Kuasai Teknologi dan Inovasi Buktikan Jati Diri Indonesia Bangsa Besar

oleh
Dekan Fakultas Teknik Unand Padang Insannul Kamil.sampaikan orasi ilmiah pada Dies Natalis FT Unand, Senin 14/5 di Convention Hall Unand Limau Manis Padang (foto: dok)

Padang,—Hari ini Fakultas Teknik Unand Padang peringati Dies Natalis ke 33, dipusatkan di Convention Hall Unand Padang.

Dekan Fakultas Teknik Insannul Kamil mengatakan 33 tahun usia Teknik Unand buka lagi usia muda, perjalanan akademik terus menunjukan trend positif.

“Kami berharap Bapak Rektor Unand dapat menyempurnakan gedung Kampus Fakultas Teknik, seperti penyelesaian gedung Teknik Industri dan Teknik Lingkungan yang saat ini sedang terbengkalai, semoga di hari lahir ini Pak Rektor memprioritaskan untuk masuk pengembangan fasilitas dan  infrastruktur Unand 2018 dan 2019,”ujar Insannul Kamil, Senin 14/5.

Saat ini dengan pindah kampus ke Limau Manis  lima program studi yang ada  telah melaksanakan proses aktivitas administrasi dan proses belajar mengajar di kampus baru Limau Manis.

“Bahkan dengan kemajuan yang telah dicapai terutama dalam pengembangan infrastruktur ICT yang mulai dapat diakses dengan baik oleh dosen dan mahasiswa, Fakultas Teknik Universitas mendirikan program studi Sistem Informasi (SI) pada tahun 2010, yang diharapkan akan mampu menjadi pusat kemajuan bidang Teknologi Informasi di Indonesia,”ujarnya.

Program studi Sistem informasi Fakultas Teknik Universitas Andalas ini merupakan cikal bakal berdirinya Fakultas Teknologi Informasi di Universitas Andalas, seiring dengan diterbitkannya Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 25 tahun 2012 tentang OTK Unand, maka dua program studi yaitu program studi Sistem Informasi di Fakultas Teknik dan Sistem Komputer di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan bergabung menjadi satu dengan nama Fakultas Teknologi Informasi.

Di usia ke 33 Fakultas Teknik hari ini  memiliki mahasiswa tingkat sarjana (S1) sebanyak 2.691, mahasiswa magister (S2) sebanyak 170 dan mahasiswa doktoral (S3) sebanyak 19 orang.

Perkembangan global sekarang, adanya tekanan ekonomi digital yang semakin kuat dan arus revolusi industri generasi ke-empat yang sedang mengambil perannya saat ini, Indonesia harus memperlihatkan “jati dirinya” sebagai sebuah bangsa yang besar dengan kemampuan teknologi dan inovasi yang handal.

“Fakultas Teknik Universitas Andalas sudah harus mulai menggeser fokus penelitian kepada riset – riset yang mampu menghasilkan teknologi dan inovasi yang dapat memberikan efek terhadap pembangunan bangsa dan negara serta pertumbuhan dunia,”ujar Insannul Kamil.

Nanuk biasa Dekan Teknil Unand knj dipanggil banyak kalangan akademik maupun elite Sumbar lainnya mengatakan kemunculan Revolusi Industri 4.0 telah mempengaruhi dinamika dan kompleksitas persaingan ekonomi global.

“Revolusi Industri 4.0 merupakan perubahan dari sistem industri berbasis otomasi, komputer, dan elektronik menjadi cyber physical system yang menggabungkan domain digital, fisik dan biologi,”ujarnya.

Perubahan yang terjadi melalui Revolusi Industri 4.0 diprediksi kata Nanuk akan memiliki dampak sangat luas, terutama dalam hal kebutuhan kompetensi SDM di masa yang akan datang.

“Revolusi Industri 4.0 telah memaksa dan menuntun kita semua untuk membiasakan diri denan artificial inteligence, big data, internet of things (IoT), virtual reality, augmented reality dan teknologi yang muncul setelahnya yang mengharuskan kita sebagai manusia sudah harus mulai beradaptasi dengan perubahan tersebut,”ujarnya.

Revolusi Industri 4.0 juga menurut Nanuk telah menjadikan tantangan untuk menjadi sebuah negara maju bergeser, tidak lagi melihat indikator jumlah sumber daya alam yang dimiliki, namun indikator yang digunakan adalah berapa banyak jumlah inovasi yang mampu dihasilkan yang dapat menggerakkan pertumbuhan ekonomi negara yang berbasis digital.

“Untuk menghasilkan inovasi dibutuhkan kualitas sumber daya manusia (peneliti) yang produktif dan kreatif,”ujarnya dihadapan Rektor Unand Tafdil bersama pimpinan universita serta para Dekan Fakultas di lingkungan Unand ssrta civitas dan akademika Teknik Unand Padang.

Lebih lanjut Insannul Kamil mengatakan Revolusi Industri yang ke-empat akan menyebabkan disrupsi atau gangguan bukan hanya di bidang model bisnis saja, tetapi juga pasar dari tenaga kerja dalam lima tahun kedepan dengan perubahan yang sangat cepat dan besar, perubahan ini akan mentransformasikan cara-cara hidup dan bekerja setiap manusia.

“Beberapa jenis pekerjaan akan hilang, banyak pekerjaan baru akan muncul dan berkembang,”ujarnya.

.Oleh karena itu, kata Nanuk menjawab tantangan di Revolusi Industri ke 4, maka sumber daya manusia harus memiliki keterampilan yang dibutuhkan pada masa datang antara lain; (1) Kemampuan pemecahan masalah, (2) Berpikir kritis. (3) Kreativitas, (4) Manajemen orang, (5) Berkoordinasi dengan orang lain, (6) Kecerdasan emosional, (7) Pengambilan keputusan, (8) Orientasi pelayanan, (9) Negosiasi, (10) Fleksibilitas kognitif.​

“Revolusi Industri 4.0 akan memberikan dampak dan akan mengambil perannya pada bidang manufaktur (3D Printing), kesehatan dan bioteknologi (algoritma cerdas untuk memantau kesehatan pasien), keuangan (financial technology), layanan logistik dan transportasi (drone), pertanian (big data kesuburan tanah), building and facility information modeling, energi (mobil listrik, autonomous driving car), hukum (Intellectual property, personal privacy), politik (voter profiling) dan lain-lain,”ujarnya.

Perubahan tersebut memiliki konsekuensi terhadap perspektif pendidikan masa depan. Fakultas Teknik Universitas Andalas kata Insannul Kamil, sebagai institusi penyelenggara pendidikan tinggi teknik dituntut untuk memberikan keterampilan analisis data, artificial intelligent, teknologi dan machine learning, serta mampu untuk berpikir secara kreatif dan inovatif kepada mahasiswa.

“Pendidikan tinggi teknik memiliki tanggung jawab utama dalam mempersiapkan generasi muda masa depan yang mampu menghadapi tantangan dan tekanan kemajuan teknologi dan inovasi,”ujarnya.

Oleh karena itu, kata Nanuk, membangun bangsa dan Negara melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan suatu keniscayaan.

“Sumber daya manusia yang produktif, kreatif dan inovatif akan mampu menjadikan Bangsa Indonesa memiliki jati diri sebagai sebuah bangsa yang besar dengan kemampuan teknologi yang handal di berbagai bidang,”ujarnya.

Capaian Teknik Unand

Fakultas Teknik Universitas Andalas sampai saat ini telah menghasilkan jumlah lulusan yang terdiri dari; (1) Teknik Mesin (S1 1.987 orang dan Magister 33 orang), (2) Teknik Sipil (S1 2.588 orang dan Magister 128 orang), (3) Teknik Industri (S1 1.118 orang dan Magister 40 orang), (4) Teknik Lingkungan (S1 607 orang) dan (5) Teknik Elektro (S1 1.314 dan Magister 48 orang).

“Untuk meningkatkan daya saing lulusan, saat ini semua program studi sedang menyiapkan akreditasi internasional ABET (Accreditation Board for Engineering and Technology) IABEE (Indonesian Accreditation Board For Engineering Education),”ujarnya.

Dan pada kurun waktu 2017- 2020 ditargetkan semua program studi dilingkungan Fakultas Teknik telah diakreditasi ABET. Hal ini akan memberikan dampak terhadap daya saing dan kesempatan lulusan Fakultas Teknik dalam persaingan global.

“Keberhasilan pencapaian akreditasi Internasional akan sangat ditentukan oleh komitmen bersama, baik dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, pimpinan Fakultas dan Universitas,”ujar Insannul Kamil disambut tepuk tangan gemuruh undangan yang hadir di convention hall Unand.

Selain itu untuk mendorong penguatan inovasi, hilirisasi dan komersialisasi hasil riset. Pada saat ini dosen Fakultas Teknik telah memiliki 65 kekayaan intelektual, terdiri atas 22 Paten (2 telah granted), 2 Desain Industri dan 41 Hak Cipta.

Dan karya ilmiah yang membanggakan pada Dies Natalis ke 33, di Tahun 2017, terdaftar 11 kekayaan Intelektual, 1 paten sederhana, 3 hak cipta program komputer dan 37 hak cipta buku. Terjadi lompatan lebih seratus persen dari pencapaian tahun 2016.

Dan sekarang Fakultas Teknik Universitas Andalas telah memiliki sebanyak delapan orang guru besar, sebuah peningkatan hampir 100 persen dalam 3 tahun terakhir. Dengan jumlah dosen berpendidikan doktor terbanyak di Universitas Andalas, jumlah guru besar di Fakultas Teknik Universitas Andalas harus selalu meningkat signifikan di masa yang akan datang.

“Peningkatan jumlah Guru Besar di Teknik Unand, tentunya akan memberikan dampak langsung terhadap pencapaian dan prestasi Universitas Andalas pada masa yang akan datang,”ujar Nanuk.(wandi/rilis: ftunand)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *