Kopi Dindiang Bikin Perantau Minang Sidney Terkagum

oleh -975 views
oleh
975 views
Perantau Minang di Sidney taragak kampuang, Jumat 4/8 pagi mampir ke Lapau Ongga Pasa Gadang yang terkenal dengan Kopi Dindiang Way to Share.
Perantau Minang di Sidney taragak kampuang, Jumat 4/8 pagi mampir ke Lapau Ongga Pasa Gadang yang terkenal dengan Kopi Dindiang Way to Share.

Padang,—Perantau Minang di Australia tergabung dalam Minang Senior Citizen Community (MSCC) Sidney Australia taragak kampung. Ada 15 perantau minang itu pulang ke Padang dipimpin Ketuanya Iskandra Harun (80 tahun).

“MSCC ini adalah sayap dari Minang Saiyo Australia, ini paguyuban perantau minang yang sudah berurat berakar merantau ke Australia, soalnya anggota sudah gaek-gaek semua dan lama menetap Australia 40 sampai 45 tahun,”ujar Iskandar saat minum pagi di Lapau Ongga Pasa Gadang yang terkenal dengan Kopi Dindiang, Way to Share.
Bahkan anggota MSCC ini banyak yang sudah pindah kewarganegaraan atau berpaspor Negara Kangguru.
“Meski ada yang tidak lagi berpaspor RI tapi keminangan kami tidak akan pernah pudar,”ujar Anggota MSCC, Masril Koto.
Hadir di Kopi Dindiang tidak lepas dari bujukan si inisiator Kopi Dindiang Sumbar Miko Kamal.
“Kami dibujuk ke sini ternyata kopi dindiang bukan kopi di dinding namun model baru untuk berbagi,”ujar Hasan anggita MSCC lainnya.
Menurur Iskandar Harun cara berbagi ala Kopi Dindiang sangat mulia, bahkan lokasinya juga pas dengan kondisi daerah Pasa Gadang karena banyak di singgahi orang tidak mampu.
“Kalau dibuat di kawasan elite saya yakin tidak banyak kaum tidak mampu mampir, terus terang model Kopi Dindiang ini baru bagi kami,”ujarnya.
Sementara Masril Koto mengaku akan mencontoh Kopi Dindiang Padang ini untuk diciptakan pula di Sidney.
“Ada Sumatera Cafe di Sidney bisa di buat Kopi Dindiang, karena daerah itu banyak buruh tak mampu bekerja,”ujarnya sambil menempelkan kupon di dindiang yang siapa saja kaum dhuafa bisa mengambilnya da menukarkan ke warung untuk diganti dengan menu yang tertulis di kupon itu.
Miko Kamal mengatakan MSCC adalah senior citizen yang sudah berpuluh tahun merantau ke negeri Kangguru.
“Beliau-beliau saya ajak untuk mampir di Lapau Ongga dan menerangkan apa itu kopi dindiang, Allhamdulillah disambut antusias,”ujarnya.
Meski sudah merantau puluhan tahun tapi Iskandar Harun menegaskan rasa minang tidah pernah luntur.
“Sumbar banyak perubahan dan terus menuju daerah maju dan modern dibandingkan beberapa tahun lalu, apalagi saat pertama kali kami tinggalkan 40 tahun lalu,”ujarnya.
Memang minang doeloe adalah perantau tulen, berani dan nekat ini tidak lepas dari idiom minang, …marantau bujang dahulu di rumah paguno balun.
“Tapi sampai saat sekarang alun juo baguno, indak pulang kampung juga,”ujar Masril tersenyum (wandi)