Kelompok Ekowisata Wastan Dilatih

oleh
Kelompok Ekowisata Wastan dilatih. (foto: ri)

Painan,—Menjadikan objek wisata edukasi berada di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat yang ada di Kabupaten Pesisir Selatan, kurang lebih 30 orang peserta tergabung dalam kelompok ekowisata ” WASTAN ” (Wahana Sarasah Talang Mandiri) mendapatkan pelatihan peningkatan kapasitas masyarakat oleh pihak TNKS wilayah III Pesisir Selatan. Rabu 7/11.

Selain kelompok ekowisata, pelatihan peningkatkan kapasitas masyarakat oleh TNKS wilayah III Pessel bekerjasama dengan Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Pemkab Pessel itu juga melibatakan Bumnag dan Pokdarwis di Nagari Limau Gadang Lumpo, Kecamatan IV Jurai. Selama tiga hari, sejak kemarin Selasa (6/11) di objek Wisata Sarasah Talang Gunung Girik Lumpo.

Ikut juga dalam kegiatan peningkatan kapasitas masyarakat di kawasan TNKS wilayah III Pessel, Kabid Pengolaan Kawasan Hutan TNKS wilayah 1 Sumbar Junaidi, staf TNKS wilayah III Pessel Rika Putra Abbas, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Pessel Mawardi Roska serta instruktur tubing dan arum jeram dari FAJI Sumbar.

Kabid Pengolaan Kawasan Hutan TNKS Wilayah 1 Sumbar Junaidi cukup mengapresiasi kegiatan peningkatan kapasitas masyarakat yang berada dikawasan Taman Nasional Kerinci Seblat wilayah III Pesisir Selatan kali ini. Ini positif dalam meningkatkan kualitas SDM masyarakat di dalam kawasan wisata TNKS. Agar nantinya kelompok – kelompok masyarakat dan pemerintah dilokasi tersebut benar – benar bisa memanfaatkan potensi wisata yang ada.

Khusus bagi masyarakat serta kelompok ekowisata wahana sarasah talang mandiri, selain diberikan pelatihan oleh intruktur serta dari TNKS juga Pemkab Pessel diserahkan juga bantuan perlengkapan penunjang kegiatan ekowisata. Seperti, 20 set tenda mini lengkap ( kompor gas kecil, tali temali dan pompa oksigen), 5 buah tenda beaar, 20 set tubing lengkap ( helm, lifejacket ).

” Kita juga bantu kelompok WASTAN dan masyarakat berupa bibit,”ujarĀ  Junaidi.

Beberapa bibit tanaman Junaidi diserahkan seperti, 2000 batang bibit tanaman kayu, 600 batang pete, 600 batang durian, 600 batang jengkol dan 200 batang coklat. Agar nantinya ditanam di kiri – kanan di pinggir sungai dan di dalam hutan TNKS.

Dan itu semua kata Junaidi harus benar bisa dimanfaatkan sebaik – baiknya, dijaga, dirawat dan dilestarikan untuk kepentingan bersama serta menjaga ekosistem hutan. Khususnya berada di kawasan TNKS.

Kadis Pariwisata Pemuda dan Olahraga Pessel Mawardi Roska mengatakan, Pemkab Pessel saat ini sedang gencar dan fokus dalam pengembangan kawasan pariwisata di Kabupaten Pesisir Selatan, seperti carocok painan dan mandeh. Semakin banyak nya potensi wisata di Pessel akan mendongkrak lagi kunjungan wisatawan ke kabupaten Pesisir Selatan.

Kegiatan peningkatan kapasitas masyarakat oleh TNKS wilayah 1 Sumbar dan TNKS wilayah III Pessel kepada kelompok ekowisata ” WASTAN “, Bumnag dan Pokdarwis di Nagari Limau Gadang Lumpo, Kecamatan IV Jurai cukup positif, yang bertujuan untuk peningkatan Sumber Daya Manusia masyarakat, kelompok dalam menjadikan kawasan TNKS sekitarnya menjadi objek wisata edukasi. Kata nya.

“Hutan adalah Rahmatan Lil’ alamin yang wajib di syukuri. Karena hutan penghasil pabrik air dan oksigen yang menjadi kebutuhan pokok seluruh makluk hidup,” ujar Mawardi Roska.(ri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *