Lintau Buo Porak-poranda Diterjang Banjir Bandang, Edriana: Jangan Biarkan Bangkit Sendiri, Ayo Bantu

oleh
Jembatan Lubuk Pau Tepi Selo Lintau bisa dilewati kembali, warga korban banjir berterima kasih kepada Edriana Noerdin SH MA, Rabu 17/10 (foto: mce)

Padang,— 11 Oktober lalu berita duka menyeruak sanubari kemanusiaan siapa saja, Tanjung Bonai, Lintau Buo, Tanah Datar diterjang banjir bandang.

Enam jiwa melayang, baru Rabu 17/10 tadi korban keenam ditemukan, belum lagi fasilitas publik dan areal persawahan warga terkena dampak luar biasa. Diterpa banjir bandang warga korban bencana terlihat linglung tak menyangka dampak banjir bandang tersebut.

Pasca bencana warga dan aparatur di daerah itu mulai ‘berteriak’ minta bantu supaya Lintau pulih secepatnya, satu jembatan penghubung di Lubuk Pau Tepi Selo hancur diterjang banjir.

“Kami coba hubungi Ibu Edriana, Allhamdulillah beliau langsung respon dan bantu biaya pembuatan jembatan darurat, kami warga gotong royong mengerjakannya, terima kasih bu Edriana,”ujar seorang warga spontan saat asyik memasang papan buat lantai jembatan, Rabu 17/10.

Edriana Noerdin SH MA, mengaku tahu bencana saat di Jakarta. “Saya tahu di Jakarta, saya hubungi kerabat di Lintau, emang parah dampak banjir bandang kemarin itu. Pikiran saya satu, Lintau harus saya bantu, Lintau tidak akan saya biarkan bangkit sendiri, ayo bantu Lintau bangkit,”ujar Edriana dihubungi media center edriana (mce) Rabu malam.

Edriana pun tak indahkan kalau saat ini dia Calon Anggota Legislatif (Caleg) DPR RI nomor urut 3, Dapil Sumbar I dari Partai Gerindra untuk Pemilu 2019.

“Kalau soal musibah, prinsip ambo (saya) kesampingkanlah masalah pen-Caleg-an dulu, yang terpikir bagaimana bantu Lintau terutama kaum ibu dan anak-anak,” ujarnya.

“Saya pun bergerak menghubungi perantau Lintau di Jakarta untuk mengumpulkan donasi,”ujar Edriana yang dikalangan aktifis tidak asing lagi, karena selama ini anak Pandai Sikek itu konsen sebagai corong keseteraan gender dan termasuk pioner memperjuangkan 30 persen keterwakilan perempuan di pentas politik.

Dan Edriana mengaku sangat cepat merespon untuk bantu buat jembatan kembali, karena ini soal mobilitas warga.

“Kalau dibiarkan, nan tapikian dek ambo (yang terpikir bagi saya anak-anak ke sekolah tentu melewati sungai, sehingga tanpa pikir panjang saya siapkan diri bantu warga bikin jembatan kembali,” ujarnya.

Dari laporan warga Jembatan di Tepi Selo sudah 90 persen rampung, masyarakat bergotog royong mengerjakan jembatan yang kena banjir.

Alah¬†(sudah) bisa dilewati, dibantu ibu Edriana lewat tim relawannya bersama Bapak Ediarman,”ujar warga lain.

Edriana begitu tahu jembatan rampung, mengungkapkan rasa syukurnya. “Allhamdulillah jembatan sudah bisa dilalui kembali, dan itu sesuai harapan¬† masyarakat korban banjir. Dan syukur mobiltas warga sudah bisa kembali pulih,”ujarnya.(rilis: mce)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *