Kasus Covid-19 Bakal Meledak, Wagub Audy Respon Cepat Soal Ventilator M Djamil Penuh Terpakai

oleh -251 views
Ngeri, VentilatornM Djamil terpakai semua rawat pasien covid-19 berat. (foto: dok/ rsmdjamil.co.id)

Padang,— Tidak menunggu lama soal ventilator RS M Djamil sebagai rujukan akhir pasien covid-19 penuh terpakai semua.

Wagub Sumbar Audy Joinaldy merespon cepat, lewat kooridnasi kilat Audy, dua ventilator milik Semen Padang Hospital (SPH) dipinjamkan ke M Djamil.

Alhamdulillah, berkat koordinasi dari Wagub dengan Direktur RS SPH, malam ini M Djamil dapat pinjaman ventilator sebanyak 2 unit, besok diurus administrasi pinjam tersebut. Terima kasih banyak Pak Wagub,” ujar Direktur RS M Djamil Dovy Djanas menginfokan di WAG “kawal covid-19 Sumbar, Jumat 14/5 2021.

Sebelumnya lewat diskusi baqda Isya di WAG ‘kawal covid-19 Sumbar’ terungkap kalau ventilator rawat pasien covid-19 berat di M Djamil Padang penuh terpakai.

Padahal menurut admin group whatsapp itu, Sari Lenggogeni kondisi covid-19 dari analisa pakar bakal meledak.

“Ini kondisi darurat, RS M Djamil ventilator full terpakai. Pak Wagub dan Pak Ketua DPRD mohon bantu solusinya, karena dari analisa dr Andani, ledakan kasus tinggal menunggu waktu, ingat M Djamil rumah sakit rujukan akhir,” ujar Sari di diskusi WAG tersebut.

Direktur Rs M Djamil Dovy Djanas sebelum dapat kepastian Wagub Audy turun tangan meminjam ventilator RS SPH, mengakui ventilator di M Djamil penuh terpakai.

“Iya, sekarang ventilator ( alat bantu nafas) di M Djamil penuh. Padahal alat ini sangat diperlukan dalam membantu pasien-pasien kritis (dengan saturasi oksigen di bawah 90 persen),” ujar dr Dovy.

Dirut RS M Djamil, dr Yusirwan, kata dr Dovy sudah mengusulkan, ventilator yang ada di rumah sakit daerah yang tidak merawat pasien covid-19 bisa dipinjam, supaya M Djamil memanfaatkannya.

Penyintas dan Swabber 6000 sample, dr Farhaan Abdullah di diskusi whatsapp group tersebut mengatakan kalau dia pernah 10 bulan lalu sudah mengusulkan yaitu penanganan covid-19 harus kolaborasi.

” Kuncinya kolaborasi dan bergerak bersama lawan penyebatan virus korona ini. Pertama saat kurang tenaga medis, saya usulkan rumah sakit swasta tidak menangani covid-19 membantu rumah sakit yang tanngani pasien covid-19, “ujar Farhaan.

Termasuk soal pinjam dan manfaat ventilator untuk M Djamil. Tanpa kolaborasi kata Farhaan pasti M Djamil kesulitan menjadi rumah sakit rujukan terakhir.(***)