Kolam “Love” Sarasah Beringin, Destinasi Wisata Pemandian Dewa

oleh -827 views
Eksotik air terjun sarasah (foto @infosumbar)

Objek wisata Sarasah Baringin merupakan salah satu destinasi wisata air terjun di Kota Padang yang masih eksotis dan menjadi salah satu objek wisata yang cukup menarik untuk dikunjungi, karena air terjunnya bertingkat tiga. Bahkan di tingkat kedua, terdapat kolam yang berbentuk lambang “love”.

Air terjun Sarasah Baringin ini berjarak sekitar 1 kilometer dari Kampung Lukok, Kelurahan Baringin, Kecamatan Lubuk Kilangan, atau sekitar 20 kilometer dari pusat pemerintahan Kota Padang di Jalan Bypass Air Pacah, dan sekitar 5 kilometer dari Kantor Pusat PT Semen Padang di Indarung.

Akses jalan menuju Sarasah Baringin tersebut cukup menantang, karena hanya bisa dilewati dengan berjalan kaki, atau trekking yang tentunya cukup menguras keringat dan melelahkan. Sebab, harus menyisiri dua hulu anak sungai kecil sekitar 15 menit lamanya.

Setelah menyusuri anak sungai, perjalanan ke Sarasah Baringin kemudian disambut oleh jalan setepak di bawah rimbunnya hutan. Batu-batu sebesar parit yang membentang di jalan setapak tersebut, terus mewarnai perjalanan hingga akhirnya, sampailah di air terjun Sarasah Beringin tingkat pertama.

Meski 20 menit lamanya menyusuri jalan setapak yang begitu terjal, namun rasa lelah seketika langsung terobati begitu melihat keindahan alam yang asri dan sejuknya hawa air terjun di sekitaran Sarasah Beringin.

Kolam “Love”

Perjalanan ke Sarasah Baringin tak akan lengkap rasanya kalau tidak menyusuri air kolam berlambang “Love” yang ada di bawah air terjun tingkat kedua tersebut. Namun untuk mencapai air terjun itu, butuh nyali yang kuat.

Pasalnya, akses jalan menuju air terjun tingkat kedua itu cukup membahayakan. Sebab, harus mendaki tebing setinggi kurang lebih 30 meter dengan kemirigingan 70 drajat celsius yang ada di Sarasah Baringin tersebut. Jika terpelesat sedikit, maka nyawa taruhannya.

Epen, warga Lukok mengatakan kolam berbentuk lambang“Love” di Sarasah Baringin itu banyak mistiknya. Konon, kata Epen, masyarakat sekitar sini menyebut bahwa kolam “Love” itu merupakan tempat pemandian dewa. “Ini hanya cerita turun temurun. Saya pun kurang jelas bagaimana ceritanya,” kata Epen, beberapa waktu lalu.

Selain kolam “Love”, Sarasah Baringin juga menawarkan keindahan pemandangan alam dari air terjun tingkat tiga. Namun akses ke air terjun tingkat paling atas itu, para pengunjung tidak harus melalui air terjun tingkat kedua, karena ada jalur alternatif yang memudahkan pengunjung untuk sampai ke air terjun tingkat ketiga.

Kendati dianggap akses paling mudah untuk dilalui, namun jalur ke air terjun tingkat ketiga di Sarasah Baringin itu juga cukup melelahkan karena lokasi air terjun tersebut, berada di atas perbukitan, sehingga harus berjalan sekitar 300 meter lebih.

Jalan menuju air terjun tingkat ketiga itu ditandai dengan batu-batu besar yang menjulang dari dasar sungai. Perjalanan di awali dari persimpangan jalur setapak sebelum air terjun tingkat pertama. Kemudian belok ke kanan dan terus menyururi jalan setapak yang mendaki dan berliku.

Sekitar 20 menit kemudian, sampailah di air terjun tingkat ketiga. Di tingkat ketiga Sarasah Baringin itu, bak Panorama bagi para pengunjung, karena dari air terjun paling atas itu pengunjung bakal bisa menikmati keindahan Kota Padang.

Bagi Anda yang gemar berpetualang di alam bebas, Sarasah Baringin merupakan destinasi yang pas, terlebih bagi Anda yang ingin refreshing mengisi waktu libur akhir pekan sembari menikmati perpaduan pepohonan nan rindang, air terjun dan pemandangan Kota Padang dari ketingian. (Sumber Klikpositif)