Konsumen Harus Cerdas, Tidak Semua Sate ada Babi

oleh
Yunando kampanyekan gerakan bersama makan sate, pasca ditemukannya sate berdaging babi beberapa hari lalu di Padang, Jumat 1/2 (foto: facebook @yunando dhoelmon)

Padang,—Pasca terungkap ada Sate dengan daging babi di Simpangharu Kota Padang, berefek luas kepada tukang sate keseluruhan.

“Viralnya luar biasa, akibatnya tukang sate keliling maupun yang mangkal terkena imbasnya, pendapatan mereka merosot tajam. Terus terang saya prihatin ulah setitik nila rusak susu sebelanga,”ujar Ketua DPS PSI Kota Padang Yunando Dhoelmon, jelang ke masjid untuk shalat  Jumat 1/2 di Tabing.

Untuk itu, Yunando mengajak konsumen dan penyuka kuliner sate Padang dan Minang tidak menyamakan perlakukan kepada penjual sate lain.

“Tidak semua sate seperti di Simpangharu, jangan diembargo pula selera makan satenya, penjual sate itu pelaku usaha untuk menyambung kehidupan keluarga hari per hari,”ujar Yunando yang merasakan imbas tukang sate lain ulah kasus sate berdaging babi kemarin itu.

Kepada publik figur Sumbar, khususnya Padang, Yunando mengajak untuk bersama meredam dampak sate babi itu.

“Kita harus masive mengkampanyekan makan sate kembali, karena Sate Padang termasuk kuliner khas, enak dan lezat di Sumbar, jangan karena ulah satu sate, merusak rezeki sate lain yang berjualan sudah benar,”ujarnya.

Yunando yakin dengan gerakan ayo makan Sate Padang, dampak merosotnya pendapatan tukang sate segera teratasi.

“Saya harap imbas ini segera berlalu, tukang sate itu pelaku usaha juga ayo bersama kita bantu,”ujar Yunando. (icho)