Kasmaran Ala Irwan Prayitno

oleh -644 views

Oleh : Isa Kurniawan

Koordinator Kapas
(Komunitas Pemerhati Sumbar)

KEDATANGAN Presiden Jokowi ke Sumbar dari catatan penulis sudah empat kali mulai membuahkan hasil. Hal ini dapat dilihat dari tulisan Gubernur Sumbar Irwan Prayitno (IP) yang dulunya pernah menjadi Ketua Tim Pemenangan Prabowo-Hatta di Sumbar.

Tulisan itu judulnya “Blusukan Presiden Jokowi”, di mana isinya penuh dengan puja-puji terhadap Jokowi. Menurut IP, blusukan Jokowi bukanlah pencitraan, makanya dia menyuruh bupati / walikota di Sumbar meniru Jokowi, harus turun ke lapangan.

Sebagai Ketua Tim Pemenangan Prabowo-Hatta di Sumbar, IP sukses banget. Jokowi-JK kalah telak. Perolehan suara Prabowo-Hatta sebanyak 1.797.505 (76,92 %), sementara Jokowi-JK cuma 539.308 (23,08 %).

Sebagai kader utama Partai Keadilan Sejahtera (PKS), di mana PKS merupakan oposisi dari pemerintahan Jokowi-JK, timbul pertanyaan ketika dicermati puja_puji yang disampaikan IP di dalam tulisannya.

Ada apa gerangan?

Pertama kita melihat Jokowi sukses membombardir Sumbar yang mayoritas warganya tidak memilihnya saat Pilpres 2014 dengan kunjungan sebanyak empat kali dalam 3,5 tahun kepemimpinannya. Akibatnya IP bertekuk lutut. Nyerah. Tak kenal maka tak sayang. Setelah mengenal Jokowi lebih dekat, IP sulit membohongi dirinya sendiri. Dan IP mengakui kehebatan Jokowi dan kerja yang telah dilakukan untuk bangsa dan negara ini.

Kedua, tak sayang maka tak cinta. Seperti disampaikan Fahri Hamzah, ada gerakan elit PKS yang ingin jadi wakil Jokowi di Pilpres 2019 yang akan datang. Nama IP memang masuk nominasi di PKS untuk Pilpres. Momentum kedatangan Jokowi kemaren ini ke Sumbar selama tiga hari, tidak disia-siakan oleh IP untuk mengenal Jokowi lebih dekat lagi. Ibarat orang sedang kasmaran, segala puja-puji akan diberikan kepada orang yang dia taksir (cinta).

Akankah cinta itu bertepuk sebelah tangan? Mari sama-sama kita lihat. Tapi Jokowi memang hebat. Ketika seorang “panglima perang” sudah bertekuk lutut, mudah-mudahan prajurit-prajurit akan mengikuti.(analisa)