Legislator itu Fungsi Esensialnya Penyambung Lidah Rakyat

oleh -113 views
Hj Nevi Zuairina menyebut wakil rakyat itu hanya sebuah jembatan yang berfungsi menyambung aspirasi rakyat ke pemerintahan atau kekuasaan, Selasa 1/9 (foto: dok/nzvoice)

Jakarta,—-Hj Nevi Zuairina, Anggota Komisi VI DPR RI dari daerah pemilihan (Dapil) Sumatera Barat II, pada sela-sela rapat paripurna Selasa 1/9 kemarin mengatakan esensial seorang legislator atau wakil rakyat itu fungsinya  penyambung lidah rakyat.

“Hari ini tepat 11 bulan anggota DPR RI mengemba amanah rakyat diwakilinya konsekuensi meriahbsuara terbesar pada Pemilu 2019. Hari ini kita melaporkan kerja wakil rakyat 11 bulan. 1 Oktober baru genap satu tahun kita menjalankan fungsi sebagai wakil masyarakat,”ujar Nevi Zuairina, di Paripurna DPR RI kemarin.

Menjelang  Tahun sidang ke dua periode DPR RI 2020-2021 tantangan tugas pasti makin berat dan komplek.

Politisi perempuan nasional PKS ini menekankan  fungsi legislasi, anggaran dan pengawasan yang melekat pada anggota DPR memang harus disertai dengan kedekatan kepada rakyat.

“Karena dekat dengan rakyat inilh fungsi esensial seorang anggota DPR, yaitu menjadi penyambung lidah rakyat kepada pemerintah,”ujarnya.

Anggota DPR memiliki kewenangan yang minim terhadap eksekusi jalannya pemerintahan. Karena fungsi eksekutif ada di pemerintah. DPR kata Nevi Zuairina menjadi jembatan untuk memperpendek jarak antara rakyat dengan pemerintah agar pembangunan efektif dan tepat sasaran pada daerah-daerah yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Karena setiap daerah, memiliki perwakilan baik di DPD maupun di DPR”, Jelas Nevi.

Politisi PKS itu menjelaskan, bangsa menghadapi berbagai cobaan, baik sebelum masa pandemi yang kini semakin berat keadaannya pada masa pandemi telah di rasakan semua kalangan baik pemerintah hingga seluruh rakyatnya. Berbagai dilema aturan dan upaya untuk menyelamatkan bangsa ini dari keterpurukan kesehatan dan keterpurukan ekonomi terus dilakukan namun hingga saat ini belum juga mendapatkan hasil yang memuaskan.

Nevi mengatakan, Harmonisasi rakyat dan DPR akan semakin diperlukan agar kontrol pemerintah dapat dilakukan dengan baik sehingga seluruh kebijakannya memang benar-benar untuk kemakmuran rakyat.

Fraksi PKS tempat istri Gubernur Sumbar Irwan Prayitno bernaung, kini menjadi satu-satunya oposisi murni yang selalu memberikan masukan yang membangun.

Fraksinya tidak abstain dan memiliki posisi yang jelas, dalam hal kebijakan strategis. Misal pada penolakan RUU HIP, Penolakan Perppu, penolakan Omnibuslaw.

“Kami DPR perlu dukungan masyarakat untuk memperpendek jarak pemerintah dengan rakyanya. Karena posisi PKS sering sendirian dalam berbagai kebijakan strategis, sehingga suara FPKS tertutup dengan masyoritas yang mendukung pemerintah. Kami tidak melakukan segala yang di pemerintah di tolak. Semua yang baik untuk rakyat, akan kami dukung. Semoga kedepannya, DPR semakin dekat dengan rakyat sehingga sinergi pemerintah dengan rakyatnya juga semakin berkualitas,”ujarnya.(rilis: nzvoice)