Lugas, Sekwan DPRD Sumbar Paparkan Keterbukaan Informasi Publik

oleh -15 views
Sekwan DPRD Sumbar Raflis, saat presentase Monev KI Anugerah Keterbukaan Publik, Kamis (25/11/21)

PADANG— Tanpa gamang, Sekwan DRPD buka bukaan dalam memaparkan pengelolaan informasi publik di lingkungan OPD yang dipimpinnya. Presentase tersebut dikemukakan dihadapan empat panelis, Khairul Jasmi, Asrinaldi, Arif Yumardi dan Adrian Tuswandi menuju Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2021, selain DPRD Sumbar ada tiga organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Sumbar yang hadir di The Premier Zuri Hotel, Kamis (25/11/21).

Sekwan DPRD Sumbar Raflis, yang termasuk birokrat senior di Penprov Sumbar mampu mengelaborasi pengelolaan informasi publik.

“Menciptakan sistem digital dalam pengelolaan informasi publik menjadi keniscayaan di DPRD Sumbar, tak ada masalah soal pengelolaan informasi publik di DPRD Sumbar,” ujar Raflis penuh keyakinan.

Sedangkan Khairul Jasmi dalam penggaliannya mempertanyakan resiko bagi badan publik membuka informasi publik dan juga menanyakan soal followers media sesual resmi badan publik.

Sedangkan Asrinaldi lebih menitik beratkan kapasitas SDM yang mengelola PPID, Arif mendalami soal mengelola counter isu yang mendiskriditkan badan publik.

Sementara Adrian Tuswandi lebih mengarahkan soal inovasi terkair permintaan informasi publik.

“Adakah yang bisa bapak ibu meyakinkan,  kami tentang manajemen informasi publik, sehingga badan publik bapak ibu tidak diragukan mendapatkan prediket informatif,” ujar Adrian.

Pertanyaan panelis yang merupakan ahli dibidang masing-masing tersebut, dijawab lugas dan tegas oleh Raflis, dengan mengatakan, tidak pernah gamang dan takut untuk terbuka, karena itu merupakan hak masyarakat untuk tau.

“Kami di DPRD Sumbar tidak pernah takut untuk terbuka, dan kami sudah menyiapkan ahli untuk hal tersebut, karena informasi itu milik semua orang, termasuk masyarakat,” tegas Raflis.

Dia juga menambahkan, berbagai program untuk keterbukaan sudah dilakukan DPRD Sumbar, dan paling mudah untuk meng-akses-nya.

“Kami sudah buat berbagai program yang bisa diakses kapan saja dan siapa saja, dalam setiap saat, karena itu penting untuk keterbukaan, baik dalam penggunaan anggaran maupun kegiatan lainnya yang berasal dari keuangan negara,” urainya lagi.

Dalam presentasi keterbukaan tersebut, Raflis tampak percaya diri dan tidak merasa cemas, karena apa yang disampaikannya memang kenyataan, bukan opini semata.(**)