Kumcer Dua Pilar Rindu Dibedah

oleh -174 views
oleh
174 views
Buku Kumpulan Cerpen Dua Pilar Rindu dibedah, yuuk ikut lewat daring, gaess. (dok)

Padang, — Kumpulan Ceper (Kumcer) Dua Pilar Rindu sangat renyah dibaca banyak kalangan, makin laris pastinya, karena Rumah Produktif Indonesia (RPI) Sumatera Barat dan Komunitas Penulis Minang (KPM) akan membedah buku Kumcer itu.

Buku tersebut ditulis 20 orang siswa binaan Bengkel Literasi Rakyat Sumbar.
Bedah buku tersebut menghadirkan dua pemantik diskusi, Muhammad Subhan (Penulis dan Pegiat Literasi), dan Dra Yenni Putri, MM (Pengawas Inspiratis tk Nasional tahun 2021 dan Penulis) serta mendatangkan ada tiga dari 20 penulisnya.

Ketiga penulis itu, Zhilan Zhalila, Nurul Fazira Pratama dan Reyhan Meldi Santana.

Menurut Magdalena (RPI) dan Amnanoor (KPM), bedah buku ini ditujukan untuk terus menumbuhkan semangat berkarya dan membahas karya-karya yang dihasilkan penulis asal Sumatera Barat.

“Apalagi Dua Pilar Rindu ditulis oleh pelajar dan mahasiswa, tentu akan sangat menarik untuk dibahas,” katanya.

Dua pembahas atau pemantik diskusi, keduanya penulis. memiliki latar belakang yang berbeda. Muhammad Subhan adalah seorang jurnalis dan berkiprah di dunia kepenulisan. Sekaligus merupakan seorang pegiat literasi dengan bergudang pengalaman.

Yenni Putri atau lebih akrab disapa Bunda Yenni, berlatar belakang seorang guru.

Yenni saat ini, menjadi Pengawas Pendidikan di Dinas Pendidikan Sumbar. Dua karya tulisnya, mengantarkan Bunda Yenni berprestasi tingkat Nasional. Akhir 2021, Ia dinobatkan sebagai Pengawas Inspiratif tingkat Nasional. Sebelumnya, Kepala Sekolah Berprestasi tingkat Nasional.

“Banyak indikator penilaiannya. Salah satu diantaranya dinilai dari karya tulis,” kata Bunda Yenni.

Dibeli Ketua LKAAM

Di sisi lain, ada hal menarik dari buku kumpulan Cerpen berjudul Dua Pilar Rindu ini. Mantan Walikota Padang, dua periode, Fauzi Bahar, M.Si Datuk Nan Sati, yang juga Ketua LKAAM Sumbar, secara sengaja memesan buku tersebut.

Ketika disampaikan kepadanya, buku yang dipesannya adalah buku kumpulan Cerpen ditulis remaja, beliau justru balik bertanya.

“Apa salah, kalau abang membelinya?” tanya beliau.

Ia juga meminta, minimal agak seorang penulisnya memberikan tanda-tangan di buku tersebut.

“Saya menyampaikan salam hormat kepada mereka. Di usia muda mereka bisa berkarya, karya tulis adalah bentuk berkarya untuk keabadian,”ujar Fauzi yang dinobatkan Tokoh Amazing oleh 7 media online di Sumbar sembari melanjutkan, “Saya hanya bisa memberikan apresiasi dengan membeli buku karya mereka,” bebernya.

Di mata Fauzi Bahar, semua yang dilakukan anak muda tersebut, sudah berada di jalur yang baik dan benar.

Tingkatkan terus kreativitas menulisnya karena menulis hanya bisa dilakukan oleh orang-orang pilihan.

Fauzi Bahar menyebutkan, kreativitas menulis yang dilakukan merupakan langkah penting untuk menapak masa depan. Menulis adalah sebuah aktivitas yang akan terus dikenang sepanjang masa. Apalagi menulis dalam bentuk buku.

Di sisi lain, Pemimpin Redaksi Harian Umum Rakyat Sumbar Firdaus Abie menyebutkan, saat ini, Bengkel Literasi Rakyat Sumbar memiliki empat kelompok angkatan.

Kelompok pertama, ada pada kelas Jurnalis Kampus Rakyat Sumbar. Kelas ini diisi mahasiswa dari berbagai kampus di Sumbar.

Kelompok kedua, Jurnalis Pelajar Rakyat Sumbar. Kedua kelompok ini merupakan kelompok yang lebih senior. Ada yang sudah berlatih tiga hingga empat tahun.
Kehadiran kelompok ini dari hasil rekrutmen berbagai pelatihan yang diadakan Harian Umum Rakyat Sumbar di berbagai kampus dan sekolah.

Hajatan bedah buku tersebut dilakukan dalam bentuk Daring. Peserta bisa bergabung dengan Meeting ID: 86447547935, dan Passcode: produktif. Kegiatan dilaksanakan Jumat 28 Januari 2022, mulai pukul 13.30 WIB. (rilis: fab)