Kurva Covid Sumbar Landai, Jangan Lengah

oleh -582 views
Jasman Rizal (foto: dok)

Oleh: Jasman Rizal

Kepala Biro Humas Setdaprov Sumbar

“Untuk kita renungkan Dunsanak dan Saudara-2ku semua…”

ADA perkiraan bahwa puncak kurva penyebaran Covid-19 di Sumbar akan terjadi pada Minggu ke-3 Mei 2020. Ada perhitungan dan analisa tim pakar menyatakan demikian.

Ini bisa terjadi kalau kita tidak disiplin melakukan semua upaya pencegahan yang telah diarahkan oleh pemerintah. Saya tidak bermaksud menakuti kita semua, namun itulah yang akan terjadi jika kita tidak disiplin mematuhi semua anjuran pemerintah dimaksud.

Sebagai gambaran, menurut para ahli bahwa kondisi saat ini di sumbar masih dalam kurva landai dan masih 14 orang yang positif Covid-19. Sementara yang telah masuk ke Sumbar sudah ribuan. Apakah ada jaminan yang baru masuk ke sumbar tidak membawa virus corona? Apalagi yang baru masuk tersebut dari daerah yang telah banyak terjangkit Covid-19. Kalau tidak terkontrol, diprediksi ratusan bahkan bisa ribuan warga sumbar akan positif Covid-19.

Bisa jadi saat diperiksa awal karena imunitas tubuhnya baik, gejalanya tidak kelihatan, padahal dia sudah positif kena Virus Corona. Artinya, dia adalah carier atau pembawa virus yang akan pasti ditularkannya kepada orang lain. Dia dan orang lain tidak akan tahu bahwa mereka telah positif corona. Orang yang baru ditularinya itu nantinya juga akan berinteraksi dengan orang lain, keluarga, anak ponakannya. Akhirnya semuanya akan kena dan terpapar virus. Ini sungguh menakutkan jika terjadi.

Makanya, sangat dianjurkan kepada masyarakat yang mau tidak mau tetap harus pulang kampung, kiranya berkenan untuk mengisolasi diri selama 14 hari di rumahnya, tanpa kontak dengan orang lain, jangan ke lapau dan lain-lain. Betul-betul berkurung. Sebelum itu, laporkanlah diri ke fasilitas kesehatan terdekat agar kita selalu dipantau oleh tim medis.

Ada juga nantinya, bagi warga yang masuk ke sumbar, disediakan pusat karantina di berbagai tempat. Pusat karantina ini dilengkapi dengan tim medis, labor, sanitasi yang baik dan pengawasan penuh tim kesehatan.

Nantinya, mereka akan di check kesehatan, apakah positif dan negatif. Bagi yang negatif dipersilahkan pulang, dan bagi yang positif akan di perlakukan khusus oleh tim kesehatan untuk ditindaklanjuti sesuai protap yang ada.

Kalaulah semua anjuran pemerintah diikuti, insyaa Allah prediksi pakar tersebut tidak akan terjadi dan kita semua akan kembali hidup normal, perekonomian jalan lagi dan anak-anak dapat bersekolah seperti biasa.

Untuk itu, kembali kami imbau, tetaplah jaga jarak, selalulah pakai masker, tetap di rumah, rajin cuci tangan dengan air mengalir, setiap pulang dari luar ganti pakaian dan langsung mandi, hindari kerumunan, banyak makan buah yang mengandung vitamin C dan E, selalu minum air hangat, tidur yang cukup, olah raga dan kelola stress dengan baik. Stres itu perlu, namun harus dikelola dengan benar.

Ini tugas kita semua untuk melawan penyebaran virus corona di Sumbar. Ini tanggungjawab kita semua membersihkan corona dari sumbar. Apa yang bisa kita lakukan, lakukanlah. Kalau ada dunsanak kita yang baru datang ke kampung halaman, ingatkanlah dia agar mematuhi semua aturan protokol kesehatan. Beri tahu orang tuanya, sanak familinya agar yang bersangkutan disiplin mengisolasi diri selama 14 hari.

Pemprov Sumbar bersama Kabupaten Kota yang merupakan pintu gerbang masuk ke sumbar, telah membuat posko pemantauan orang masuk. Diposko akan di check kesehatan dan diminta mengisi formulir yang nantinya formulir tersebut akan dikirimkan kepada kabupaten kota tujuan.

Kalau ada gejala demam, batuk, panas tinggi dan sesak nafas, maka yang bersangkutan tidak boleh langsung ke rumah, namun dirujuk dulu ke pusat karantina yang telah disediakan pemerintah provinsi Sumatera Barat atau yang telah disediakan oleh Kabupaten Kota masing-masing.

Jangan merasa malu atau takut diperiksa kesehatannya, karena semakin cepat diketahui akan semakin cepat proses penyembuhannya.

Namun yang terpenting dari itu semua setelah kita ikuti protokol kesehatan dengan baik, tetaplah berserah diri kepada Allah SWT. Hidup mati kita dalam genggaman-Nya. Tiada daya upaya selain kekuatan Allah Sang Maha Kuasa…

Semoga dengan kedisiplinan kita semua, Allah SWT berkenan segera mengakhiri wabah ini dan kita hendaknya menjadi orang-orang yang bersyukur…

Tetap sehat, tetap waspada, namun jangan panik, serahkan semua kepada Allah SWT… Insyaa Allah… (analisa)