Legowonya Budi Syukur, Tunggu Tim Penyelesaian Kadin Sumbar

oleh -486 views
Sengaja Budi Syukur pilih legowo selesaikan persoalan dengan Ramal Saleh. (foto: dok)
Sengaja Budi Syukur pilih legowo selesaikan persoalan dengan Ramal Saleh. (foto: dok)

Padang,—Tidak banyak pengusaha memiliki tingkat legowo seperti Budi Syukur, apalagi untuk kemajuan Sumbar biarlah sabar ketimbang melakukan arogansi atau pun brutalisme yang Budi punya kemampuan untuk itu.

“Tidaklah, sabar itu indah dan baik, selagi kita mau dan punya etiket untuk sebuah persoalan, pasti Allah SWT bukakan jalan,”ujar pemilik nama lengkap Sengaja Budi Syukur usia jumpa pers dengan puluhan wartawan di Padang, Senin 11/12 kemarin.

Termasuk persoalan Budi Syukur dengan Ramal Saleh terkait meruncing lagi kisruh Kadin Sumbar, putera Pesisir Selatan ini tetap mengedepankan musyawarah dan mufakat.

“Soal Kadin sebenarnya simpel saja penyelesaiannya, yaitu patuhi perjanjian kesepakatan Jakarta yang kami buat dengan Pak Ramal Saleh dihadapan Ketua Umun Kadin Indonesia lalu diteken di atas matrey bersama-sama,”ujar Budi.

Tapi kalau Kadin bentuk tim penyelesaian, sekali lagi Budi menunjukan sifat legowonya, kemarin dia katakan menunggu tim penyelesaian memannggilnya.

“Awalnya saya heran, tapi setelah saya pikirkan kenapa ikhtiar Kadin saya tolak, ya silahkan tim bentukan Kadin Sumbar bekerja,”ujarnya.

Tapi selaku pengusaha transportasi Sumbar, Budi Syukur orang yang punya prinsipnya komitmen dengan kesepakatan.

“Dunia bisnis itu persainganya ketat kadang culas saling sikut, tapi yang dipegang dalam berbisnis dan mungkin di sektor lain adalah trust (kepercayaan), komitmen dengan janji yang diucapkan apalagu sudah tertulis,”ujarnya.

Dari paparan Budi Syukur itu jelas bahwa dia siap bermusyawarah mufakat selesaikan kisruh dengan Kadin Sumbar.

“Bagaimana pun tim penyelesaian bentukan Kadin bekerja, jelas saya tegaskan bahwa Sengaja Budi Syukur tidak akan mau melenceng dari kesepakatan Perjanjian Jakarta,”ujarnya.

Apakah babak baru kisruh dengan Kadin ini akan bermuara lagi ke pengadilan. “Kita lihat saja dulu tim bekerja, yang pasti saya akan tetap melakukan kajian dengan lawyer dan tim saya,”ujarnya.

Kisruh Kadin Sumbar berawal terpilihnya Ramal Saleh di Musprov Kadin Sumbar, tapi karena pihak Budi Syukur menilai Ramal tidak sesuai menurut aturan main, maka dia melayangkan gugatan ke PN Padang.

Tapi pada prosesnya ada upaya mediasi dilakukan Kadin Indonesia, sehingga ikut andil Ketua Umum Kadin Indonesia, selain itu karena kesepahaman visi membangun Kadin Sumbar, terjadilah kesepakatan perjanjian damai dan Budi Syukur legowo mencabut gugata perdatanya di PN Padang.(wandi)