Kupas Tuntas Peran Jurnalis dan Makna Terpilihnya Adrian ‘Toaik’ Tuswandi Nakhodai JPS Sumbar

oleh -547 views
oleh
547 views
Ketua terpilih (tengah) Adrian Tuswandi bersama Pembina JPS, H.Leonardy Harmaini, HM.Nurnas dan M.Khadafi serta Heri Sugiarto. (grp)

Oleh : Ilhamsyah Mirman

Founder Ranah Rantau Circle/RRc

TANTANGAN terberat bagi media dan insan pers hari ini berasal dari internal jurnalis itu sendiri, bukan dari pihak luar.

Dengan kebebasan yang besar dan keleluasaan mewarta berita membuat pilar ke empat demokrasi ini berpengaruh besar pada kehidupan berbangsa bernegara, termasuk di helat besar demokrasi pemilu serentak 2024.

Untuk itu, suka atau tidak suka, jurnalis harus berpihak untuk mencerdaskan pendidikan politik rakyat, terutama dalam melawan kekuatan pemodal yang merecoki kenetralan profesi pers.

Peran strategis jurnalis ini mengemuka dalam diskusi yang diadakan oleh Jaringan Pemred Sumbar (JPS) di Kafe Kupi Batigo, Jumat 13/1-2023 oleh Dosen Universitas Andalas Dr. Hary Efendi.

Acara yang dibuka secara resmi oleh Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi diadakan dalam rangka ulang tahun ke 3 (tiga) dan pemilihan Koordinator Jaringan Pemred Sumbar (JPS) periode 2023-2026.

“Bukannya menggurui, tapi kalau bisa liputan permasalahan di tengah masyarakat agak diperbanyak, seperti di Pariaman, kampung saya, banyak orang miskin yang perlu diberitakan,” ujar Dr Hary Efendi memberi salah satu contoh.

“Agak berimbanglah, jangan hanya setiap sumbangan anggota DPR atau DPD diberitakan terus menerus,$ sambung aktivis 98, seraya menyampaikan permintaan maaf karena pandangan tersebut lebih sebagai curhatan yunior kepada pimpinan awak media yang sebagian besar seniornya, baik di kampus maupun dalam aktifitas sosial kemasyarakatan.

Diskusi bertema “Netralitas Jurnalis dalam Pemilu 2024” menampilkan pembicara Komisioner Bawaslu Muhammad Khadafi dan Komisioner KPU Sumbar Izwaryani serta Kapolda Sumbar yang diwakili AKBP Zulkafde.

Acara dipenuhi insan media terkemuka Sumbar, dimoderatori jurnalis senior Nofrianto “Ucok” dengan menampilkan keynote speaker Anggota DPD RI sekaligus Dewan Pembina JPS Sumbar Leonardy Harmainy.

Koordinator JPS Heri Sugiarto memberi kata pengantar sekilas perjalanan organisasi dan upaya yang telah dilakukan selama tiga tahun, dilanjutkan sambutan anggota DPRD Sumbar HM Nurnas. Seperti biasa Cak Nurnas, panggilan akrab Dewan Pembina JPS itu membuat suasana penuh keakraban bernuansa kekeluargaan yang kental, berkelindan dengan semangat pembawa acara Mona Sisca.

Gubernur Mahyeldi menyambut baik kehadiran JPS yang dalam usianya memasuki tiga tahun banyak membantu dalam menyambung lidah ke masyarakat dan mensosialisasikan program pemerintah daerah Sumatera Barat.

Tampak hadir (plt) Kadis Kominfotik Sumbar Widya Hatta, mantan Bupati 50 Kota Irfendi Arbi, Ketua KI Sumbar Nofal Wiska bersama Komisioner Adrian Tuswandi, Arif Yumardi dan Tanti Endang Lestari serta sejumlah tokoh, seperti Sastri Y Bakry, HM Tauhid, Ujang Kencana, Humas BPS Sumbar.

Pada sesi tanya jawab, Isa Kurniawan menggugat netralitas pers yang sebenarnya secara formal tidak dilarang sama sekali. Berbeda dengan ASN, pegawai BUMN/BUMD, Kepala Desa dan lainnya yang diatur oleh undang-undang.

Sedangkan Irfendi Arbi mempertanyakan bagaimana upaya menghilangkan money politic dalam proses pemilu. Dosen Fakultas Ilmu Sosial yang juga Kepala Pusat Riset Kearifan Lokal UNP Wirdanengsih mengingatkan akan pentingnya nilai-nilai kearifan lokal Minang dalam pemilu badunsanak dalam upaya menjaga netralitas pemilu. Sekalipun potensi berbeda pilihan menjadi hal tak terhindarkan, namun hendaknya tidak memutus silaturrahim dan rasa badunsanak.

Kemeriahan tak dipungkiri kian membuncah dengan lagu Selamat Ulang Tahun yang ditandai tiup lilin Gubernur Mahyeldi dan pemotongan kue serta foto bersama oleh peserta dan tamu yang hadir dari berbagai kalangan.

Selain Diskusi dan Gebyar Ulang Tahun, acara dilanjutkan dengan pemilihan Koordinator JPS. Diikuti oleh para pimpinan redaksi dan pembina, terpilih secara aklamasi Komisioner KI Sumbar, Adrian ‘Toaik’ Tuswandi.

Seakan merespon gugatan Ajo Harry, Pempinan Redaksi Tribun Sumbar, selain berterima kasih atas amanah yang dititipkan, langsung menegaskan keberpihakannya pada publik.

“Walau langit runtuh sekalipun namun JPS harus eksis dan tampil di depan membela hak-hak masyarakat Sumbar khususnya, Indonesia umumnya”, tekad Toaik, panggilan akrab alumni Fakultas Hukum Universitas Andalas itu. Langkah awal yang baik untuk melanjutkan roda organisasi.

Bravo JPS, Dirgahayu ke 3, Selamat menakhodai kapal besar pilar demokrasi Sumbar… Semoga terus Berjaya untuk kemajuan negeri dan nagari…(analisa)