muda tapi jangan heran meski muda usia, soal pengalaman dan pendidikannya tak diragukan lagi

Bro Fadly tamatan sekolah Amerika, lalu sarat pengalaman organisasi ini modal bagi Bro Fadly menjadi rissing start di Padang Panjang

“Terbukti tak perlu panjang lebar menjelaskan, bro Fadly langsung menangkap esensi dari UU 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik,”ujar Toaik.

“Saya kira terbuka semuanya, ee tahu UU justru memberi proteksi ke badan publik untuk pengelolaan informasi publik, kalau terbuka semuanya secara pribadi saya siap sekali,”ujar Fadly menimpali.

Menurut Adrian keterbukaan informasi publik kalau dipahami apalagi pemimpinnya punya komitmen itu bukanlah momok (menakutkan,red) bagi badan publik.

“Justru memberikan nilai tambah terkait kepercayaan dan partisipasi publik, ada informasi wajib tersedia setiap saat, berkala, wajib diumumkan serta merta dan informasi dikecualikan. Dan bro wali hanya tinggal menetapkan regulasi dan SOP serta mengawasi PPID Utama apa bekerja sesuai semangat UU atau tidak,”ujar Adrian.

Kalau ini dilakukan, Padang Panjang sebagai kota terbuka informasi publik, KI Sumbar optimis terujud segera.

“Tidak lama-lama bang toaik (sapa Fadly kepada adrian), 2019 harus terealisasi di kota ini mohon KI Sumbar men-supervisi kami,”ujar Fadly.

Bahkan bagi Fadly selama kepemimpinannya, dia tak mau berlimpah penghargaan.

“Kami butuh penghargaan tapi kalau tidak dirasakan manfaatnya oleh rakyat buat apa banyak penghargaan, biar kami berinovasi sesuai ketentuan tapi manfaatnya langsung dirasakan masyarakat kota ini,”ujar Fadly yang meretas APBD Padang Panjang 2019 pertama sekali alokasikan 20 persen untuk anggaran pendidika. (rilis: ppid/kisb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *