Kemendes-Pertides Konkret Bangun Nagari

oleh -821 views
Sekjend Kemendesa PDTT Anwar Sanusi kokretkan kerjasama Kemendesa dengan Pertides, Kamis 13/4 (foto: google/duajurai.co)

Jakarta, Padek—Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) dengan Forum Perguruan Tinggi untuk Desa (Pertides) memperkuat kerja sama dalam bentuk sinkronisasi program kerja agar aksi nyata pembangunan pedesaan dan nagari agar dapat berjalan konkret dalam waktu dekat.

Sekretaris Jenderal Kemendes PDTT, Anwar Sanusi mengatakan, dalam tiga tahun ini Kemendes PDTT dan Pertides sudah melakukan banyak forum diskusi. Lalu, grand design dan peta potensi perguruan tinggi sudah terbentuk.

“Hari ini jadi momentum bagi kita menyinkronkan program prioritas pemerintah dengan grand design dan peta potensi tersebut,” ujar Anwar dalam Rapat Sinergi antara Kemendes PDTT dan Forum Pertides di Hotel Novotel Mangga Dua, Jakarta, Kamis 12/4 kemarin dikutip dari koran padang ekspres.

Menurut Anwar Sanusi, pertemuan ini menyamakan persepsi proses implementasi program kerja dan timeline pembangunan pedesaan yang telah disusun masing-masing pihak.

Integrasi program prioritas pemerintah dan perguruan tinggi serta alokasi anggaran ini jadi penting agar upaya percepatan pembangunan pedesaan dan nagari bisa berjalan optimal.

Anwat meyakini pemikiran dan karya intelektual perguruan tinggi berperan penting dalam pembangunan desa dan nagari. Untuk mewujudkan langkah tersebut, forum ini mempertemukan langsung perguruan tinggi dengan unit kerja eselon 1 di Kemendes PDTT.

“Dengan duduk bersama, kami berharap Kemendes PDTT dan Forum Pertides dapat menemukan link and match. Bersama kita usahakan tahun 2018 ada hasil sinergi yang kita laksanakan secara konkret. Tidak hanya sekadar ide. Hasil sinkronisasi hari ini juga akan kita evaluasi,”ujarnya pada pertemuan yang dihadiri Kepala Biro Humas dan Kerja Sama, Bonivasius Prasetya Ichtiarto, Staf Ahli Mendes PDTT Febby Dt Bangso, Rektor Unand Tafdil Husni, Wakil Rektor UNP Syahrial Bakhtiar serta para rektor lainnya.

Wakil Ketua Umum Forum Pertides yang juga Rektor Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jawa Timur, Teguh Soedarto mengatakan, forum ini momen menajamkan integrasi program antar institusi. Dirinya menambahkan, lima lingkup utama Forum Pertides yakni penerapan teknologi tepat guna, pemberdayaan SDM desa, peningkatan keberdayaan desa, pemberdayaan pemerintah desa dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), serta pembangunan infrastruktur desa akan menjadi rambu-rambu utama yang akan disinergikan.

“Kita harus menyinkronkan potensi sumber daya lokal menjadi wujud kegiatan nyata melalui tangan-tangan dingin perguruan tinggi. Dengan berbasis ilmu pengetahuan dan sumber daya mahasiswa, kami yakin masyarakat juga akan menerimanya dengan adem,” ujarnya.

Ke depan Forum Pertides akan menyosialisasikan sinergi program kerja tersebut melalui sebuah website. Dengan demikian, publik dapat melihat kisah-kisah sukses hasil sinergi pemerintah dan perguruan tinggi serta masyarakat desa yang melihatnya dapat terinspirasi.

“Bersama kementerian, perguruan tinggi berperan aktif dalam memberikan pendampingan dan bimbingan untuk pemberdayaan masyarakat desa,” lanjutnya.

Forum Pertides merupakan kesatuan unsur seluruh perguruan tinggi dengan tujuan utama berkontribusi membangun desa dan nagari di Indonesia.

Forum Pertides terus menyumbangkan pemikiran dalam bidang pendidikan, riset, dan pengabdian serta pendampingan program-program pemberdayaan masyarakat desa.

Sejumlah peran yang diambil dalam mendukung pembangunan desa di antaranya adalah energi, Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), mitigasi bencana, bioteknologi, infrastruktur desa, industri kreatif, sumber daya air, dan produk/ alat bantu.

Saat ini sudah banyak perguruan tinggi tergabung dalam Kelompok Kerja (Pokja) Forum Pertides. Yakni Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada, Universitas Padjajaran, Universitas Andalas (Unand), Universitas Negeri Padang (UNP), Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jawa Timur, Universitas Trunojoyo, Universitas Mataram, Universitas Halu Oleo, Universitas Brawijaya, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, dan Universitas Borneo Tarakan.(kutip: padeks)