Lima Klaster Yang Dipersiapkan Padang Pariaman Wujudkan Kabupaten Layak Anak

oleh -233 views
oleh
233 views
Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur, S.E.,M.M. mengikuti Verifikasi Lapangan Hybrid (VLH) Evaluasi Kabupaten Layak Anak 2021, Jumat (5/6/21).(doc/ril)

Padang Pariaman-Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur, S.E.,M.M. mengikuti Verifikasi Lapangan Hybrid (VLH) Evaluasi Kabupaten Layak Anak 2021 pada Jumat(04/06) di Ruangan Bupati Padang Pariaman

Untuk menjadikan Kabupaten Layak Anak, Pemkab Padang Pariaman memiliki lima klaster yaitu hak sipil dan kebebasan untuk membuat beberapa inovasi oleh masing-masing dinas dan saling bersinergi, seperti Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil yang menciptakan inovasi ALPABETA (Anak Lahir Pulang Bersama Akta) .

“Untuk klaster satu ini kami juga bermitra dengan Kakankemenag terkait mengatasi perkawinan dini dengan melakukan bimbingan perkawinan. Perkawinan dini akan menyebabkan banyaknya perceraian,kekerasan dan kematian ibu hamil oleh karenanya terus dilakukan sosialiasi agar para kaum muda mengerti akan pengaruh perkawinan dini,”terangnya

Klaster kedua yaitu lingkungan keluarga dan pengasuh alternatif. Ini diprakarsai oleh DinsosP3A, menangani anak yang membutuhkan perlindungan khusus dengan melahirkan inovasi Lapau Emak (Layanan Pengaduan Kekerasan Perempuan dan Anak) untuk mendapatkan kemudahan informasi tentang pengaduan kekerasan terhadap ibu dan anak dimana juga mendapatkan pelayanana antar jemput korban kekerasan.

“Pada klaster dua ini kita juga bermitra dengan Baznas yakninya dengan memberikan bantuan rumah tidak layak huni sehingga bisa bersinergi antar lembaga yang menangani terutama bagi OPD yang menjadi leading sektor,juga melibatkan pekerja sosial terutama pada psikologi dan APH

Dinkes melakukan sosialisasi gerakan nikah sehat (Gernispapa) dan sudah berjalan dan bisa dimanfaatkan gerakan ini bertujuan untuk memeriksa kesehatan calon pengantin guna mendekteksi kesehatan masing-masing pasangan, pemerintah daerah selalu berkomitmen dan menkampanyekan agar menghentikan kekerasan anak.

“Klaster ketiga tentang kesehatan dasar dan kesejahteraan, program Padang Pariaman sehat dan Germas mampu menurunkan angka kematian dan meningkatkan status gizi balita yang berkolaborasi dengan TP-PKK terutama untuk pencegahan stunting serta agar balita menndapatkan makanan yg layak dan bergizi, sehingga dapat melahirkan bayi yang sehat dan generasi yang cerdas,”terangnya

Pendidikan dan pemanfaatan waktu luang untuk belajar budaya ini merupakan klaster keempat dimana Pemerintah Daerah mendukung penuh bakat dari anak-anak dengan berupaya melengkapi sarana dan prasarana yang dapat menunjang kreativitas anak-anak tersebut sehingga menjadi sebuah prestasi.

“Kegiatan pada pendidikan non formal juga tengah dikembangkan di Kabupaten Padang Pariaman contohnya Seperti gendang tasa di Nagari Kuraitaji Timur sebagai bentuk kreativitas anak dan juga menunjang untuk menyiapkan generasi penerus bangsa selain itu pada malam hari dengan batasan waktu juga mengadakan pelatihan pasambahan yang dilaksanakan dua kali seminggu
ini untuk melahirkan generasi yang paham dengan kata pasambahan yang dibutuhkan oleh setiap nagari dan masyakrakat. Untuk mengatsi pandemi covid-19,anak-anak dapat beraktivitas namun tetap menerapkan protokol kesehatan,”pungkasnya

Selain itu, Inspektorat dengan Dinas Pensidikan dan Kebudayaan juga melakukan sosialisasi anti korupsi kepada anak usia dini bertujuan agar anak-anak memahami bahwa korupsi itu tidak baik ini juga merupakan program dari Kajari

“Terkait pendidikan kami juga bekerjasama dengan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan dimana dinas ini menyediakan layanan perpustakaan keliling Padang Pariaman untuk meningkatkan minat baca para pelajar terlebih pada masa pandemi pembelajaran dilakukan secara daring juga menyediakan buku cerita sehingga anak-anak tersebut mendapatkan cerita yg positif dari buku yang ada ini juga didukung dengan diadakannya perlombaan cerita anak yang juga bekerjasama dengan TP-PKK. Selain itu dalam menciptakan hafiz alquran Pemerintah Daerah Padang Pariaman juga menciptakan inovasi gebu pafa dimana ini juga salah satu program yang bekerjasama dengan perguruan tinggi dimana para hafiz yang hafal alquran dapat diterima di perguruan tinggi terkemuka tanpa tes,”sambungnya

Klaster kelima, perlindungan khusus dimana unsur forkopimda sangat mendukung penuh upaya pencegahan penyediaan layanan penguatan dan pengembangan lembaga yang berkontribusi aktif terhadap anak yang memerlukan perlindungan khusus,ini juga tidak terlepas dari peran Kajari ini juga wujud dalam mendukung Kabupaten Padang Pariaman menunun Kabupaten Layak Anak.

Pada akhir kesempatan bupati berharap dengan adanya evaluasi ini dan telah diciptakan upaya-upaya yang dipenuhi dengan lima klaster tersebut semoga Padang Pariaman dapat menjadi Kabupaten Layak Anak.(ril.biro-pdg.prm)