Lab Biomedik Beroperasi, 16 Sample Pasien PDP Corona Diperiksa

oleh -287 views
Gubernur Sumbar Irwan Prayitno dan Kapolda Irjen Pol Toni cek operasi perdana Laboratorium Biomedik Fak Kedokteran Unand, Selasa 24/3 (foto: dok/rie)

Padang,—-Hari ini Selasa 24 Maret resmi Laboratorium Biomedik Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (FK-Unand) Padang beroperasi setelah mendapat izin dari Kemendes RI.

16 Pasien Dalam Pemeriksaan (PDP) virus corona mulai diteleskop peneliti virus di labiratorium itu, sampel diambil mulai swab hidung dan tenggorokan pasien dalam pengawasan (PDP) virus korona (Covid).

Pemeriksaan sampel yang dikirimkan dari rumah sakit (RS) rujukan melalui dinas kesehatan tersebut, untuk memastikan apakah pasien tersebut positif terpapar Covid-19 atau tidak.

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno bersama Kapolda Sumbar Irjen Pol Toni Harmanto mencek kesiapan laboratorium di Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi FK-Unand itu, Selasa (24/3) siang.

“Insya Allah, hari ini (24/3) sudah mulai dilakukan pemeriksaan atau diagnosa (swab) pasien untuk memastikan apakah terinfeksi Covid-19 atau tidak,”ujar  Irwan Prayitno.

Untuk tahap awal, diperiksa sebanyak 16 sampel pasien dari RSUP M Djamil Padang sebagai salah satu RS rujukan di Sumbar.

“Diutamakan pasien PDP (pasien dalam pengawasan) yang ada di RSUP M Djamil. Data kemarin 15 (pasien), tadi saya cek data terakhir ada tambahan satu lagi,” ungkapnya.

Dalam kesempatan ini, gubernur juga mengungkapkan agar lebih banyak swab pasien yang bisa diperiksa termasuk orang dalam pemantauan (ODP), laboratorium masih butuh peralatan Polymerase Chain Reaction (PCR) dan beberapa alat kesehatan lainnya sebagai pendukung pemeriksaan.

“Jika (peralatan) itu terpenuhi, swap pasien ODP pun bisa diperiksa di laboratorium ini,” imbuhnya.

Sebelumnya, Kepala Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi FK Unand, Dr. dr. Andani Eka Putra menyebutkan, dalam sehari laboratorium itu bisa memeriksa 150 sampai 200 sampel. Namun, pihaknya masih membutuhkan tambahan mesin PCR, antiseptik, disinfektan dan alat pelindung diri (APD).

“Saat ini kita sudah punya 3 mesin realtime Polymerase Chain Reaction (PCR), 2 Biological Safety Cabinet (BSC) level 2 dan peralatan pendukung lain, sehingga diharapkan kita dapat memeriksa sekitar 150-200 sampel per hari. Kita masih harapkan tambahan 1 mesin lagi,” jelas Andani di WA Grup Kawal Covid-19 Sumbar, Sabtu (21/3) malam.

Bahan reagen untuk pemeriksaan sampel dibeli dari Korea Selatan, ditanggung biayanya oleh Pemprov Sumbar sehingga pasien tidak dipungut biaya.

“Prioritas pasien adalah PDP (pasien dalam pengawasan), tenaga kesehatan yang kontak langsung dan ODP (orang dalam pemantauan),” tukasnya.

Sampel yang nantinya diperiksa, diterima pihak laboratorium dari Dinas Kesehatan. Lama pemeriksaan (uji spesimen) diperkirakan selesai dalam 24 jam.

“Jadi kita hanya menerima (dan memeriksa, red) saja,” imbuhnya.(*own/rie)