Launching dan Bedah Buku Yusri Umar, Potret Seseorang Indrustialis

oleh -465 views
Hary Efendi Iskadar (foto: google/ pariamantoday.com)

Oleh :                                                              Hary Efendi Iskandar, SS. MA

BUKU biografi “Yusri Umar: Potret Seorang Industrialis yang ditulis oleh Bung Fajar Rusvan adalah satu diantara beberapa karyanya yang lain; Bang Saidal; Konsistensi Anak Zaman (2007), Fachri Ahmad; Sebuah Reportase Memorial (2014); Satni Eka Putra; Lika Liku Pengabdian Dalam Syukur dan Kearifan (2016); dan Profil 100 Tokoh Alumni Universitas Andalas (2016).

Kemampuannya melahirkan beberapa karya sejarah, berupa biografi tentu saja tidak diragukan lagi. Berbekal pengetahuan yang diperolehnya di Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas dan pengelanaannya di wahana dunia tulis-menulis, Fajar Rusvan dapat menyuguhkan konstruksi narasi yang terurai dalam karya-karya dengan rasa yang berbeda.

Biografi sejarah yang disuguhkan dengan format yang tidak kaku dan terikat dengan ketentuan-ketentuan historiografis-akademik. Dengan sadar dan sengaja, sepertinya penulis mempersembahkan karya biografi ini serasa membaca sebuah novel, yang membuat kita sebagai pembaca tersedot dan terbuai dengan alunan kata dan kisah yang sedang dinukilkan. Ya, kita serasa membaca sebuah novel yang berisi drama kehidupan seseorang dari awal hingga menapaki akhir. Saya begitu menikmati caranya menyampaikan perkisahan ini.

Selain itu, dari aspek struktur penulisan, penulis tidak lagi memperhatikan aspek proses waktu dan latar, sehingga terkesan tidak runtut dan sistematis. Namun unsur kesengajaan penulis ini dapat dipahami agar karya ini lebih menarik dibaca oleh publik. Kerja intelektual yang dilakukan Bung Fajar Rusvan ini adalah hal yang patut kita apresiasi, tidak hanya memperkaya khasanah historiografi pada satu pihak, akan tetapi juga menyebarluaskan pengalaman-pengalaman hidup orang-orang “hebat” dalam zamannya, untuk membangun peradapan sejarah ummat manusia masa datang yang lebih baik.
Beberapa pokok pikiran yang penting terkait dengan biografi Yusri Umar: Potret Seorang Industrialis karya Bung Fajar Rusvan ini antara lain:

1. Karya ini kembali membuktikan dan memperkuat pandangan bahwa adannya kesempatan yang sama untuk membuat sejarah, ataupun dicatat dalam dalam perjalanan sejarah di muka bumi ini, terhadap siapa saja tanpa memandang status, suku, agama, kelas sosial dan seterusnya. Kuncinya terletak pada usaha, kerja keras, disiplin, konsistensi dan berserah diri pada pada Sang Khalid. Bang Yusri Umar adalah satu diantaranya yang telah menorehkan itu. Berlatar keluarga pedagang yang sederhana dan jauh dari kota besar, seorang anak Kampung Panai-Silungkang (hlm. 59), sejak dini telah diajarkan tentang begaimana menaklukkan dunia dengan cara berdagang seperti bajojo pinukuik, kerupuk balodo dan lain-lain (hlm. 73)

2. Bang Yusri Umar seorang Leadership yang Lurus dan Benar .
Jarang sebuah perusahaan yang dibangun atas kongsi keluarga, apalagi melibatkan keluarga besar dari pihak istri, mulai dari mertua (Aziz Burhan), dan beberapa orang adik ipar (Hasma, Salmi, Yunus Aziz) dan beberapa kerabat lainnya (hlm. 28) dapat tumbuh dan berkembang menjadi unit usaha besar. PT Nusantara Beta Farma yang didapuknya telah membuktikan sebaliknya. Kesuksesannya ini tentu tidak bisa dipisahkan dengan sosok sentral Yusri Umar yang tenang, hemat bicara, namun cermat dalam bertindak. Karakter kepemimpinan yang dibentuk dan tempaan nilai-nilai agama dan adat budaya Minangkabau yang bersendikan pada jalan yang benar dan lagi lurus.

3. Hal yang cukup menarik terhadap sosok Yusri Umar adalah sosok pengusaha sejati. Seorang penguasaha/industrialis yang tidak terpengaruh dengan pemikiran Yahya Muhaimin (1990) yang menjelaskan tentang tali-temali urusan bisnis dengan politik seperti yang jamak dilakukan oleh pengusaha di negeri ini. Untuk mengembangkan dunia bisnisnya, para pengusaha tersebut melibatkan diri dalam dunia politik sehingga dengan mendapatkan kemudahan dalam urusan bisnisnya. Sebagai seorang yang berlatarbelakang aktivis mahasiswa, dan bahkan pernah menjadi Ketua Umum HMI Cabang Padang (1976-1977) (hlm. 173-175), Pengurus Muhamadiyah Kota Padang (1985-1990) (hlm. 246) bukan hal yang sulit baginya untuk masuk dalam dunia politik dan kekuasan. Namun kesempatan itu sepertinya ditutup rapat. Pilihan hidupnya yang konsisten di dunia industri farmasi menjadi pembeda dengan para mantan aktivis lainnya. Ia sunguh sangat konsisten menjalani profesinya dengan profesional.

4. Pengusaha “Niniak Mamak”.
Narasi yang dipaparkan oleh Fajar Rusvan secara eksplisit menghadirkan dirinya sebagai seorang pengusaha “ninik mamak”, artinya ia amat peduli dan mengabdikan dirinya untuk kepentingan orang banyak. Selalu menebar kemamfaatan. Anak dipangku, kemenakan dibimbing, urang kampung dipaternggangkan. Hal yang paling menarik itu adalah soal pendirian LAZ PKS (Lembaga Amil Zakat- Persatuan Keluarga Silungkang) Kota Padang (hlm. 229).

Lembaga sosial ini telah memberikan beasiswa kepada mahasiswa-mahasiswa dari Silungkang dan telah menamatkan 143 orang S1 dan D3, dan 3 orang tamat S2 (hlm. 239). Gerakan semacam ini masih tergolong langka dilakukan oleh organisasi kedaerahan di Sumatera Barat. Kalaupun ada namun tidak berkelanjutan.

5. Yusri Umar seorang Industrialis yang Tawadu’ Kunci utama kesuksesan Yusri Umar dalam merintis dan mengembangkan usahanya adalah keyakinanannya yang penuh akan kuasa Allah. Ia menempatkan unsur transenden ini sebagai landasan utama dalam menjalankan setiap upaya yang dilakukannnya. Sikap ini yang membuatnya selalu tenang menghadapi berbagai cobaan dan rintangan yang mengujinya.
Beberapa pokok pikiran di atas, adalah bacaaan saya terhadap karya birografi yang dituliskan dengan gaya mengalir oleh Bung Fajar Rusvan. Nilai-nilai baik yang diungkap dalam karya biografi ini mudah-mudahan menjadi pelajaran penting bagi generasi muda, terutama yang memilih jalan untuk berkarir dalam dunia wirausaha. Semoga Bung Fajar diberi kesempatan untuk menerbitkan karya-karya berikutnya. Aamiin.(analisa)