Lebaran 1438 H, Komunitas Palanta Awak Basamo Perkukuh Silaturahim

oleh -947 views
oleh
947 views
Silaturahim dunsanak warga PAB di Ikan Bakar Transito Padang, dari kiri ke kanan: Kapten. CPM KGP. Arfin. BA, Letkol. CPM. Muhadini. {Dandenpom Padang}, Chepi, Brigjen. TNI. Heru Suryono dan Brigjen. Pol. Zakhlin Letter, Kamis 29/6 (foto: dedi)

*Silaturahim Kunci Satunya Urang Awak*

Silaturahim dunsanak warga PAB di Ikan Bakar Transito Padang, dari kiri ke kanan: Kapten. CPM KGP. Arfin. BA, Letkol. CPM. Muhadini. {Dandenpom Padang}, Chepi, Brigjen. TNI. Heru Suryono dan Brigjen. Pol. Zakhlin Letter, Kamis 29/6 (foto: dedi)

Padang,—Lebaran Idulfitri memang jadi sarana waktu mempererat silaturahim orang minang Sumatera Barat.

“Kekuatan silaturahim sangat besar  makananya dan berdampak positif yang sangat luas, terutama menguatkan rasa kebersamaan dan persatuan urang awak di mana saja berada,” ujar Yunadi, pentolan Komunitas Palanta Awak Basamo (PAB) saat acara silaturahim komunitas itu di Rumah Makan Transisto Padang, Kamis 29/6 kemarin.

Ciri orang minang itu menurut Yunadi suka berkumpul dan bercerita, kalau di kampung saat lebaran cerita bisa kemana-mana dan selalu diselingi canda dan tawa.

“Meski bagarah (senda gurau) namun tetap memikirkan kemajuan Ranah Minang dan berbagi peduli kepada sesama urang awak,”ujarnya.

Yunadi seorang pengusaha di Jakarta ini mengaku sangat bersyukur pada lebaran tahun ini karena tidak lagi mendengar berita yang horor di dari kampung halaman.

“Alhamdulillah, meski orang rantau minang ribuan pulang mudik baik secara bersama lewat jalan sarat maupun sendiri menggunakan moda transportasi lain, tidak ada kecelakaan yang mengerikan, semoga pas balik kembali ke daerah rantau tetap selamat sampai tujuan,”ujarnya.

Pada kesempatan pertemuan PAB itu, juga menyorot soal tradisi pulang kampung atau mudik serta halal bi halal dan hikmah dibalik tradisi tersebut.

Menurutnya, mudik atau pulang kampung ada hikmah yang sangat dalam di situ ada buhul silaturahim yang longgar erar kembali.

“Kekuatan silaturahim sangatlah besar dan berdampak positif yang sangat luas. Saya berharap dengan semangat silaturahim ini, kebersamaan dan persatuan serta kegembiraan bersama tidak hanya saat bulan Ramadhan dan hari raya Idulfitri saja, namun semangat tersebut bisa teraktualisasi pada kehidupan sebelas bulan setelah ini,”ujarnya.

Menurutnya silaturahim juga bisa menjadi kekuatan pemersatu bangsa. Segala permasalahan bangsa terutama terkait dengan perbedaan antara urang awak sesama di rantau bisa terselesaikan lewat kata sakti di bulan ini, maaf kahir dan bathin minal aidzin wal faidzin.

Yunandi mengingatkan agar PAB ini harus tetap menjaga kompak supaya jangan sampai pertemuan tersebut menjadi ajang politisasi sempit kental kepentingan sesaar.

“Saya mengapresiasi kegiatan silaturahim PAB, apalagi banyaknya orang hebat-hebat di PAB ini, jadi suatu kebangan urang awak di rantau, seperti Mayjen Markoni dan lain-lain. Kita jangan sampai terpecah belah. Saya harapkan pertemuan PAB ke depan akan menghasilkan satu solusi yang konkrit terkait masalah Sumatra Barat,”ujarnya.(dedi)