Kampung KB Koto Katik Sasaran Studi Tiru, Apasih Hebatnya?

oleh -190 views
Inilah Rumah DataKU Kampung KB Koto.Katik nan jadi sasaran studi tiru daerah lain.(foto;. dok/max)

Padang Panjang,—Kampung KB sudah menjamur ada di Indonesia termasuk di Sumatera Barat, tapi kok Kampung KB Koto Katik Padang Panjang jadi magnit studi tiru bagi daerah lain baik di Sumbar mapun daerah provinsj tetanga.

Bahkan Kota Padang juga menyasar Koto Katik, meski Padang memiliki Kampung KB Percontohan Provinsi Sumatera Barat di Berok, Gunung Panggilun, Kota Padang tetap belajar ke Kampung KB Koto Katik, Kota Padang Panjang.

Apasih hebatnya, dan kok bisa Koto Katik jadi sasaran studi tiru, ternyata ada lebih di Kampung KB Koto Katik, yaitu memenuhi rasa ingin tahu banyak orang.

Benar, para penstudi tiru itu ingin mendapatkan informasi mengenai pengelolaan Rumah Data Kependudukan (Rumah DataKU) di Kampung KB Percontohan Kota Padang Panjang itu.

Sebanyak 11 orang rombongan koordinator PKB/PLKB seluruh kecamatan di Kota Padang, dipimpin Kasi Pembinaan Kesertaan Ber-KB Dinas P3A PPKB, Misnawati tadi siang melakukan study tiru ke Rumah DataKU Koto Katik. Rombongan ini disambut Kabid PPKB Dinas Sosial PPKB PPPA Kota Padang Panjang, Erma Suryani, Lurah Koto Katik, Syafriman Thaib, Koordinator PKB/PLKB Padang Panjang Timur sekaligus PKB Pembina Koto Katik, Maryulis Max, beserta pengurus Pokja Kampung KB dan pengurus Rumah DataKU.

Yosef Oktabaren, PKB yang membina Kampung KB Berok, dengan jujur menyebutkan tujuan kunjungan rombongan mereka bukanlah study banding, tapi studi tiru.

Hal ini tak terlepas dikarenakan prestasi yang sudah ditorehkan Kampung KB Koto Katik di tingkat nasional serta pengelolaan Rumah DataKU-nya yang kini sedang viral.

“Kami ingin tahu banyak hal, terutama tentang pengelolaan, pendanaan, termasuk bagaimana mengadvokasi lintas sektoral untuk melakukan intervensi kegiatan di kampung ini,” ucap mantan ketua umum DPD Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana (IPeKB) Sumbar itu, Jumat 6/9.

Menanggapi itu, Maryulis Max memberikan penjelasan panjang lebar. Dikatakannya, untuk pengelolaan didasari adanya komitmen dan kebersamaan seluruh elemen di Koto Katik dan dukungan dari Pemko Padang Panjang serta Perwakilan BKKBN Sumbar. Sehingga memudahkan dalam menjalankan program KKBPK di Rumah DataKU tersebut.

“Dengan adanya komitmen dan kebersamaan itu, masalah pendanaan menjadi masalah geleng. Ada dana kas Kampung KB yang berasal dari donasi banyak pihak serta bantuan APBD dan dana BOKB. Dan dengan komitmen dan kebersamaan pula, kami lancar-lancar saja dalam mengadvokasi OPD lintas sektoral untuk melakukan intervensi kegiatan di sini,” paparnya.

Disebutkan Ketua DPC IPeKB Kota Padang Panjang itu, terkait Rumah DataKU yang kini viral, dikonsep sedemikian rupa sehingga tidak hanya semata sebagai pusat basis data kemasyarakatan Koto Katik yang memajang display data, dokumentasi dan ekspose kegiatan. Tapi juga dilakukan inovasi menjadikannya sebagai ruang ramah kegiatan bersama (Rumah KB).

“Di Rumah KB ini seluruh kegiatan kemasyarakatan dipusatkan. Mulai dari kegiatan rutin Posyandu balita, Posyandu lansia, Posbindu PTM, PIK-R, PKH, UPPKS, hingga kegiatan organisasi kemasyarakatan seperti LPM, FKPM, Forum Kelurahan Sehat, TP-PKK dan sebagainya. Tidak hanya pagi, siang dan sore, malam pun ada kegiatan, yaitu pelatihan pasambahan untuk kaum pria setiap senin malam dan kamis malam,” ungkapnya.

Di samping itu, tambah Max, di Rumah DataKU juga dibuka taman bacaan masyarakat (TBM) yang skopnya lebih luas dari sekadar Pojok Kependudukan yang dimiliki beberapa Kampung KB di daerah lain.

“TBM yang kami beri nama TBM Sahalai Lapiak ini dikelola anak-anak PIK R. Sehingga mereka memiliki kegiatan rutin dan belajar di Rumah DataKU ini. Ke depan, kita sedang menunggu realisasi pemasangan WiFi di rumah ini sebagai fasilitas tambahan untuk mereka,” tukasnya.

Bahkan soal paparan informasi publik di Rumah DataKU, terpampang dengan mudah dimengerti siapa saja melihatnya.

“Saat masuk di Rumah DataKU, kita bisa tahu data kependudukan di Koto Katik, di sana teroampa data apa saja tentang penduduk di koto Katik itu,”ujar Ketua Komisi Informasi Sumbar Adrian Tuswandi beberapa waktu lalu sempat ke Koto Katik.(*rilis: rumahdataku)