Kamis Malam Empat Jorong di Solsel Dihantam Banjir Bandang

oleh -518 views
Banjir Bandang terjang empat jorong di Solok Selatan, 183 rumah warga hanyut. (foto: dok)
Banjir Bandang terjang empat jorong di Solok Selatan, 134 rumah warga hanyut. (foto: dok)

Padang—-Empat Jorong di Kabupaten Solok Selatan (Solsel) di terjang banjir bandang, Kamis malam kemarin, sedikitnya 134 rumah hanyut dan 500 jiwa warga tidur seadanya.

Banjir bandang dipicu intensitas hujan yang tinggi, air juga membawa lumpur dan material lain yang menyebabkan rumah warga hanyut.

 

Banjir bandang di Jorong Bancah Anak Lolo, Batang Lolo Atas, Batu Kulambai dan Batang Lolo. Beberapa rumah masyarakat dipenuhi dengan air dan lumpur hingga mencapai ketinggian 75 cm.

Meski tidak ada korban jiwa tapi sekitar 43 kepala keluarga terpaksa mengungsi ke rumah saudara yabng tidak terkena banjir.

Data sementara tercatat di Jorong Bancah Anak Lolo 56 KK (218 jiwa) terdampak, 46 unit rumah rusak (12 rusak berat, 6 rusak sedang, 28 rusak ringan), Jorong Batang Lolo Atas 62 KK (224 jiwa) terdampak, 59 unit rumah rusak (11 rusak berat, 48 rusak ringan), Jorong Batu Kulambai 41 KK (126 jiwa) terdampak, 32 rumah rusak (19 rusak berat, 13 ruska ringan) dan Jorong Batang Lolo 1 KK (3 jiwa) terdampak, dan 1 unit rumah rusak ringan. Kelompok rentan yang terdampak tercatat sebanyak 17 jiwa lansia, 25 balita dan 1 jiwa

BPBD Kabupaten Solok Selatan bersama BPBD Provinsi Sumatera Barat, TNI, Polri, Basarnas, PMI, Tagana, SKPD dan relawan melakukan penanganan darurat.

“Evakuasi warga dilakukan saat banjir bandang terjadi,”ujar Mardi warga menceritakan Jumat 15/9 sore kepada media ini.

Ssmentara Bupati Solok Selatan Muzni Zakaria telah menetapkan masa tanggap darurat selama tujuh hari dari 15-22 September 2017.

“Atas peristiwa banjir bandang di empat jorong malam tadi, kita sudah tetapkan masa tanggap darurat selama tujuh hari,”ujar Muzni.

Bahkan pihak BPBD dan  TNI/Polri maupun PMI sudah mendirikan Posko Tanggap Darurat dan Dapur Umum.

Sementara itu BPD sendiri telah menyalurkan bantuan berupa selimut dan makanan siap saji.

Menurut Mardi sejak Jumat siang air sudah susut, kini warga membutuhkan alat berat untuk membersihkan lumpur, dan membuka akses jalan yang tertutup material, selain itu juga peralatan mesin pemotong kayu.

Sampai sore pihak BPBD belum bisa menghitung kerugian akibat banjir bandang.

BPBD Solsel masih melakukan pendataan yang pasti warga korban membutuhkan pamakaian, peralatan sekolah dan keperluan rumah tangga lain. (romel/rilis)