Kongres VI IKA UNAND, ‘Sepakat Meski Tanpa Musyawarah Mufakat’

oleh -273 views
Khairul Ikhwan (dok)

Oleh : Khairul Ikhwan

Ketum DPP IKA FISIP Unand.

PADA sidang tahap satu, yaitu pleno 1-3 pada 24 Juli 2021 berjalan tanpa perdebatan, tanpa interupsi yang berlama-lama. Tahapan ini lancar bagaikan air mengalir. Kondisinya beda pada pleno 4 saat pemilihan ketua umum (Ketum) pada Kongres tahap II, tgl 7 Agustus 2021 terjadi riak dan hujan interupsi, sehingga suasana menjadi panas.

Semua utusan daerah dan DPP Fakultas silih berganti melakukan interupsi, saling saut. Akibat sidang, suasananya menjadi panas, dan pimpinan sidang diketuai Sadiq Pasadigue dengan anggota Teddy Alfonso dan Azifirwan terpaksa sibuk memberikan jawaban serta kesempatan pada peserta, baik online maupun offline.

Sidang terus semakin alot, untuk yang hadir sidang para utusan berpengalaman, pimpinan sidang cerdas dan kreatif. Untuk menenangkan peserta yang lagi panas akhirnya pimpinan sidang menskor sidang pleno, tepat pukul 12.08 Wib, sampai pukul 13.15 Wib, sekaligus untuk istirahat, makan dan sholat.

Saya sebagai peserta, juga sebagai calon Ketua Umum IKA Unand merasakan panasnya situasi. Walaupun sidang diskor tidak membuat peserta semakin tenang, malah membuat situasi semakin memanas, dimana para peserta sebagian ingin agar semua kandidat hadir di forum.

Satu sisi lain untuk membulatkan agar ada aklamasi dalam bentuk musyawarah mufakat, agar Ketua Umum terpilih tidak voting dilakukanlah lobby-lobby.

Ternyata pemilik hak suara tidak dilibatkan maka ada pula utusan yang meminta agar musyawarah para calon didampingi pemilik suara, membuat suasana semakin gaduh, serta tampak semakin memanas.

Pimpinan sidang tegas memutuskan usulan terbanyak, langsung mengetuk palu, mempersilahkan para kandidat untuk bermusyawarah agar Ketua Umum terpilih melalu Musyawarah Mufakat dan aklamasi.

Sesuai dengan Tatib dan sudah disepakati, maka pimpinan sidang meminta agar para kandidat silahkan bermusyawarah di ruangan lain selama 20 menit. Apapun hasilnya akan diserahkan pada peserta sidang.

Selanjutnya jika ada kesepakatan Ketua Umum hasil musyawarah mufakat dalam pertemuan ini akan ditetapkan, jika tidak maka sidang masuk pada tahap dilakukan vooting secara offline dan online.

Sembari para kandidat melakukan musyawarah, pleno terus berlanjut untuk membahas rekomendasi internal dan eksternal. Sehingga semua bisa berjalan sesuai dengan agenda yang ada di Kongres VI ini.

Setelah lebih 20 menit para kandidat melakukan musyawarah, hasil yang didapatkan tidak ada kesepakatan, namun sepakat untuk melanjutkan sidang dengan menyerahkan kepada forum sidang dan akan dilakukan mekanisme pemungutan suara/vooting.

Untuk sampai pada pelaksanaan voting suasana semakin gaduh, dimana antara peserta masih juga saling melemparkan opsi, dan meminta agar dilakukan dudiligen atau uji verifikasi peserta secara nyata di depan persidangan.

Suasana masih panas akhirnya melalui lobby-lobby dan komunikasi dengan peserta, khususnya dari Fakultas hukum, dibawah komando Aditya Warman, akhirnya suasana menjadi tenang, dan pendataan pemilik suara dilakukan, baik online maupun offline.

Dinamika, dan hiruk pikuk pemilihan Ketua Umum IKA Unand memang amat terasa di sidang pleno 4 ini, keadaan beda dari priode Kongres sebelumnya, bahkan suasananya melebihi panasnya pemilihan Kepala Daerah melalui Dewan.

Puncak dari keadaan itu akhirnya pemilihan secara offline baru bisa dimulai pukul 17.05 Wib, dengan jumlah vote 13 orang, sedangkan online baru bisa dimulai pukul 17.30 wib, setelah dilakukan skor sidang. Sambil menghitung suara.

Dari 13 suara offline didapatkan hasil, Doni 1, Imelda 1, Khairul Ikhwan 0, Rustian 6, Suharman 0, dan Surya 5, sedangkan online, Doni 1, Imelda 1, Khairul Ikhwan 0, Rustian 11, Surya 9. Di sini kandidat yang mendapat suara terbanyak adalah Rustian.

Tepat pukul 18.30 Wib, Kongres IKA VI Unand dinyatakan selesai, dengan hasil suara terbanyak didapatkan Rustian 17 suara alumni fakultas Farmasi ini, sesuai aturan maka secara otomatis sah sebagai Ketum IKA Unand terpilih 2021-2025 yang menjalankan roda organisasi paguyuban alumni.

Saya sangaja menjelaskan alur kejadian, kronologis secara rinci seperti tulisan di atas agar semua pembaca bisa mengetahui bahwa dinamika pemilihan Ketua Umum DPP IKA Unand serat dengan kompetensi yang jika tidak berhati-hati ke depan bisa mengarah pada perpecahan. Namun harapan kita tentu tidak seperti itu. Saya berharap alumni semakin kompak, sinergis, satu padu hendaknya.

Saya selaku calon Ketua Umum IKA Unand juga mendukung ungkapan Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, SP yang juga Ketua Umum DPP Fakultas Pertanian selesai acara. Mahyeldi menyarankan agar Rustian bisa merangkul 130.000 lebih alumni Unand tersebar dimana-mana. Ketua Umum terpilih wajib mempersatukan alumni melalui wadah paguyuban untuk bisa sukses membangun bangsa dan NKRI.

Ke depan tantangan bagi organisasi alumni semakin berat, Salah satunya adalah dimana aset alumni berupa yayasan yang asetnya puluhan milyar, berupa kampus Darma Andalas perlu dibuat payung hukumnya sesuai Peraturan Pemerintah sekarang. Ini tugas berat jadi tantangan bagi Ketua Umum terpilih.

Saya selaku Ketua Umum DPP IKA FISIP dengan jajaran alumni akan membantu kesuksesan Ketua Umum terpilih menjalankan organisasi alumni. Semua unsur di FISIP siap terlibat dalam kepengurusan jika diminta masuk oleh Ketua Umum terpilih, tentunya Saya pikir semua Fakultas yang ada di Unand akan bersikap sama.

Ke depan pun kepengurusan atau kabinet Rustian juga diakomodir semua pihak yang berkompeten, masukan dalam kepengurusan IKA Universitas Andalas nanti terdiri dari orang yang berlatar belakang semua jurusan, Fakultas, agar semua alumni merasa memiliki organiasai IKA Unand tersebut.

Menurut Saya, polemik, dinamika, panasnya Kongres saat pemilihan Ketua Umum, Saya pikir sebagai pemanis keadaan, ibarat memasak gulai, jika gulai tidak diaduk, atau sendok tidak bersentuhan dengan periuk barang tentu tidak akan mungkin menjadi masak. Di situ seni demokrasi yang dijalankan, maka semua seyogyanya menerima hasil secara bersama-sama demi Kedjajaan Bangsa.

Selamat bertugas bung Rustian, selamat membesarkan IKA Universitas Andalas. Selamat menjalankan tugas, insya Allah semua Alumni sebanyak 130.000 lebih orang akan siap membantu mensukseskan program paguyuban Alumni ke depan.

Wallahu’alam..

(analisa/terbit di opini Padeks 12 Agustus 2021)