Lima Hari, 11 Nelayan Hilang di Laut Pessel Belum Ditemukan

oleh -527 views
Tim SAR Gabungan, terus melakukan pencarian 11 nelayan Pessel, Minggu 2/2. (foto: prtmn)

Painan,—Pencarian 11 orang nelayan Kapal Bagan KMP Mitra Utama dan Kapal Bagam Kasih Ibu yang hilang di Muaro Air Haji, Kecamatam Linggo Sari Baganti, Kabupaten Pesisir Selatan sampai hari kelima, Minggu (2/2) tim SAR Gabungan belum juga ditemukan.

Ke sebelas nelayan tersebut:

1. Izal (Bagan KMP Mitra Utama-Air Haji)

2. Engki (Bagan KMP Mitra Utama-Air Haji)

3. Endi (Bagan KMP Mitra Utama-Air Haji)

4. Iwil (Bagan KMP Mitra Utama-Air Haji)

5. Anto (Bagan KMP Mitra Utama-Air Haji)

6. Si Il (Bagan KMP Mitra Utama-Air Haji)

7. Oyon (Bagan KMP Mitra Utama-Air Haji)

8. Muamat (Bagan KMP Mitra Utama-Air Haji)

9. Kimun (Bagan KMP Mitra Utama-Air Haji)

10.Idit (Bagan KMP Mitra Utama-Air Haji)

11. Si Al (Bagan Restu Ibu-Air Haji).

Pencarian tak kenal lelah terus dilakukan Tim gabungan terdiri dari SAR Padang, BPBD Pessel, Pol Airut, TNI AL, Pos SAR Muko – Muko, Kantor SAR Bengkulu, Orari Pessel, Lantamal II, Basarnas Kota Padang, KN Tengiri Perikanan dan Nelayan.

Hingga berita ini diturunkan, rombongan Basarnas Provinsi Sumatera Barat, dan ikut dalam helly Bell PK – URA, rombongan mendarat dilapangam bola kaki Kp. Muaro Air Haji, Kenagarian Pasar Lamo, Kecamatan Linggo Sari Baganti. Kolonel Inf.H.Sugiono ( Kasiops Rem), Letkol Laut Zulkarnaen ( Lantamal) dan Ka Basarnas Provinsi Sumbar. Kedatangan rombongan di sambut Bupati Pesisir Selatan H.Hendrajoni, Dandim 0311 Pessel. Beserta pihak terkait di Pemkab Pessel.

Kasiops Basarnas Padang,  Abdul Rahman menerangkan bahwa pada hari kelima pencarian bersama regu penyelam Basarnas Provinsi Sumbar melakukan penyelaman,  karena informasi dari pihak pemilik kapal Restu Ibu atas nama Si Al.

“Maka, untuk memastikan hal itu maka kita turunkan dua anggota penyelam,” kata Abdul.

Dan berdasarkan hasil anggota yang melakukan penyelaman di dasar laut 7 meter, sudah tidak ada lagi bentuk kapalnya, body kapal tidak ada kapal, papan nama kapal tidak ada. Yang ada hanya kerangkanya.

“Belum ada ditemukan tanda-tanda baru,”ujarnya.

Sementara itu Randi pemilik Kapal Restu Ibu yang ikut dalam rombongan penyelam Basarnas, jika ciri – ciri sayap kapal berwarna orange dan biru. Dan, apa disampaikan anggota penyelam jika kapal tersebut adalah kapal Restu Ibu.

Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni turun ke lokasi menuturkan jika, tim gabungan saat ini memfoskuskan pencarian terhadap korban.

“Kita apresiasi seluruh tim gabungan, apalagi dari Muko – Muko dan Bengkulu ikut gabung melakukan pencarian,”ujar Hendrajoni.

Hendrajoni mengingatkan pada nelayan, serta pemilik kapal agar menyiapkan pelampung ( rompi pelampung). Jadi pakai rompi pelampung jika ingin melaut, hal itu untuk mengantisipasi segala kemungkinan bisa terjadi.

“Waspadai anomali cuaca tidak menentu, maka dihimbau nelayan agar selalu waspada,”ujar Bupati Pessel.

Kepala BPBD Provinsi Sumatera Barat, Rusmainur, mengatakan Pemerintah Provinsi Sumbar dan Kabupaten Pesisir Selatan serius dalam pencarian 11 orang nelayan. Hingga kini tim gabungan terus melakukan pencarian.

“Kita bersama tim gabungan akan tetap berusaha semaksimal dan seoptimal mungkin,”ujarnya.

Nantinya penyisiran akan diperlebar 30 meter ke arah selatan dan 30 meter ke arah utara. Pada masyarakat, serta para nelayan jika menemukan sesuatu atau pun hal lain dihimbau untuk segera melakukan koordinasi denga pos SAR di Air Haji. untuk dilakukan tindak lanjut secepatnya.(prtmn)