Lagi Padang Panjang Pionir, Bansos APBN Mengucur ke Warga Terdampak Covid-19

oleh -166 views
Wako Padang Panjang Fadly Amran sebut Bansos Kemensos RI mulai mengucur untuk warga terdampak Covid-19, Rabu 6/5 (foto: dok/ gusdie)

Padang Panjang,—-Bantuan Sosial (Bansos) dari Kementerian Sosial RI bersumber dari APBN secara bertahap mulai dikucurkan kepada masyarakat Padang Panjang, khususnya bagi penerima Bansos pemilik rekening BRI dan BNI.

Sementara penerima lewat jalur PT. Pos Indonesia tinggal proses penyaluran. Pasalnya, bantuan sudah di Pos Indonesia Cabang Kota Padang Panjang Pemerintah Pusat mempercayakan PT Pos Indonesia, BRI dan BNI dalam penyaluran Bansos untuk masyarakat terdampak corona.

”Allhamdulillah bantuan dari Kemensos untuk program Jaring Pengaman Sosial (JPS) bagi warga terdampak Covid-19, secara bertahap untuk 5000 KK yang diusulkan Pemerintah Kota Padang Panjang kepada Kemensos RI mulai dikucurkan,”ujar Walikota Padang Panjang Fadly Amran Rabu 6/5 dirilis Kominfonya.

Bahkan dengan gamblang Fadly yang terkenal dengan kepenimpin transparan dan terbuka membeberkan kepala keluarga penerima Bansos Kemensos RI tersebut.

”Adapun yang sudah menerima bantuan uang tunai, yaitu 174 KK pemilik rekening BNI dan 136 KK pemilik rekening BRI.
Sementara, 3000 KK lewat PT Pos akan segera disalurkan. Dari hitungan tersebut, tinggal 1700 KK lagi yang sedang diproses Kemensos,”ujarnya.

Bantuan Langsung Tunai itu diberikan sebesar Rp. 600.000,- per KK setiap bulan, selama tiga bulan berturut turut. Walikota Padang Panjang berharap bantuan tersebut bermanfaat bagi penerima. Kemudian, bagi yang belum menerima, Wako berharap bisa bersabar.

“Mudah mudahan bantuan ini bisa dipakai sebaik baiknya. Kemudian bagi yang belum menerima, dimohon untuk bersabar dulu karena dalam waktu dekat bantuan ini akan disalurkan,”ujar Fadly Amran sembari mengajak masyarakat Padang Panjang lainnya yang terdampak penanganan Covid-19  belum menerima bantuan, untuk datang ke Dinas Sosial.

“Pihak Dinsos akan memproses secara administrasi,”ujar Fadly (rilis: hrs/kominfo)