Kapolda Sumbar ‘Hajar’ Wartawan

oleh -718 views
oleh
718 views
Kadis Kebudayaan Sumbar Taufik Efendi menjadi pencetak gol satu-satunya PWI pada laga dengan Polda Sumbar dengan skor telak 5-1 untuk PS Polda, Sabtu 20/5 di GOR H Agus Salim Padang. (foto: heranof)

*Laga Tawa Hari Kebangkitan Nasional*

Kadis Kebudayaan Sumbar Taufik Efendi (kiri) menjadi pencetak gol satu-satunya PWI pada laga dengan Polda Sumbar dengan skor telak 5-1 untuk PS Polda, Sabtu 20/5 di GOR H Agus Salim Padang. (foto: heranof)

Padang,—Kapolda Sumbar Brigjend Pol Fakhrizal tak mengasih ampun wartawan tergabung di PWI.

Fakhrizal yang bertindak sebagai kapten kesebelasan Polda Sumbar memang menjadi key player saat menggebuk kesebelasan PWI Sumbar dikomandoi Nofi Sastra, pada Liga Tawa petingatan Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei sekaligus memeriahkan Final Minangkabau Cup 2017, Sabtu sore di GOR H Agus Salim, dengan skor telak 5-1.

Kesebelasan Polda Sumbar mengusai permainan, PS PWI Sumbar hanya mangandalkan serangan balik, padahal sebelun laga, Ketua PWI Sumbar mencanangkan revance atas kekalahan 1-2 dari PS Polda Sumbar beberapa waktu lalu.

Babak pertama dua gol mengetarkan jala PWI dengan gol kedua diciptakan Kapolda Sumbar Fakhrizal. PWI mencoba bangkit dengan menipiskan kekalahan lewat gol dari pemain tamu Kadis Kebudayaan Sumbar Taufik Effendi, skor 2-1 bertahan hingga turun minum.

Tapi memasuki babak kedua kesebelasan Polda Sumbar semakin bringas dan tidak mengasih ampun kesebelasan PWI tiga gol dicocor ke gawang para kuli tinda itu. Kapolres Dharmasraya, Rudi menjadi bintang dengan tiga gol, skor akhir menjadi telak 5-1 untuk Polda Sumbar.

Pemain PWI Sumbar Adrian Toaix mengakui timnya dibikin bulan-bulanan oleh Polda Sumbar.

“Semangat membalas kekalahan lalu justru semakin menambah daftar kekalahan kita dari Polda yang dikapteni bang Fakhrizal, selain kalah phisik dan skill juga Kapolda hebat menyusun strategi,”ujar Toaix.

Toaix melihat susinan pemain yang diturunkan Polda, yakni barisan penyerang perwira menengah, di barisan belakang diselipi anggota masih muda dengan phisik yang kuat.

“Strategi diterapkan pak Kapolda jitu sehingga kita sukit menembus garis 16 gawang Polda”ujar Adrian.

Meski PWI menampilkan pemain undangan seperti Taufik dan Kolumnis Bola Hardimen Koto serta Asprov PSSI Sumbar Indra Rajo Lelo, tetap saja Jamal Eja cs tak bisa berbuat banyak. (erwan)