Komunikonten Gelar Diskusi Peran Media dan Warganet Memperkuat Nasionalisme

oleh
Komunikonten gelar diskusi Peran Media dan Warganet Membangun Nasionalisme, Indonesia negara besar. (foto: kominikonten)
Komunikonten gelar diskusi Peran Media dan Warganet Membangun Nasionalisme, Indonesia negara besar. (foto: kominikonten)

Jakarta,—Membangun daerah perbatasan merupakan agenda prioritas Pemerintahan Jokowi – Jusuf Kalla. Di poin ketiga Nawacita jelas tertulis “Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan.”

Mimpi ini menjadi nyata dengan dibangunnya berbagai infrastruktur di daerah perbatasan seperti jalan sepanjang 170 KM dari Putussibau ke Nanga Bandau yang merupakan perbatasan Kalimantan Barat dengan Malaysia, pembangunan dan revitalisasi berbagai Pos Lintas Batas Negara (PLBN), dan banyak lagi lainnya.

Untuk itu, Komunikonten, Institut Media Sosial dan Diplomasi, menggelar diskusi di Gedung Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih 32-34 Gambir, Jakarta Pusat pada Jumat, 22 Desember 2017, Pukul 14.00-16.30 wib. dengan tema “Peran Media dan Warganet dalam Memperkuat Nasionalisme Melalui Publikasi Pembangunan di Daerah Perbatasan.”

Hadir sebagai narasumber dalam diskusi ini adalah H. Moh Arwani Thomafi (anggota DPR RI, Komisi I), Agung Suprio (Komisioner KPI Pusat), Robet Simbolon (Deputi Bidang Pengelolaan Batas Wilayah Negara, BNPP), dan Hariqo Wibawa Satria (Direktur Eksekutif Komunikonten).

Direktur Eksekutif Komunikonten, Hariqo Wibawa Satria mengatakan, kepentingan nasional adalah di atas segala kepentingan kelompok, bukti nyata keseriusan Pemerintahan Jokowi-JK membangun daerah perbatasan harus sampai kepada kepada masyarakat Indonesia, kepada negara tetangga dan kepada segelintir oknum yang masih memprovokasi ingin berpisah dari NKRI.

“Ketimpangan pembangunan sering dijadikan alasan untuk memprovokasi dorongan merdeka, Pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla menjawabnya dengan aksi nyata dan perencanaan matang,”ujar Harigo Wibawa dirilis yabg dikirim Komunikonten, Rabu 20/12.

“Ini kerja panjang, karena Indonesia bukan Singapura, bukan Swiss. NKRI adalah negara besar, yang terpenting pembangunan dari pinggiran sudah dimulai dan ada jaminan semua daerah perbatasan akan dibangun,” urai alumnus pascasarjana Universitas Paramadina ini, di Jakarta, menambahkan.

Hariqo mengatakan diperlukan gotong-royong oleh banyak pihak. “Diskusi ini akan mengupas tuntas peran media dan warga dalam memperkuat nasionalisme daerah perbatasan. Tidak hanya peran media konvensional yang disoroti, namun juga peran warga melalui media sosial. Kolaborasi harus meningkat untuk kepentingan nasional,”ujarnya.(rilis komunikonten)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *