Katiet Surga Surfing, Tapi Warga Belum Rasakan Nikmatnya

oleh -98 views
Bupati Yudas (kiri) bersama Kepala Bappeda Mentawai Naslindo (kanan) saat berkunjung ke Desa Wisata Katiet, beberapa waktu lalu. (foto: dok)

Mentawai,—Kepala Bappeda Keoulauan Mentawai Naslindo Sirait terus memutar otak bagaimana memaksimalkan DESA WISATA KATIET supaya masyarakat sstempat merasakan nikmatnya punya potensi destinasi wisata yang yahud.

Konon kabarnya Katiet merupakan surga surfing turis, ada homestay tapi warga Katiet belum terdampak naikan ekonomi mereka.

“Kita lakukan inisiasi pengembangan desa wisata Katiet terintegrasi,”ujar Kepala Bappeda Kepulauan Mentawai Naslindo Sirait usai FGD digelar Bappeda dihadiri langsung Bupati Kabupaten Kepulauan Mentawai Yudas Sabaggalet, Kamis 17/10 di Tua Pejat.

Menurut Naslindo Sirait program integrasi ini bagian dari program pengembangan Destinasi Wisata katiet.

“Sayang Katiet terkenal dengan wisata bahari surfing terbaik dunia, tapi nikmatnya tak dirasakan masyarakat Katiet khususnya,”ujar Naslindo.

Katiet kata Naslindo juga disiapkan menjadi wisata andalan Mentawai untuk menyongsong pelaksanaan kompetisi surfing tingkat dunia.

“Selama ini kawasan Katiet belum tertata dengan baik, adanya homestay dan akomodasi lain di Katiet, masih banyak dikelola oleh pihak asing sementara masyarakat setempat belum banyak terlibat,”ujar Naslindo.

Dilihat trafict ke Katiet, wisatawan  manca negara cukup besar, terutama para penggila surfing.

“Karena itu pemerintah daerah akan mendorong kawasan itu akan dikelola oleh masyarakat sendiri. Kita akan kembangkan dengan tiga zona yakni zona inti, zona pendukung dan zona pengembangan di kawasan sekitar 200 hektar lahan tidak akan beralih ke pemilikan ke pihak luar atau investor. Tapi tetap milik masyarakat, hanya akan diatur dan ditata sedemikian rupa sehingga kawasannya akan terlihat apik dan nyaman memenuhi standar pariwisata. Homestay akan kita bangun dan menjadi milik masyarakat dan dikelolah oleh masyarakat itu sendiri,”ujar Naslindo.

Kepala Bappeda yang sukses meujudkan PLTBm berbasis energi bambu di Siberut juga akan siapkan pasar seni, panggung pertunjukan, cafe dan restoran serta sport area.

“Juga punya ruang terbuka hijau dan ruang bermain untuk anak dan keluarga. Kawasan ini memang kental dengan surfing dan fisihing tapi kita akan tambah dengan atraksi lain seperti eksperien wisatawan dengan masyarakat untuk melihat kehidupan sehari hari masyarakat,”ujarnya.

Masyarakat diberdayakan, misalnya membuat sagu sekaligus menata kebun sagu jadi objek ecoturism, taman anggrek, taman buah buahan serta kebun manggrove.

“Selain itu akan kita sediakan lapangan volley pantai dan lapangan sepak bola untuk mendorong sport tourism. Pada 2019 ini kita akan bangun homestay dan restoran. Pada 2020 akan kita resmikan semoga dengan konsep desa wisata ini kunjungan wisatawan akan meningkat dan pendapatan masyarakat meningkat serta budaya dan lingkungan akan terjaga,”ujar Naslindo. (rilis: bappeda/ icho)