Mahasiswa KKN Hidupkan Kembali Peran Dokter Kecil di Agam

oleh -138 views
Mahasiswa KKN UNAND rumpun kesehatan, latih Siswa SD di Agam jadi Dokter Kecil. (dok)

Oleh: Mahasiswa KKN UNAND

MAHASISWA KKN-PPM Unand 2022 di Nagari Lubuk adakan pelatihan dokter kecil di SDN 38 Surabayo 15 Agustus 2022 lalu.

Meski dilaksanakan pada siang hari seusai jam sekolah berakhir, kegiatan ini disambut hangat dan penuh semangat oleh para peserta dari kelas 3, 4 dan 5 yang sudah dipilih sebelumnya.

Pelatihan yang merupakan program kerja gabungan dari mahasiswa rumpun kesehatan yang menjalani KKN di Nagari Lubuk Basung ini melibatkan mahasiswa dari jurusan pendidikan dokter, pendidikan dokter gigi, ilmu keperawatan, dan farmasi. Dalam pelaksanaannya, mereka turut dibantu oleh rekan-rekan dari lintas jurusan lainnya.

Anak usia sekolah merupakan generasi muda yang menjadi aset utama bangsa. Mereka termasuk sasaran strategis dalam pembinaan kesehatan mengingat pentingnya penanaman perilaku baik sejak dini.

Jika tidak dikelola dengan baik, lingkungan sekolah sendiri bisa menjadi ancaman penularan berbagai macam penyakit. Salah satu pendekatan yang bisa dilakukan dalam meningkatkan taraf kesehatan di sekolah adalah dengan melibatkan partisipasi peserta didik sebagai penggerak secara langsung.

Sejalan dengan arahan dan bimbingan dari dosen Pembimbing Lapangan, Dr. Ns. Lili Fajria, S.Kep, M.Biomed, jadi latar belakang mahasiswa KKN (Kuliah Kerja Nyata) Universitas Andalas 2022 untuk mengangkatkan salah satu program kerja berupa pelatihan dokter kecil di SDN 38 Surabayo, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam.

Pelatihan sendiri mencakup 6 materi dan diiringi dengan praktik secara langsung. Pada materi pertama (Bahaya Bullying bagi Siswa) dan materi kedua (Pentingnya Konsumsi Tablet Tambah Darah bagi Siswi), peserta dibagi ke dalam dua kelompok dengan metode Focus Group Discussion.

Sementara pada materi selanjutnya, yaitu Pentingnya PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) di Lingkungan Sekolah, diberikan dalam bentuk presentasi kepada seluruh peserta, kemudian dilanjutkan dengan praktik cuci tangan yang baik dan benar sebagai salah satu indikator utama PHBS.

Materi selanjutnya juga berupa praktik dengan topik perawatan luka, di mana perwakilan peserta secara langsung diberi kesempatan untuk mempraktikkan cara merawat luka dengan alat-alat yang sudah disediakan sebelumnya.

Dilanjutkan dengan materi P3K (Pertolongan Pertama pada Kecelakaan), peserta juga diajak bermain peran dan diajarkan cara melakukan pertolongan pertama pada kecelakaan. Materi terakhir yaitu Pentingnya Menjaga Kesehatan Gigi dan ditutup dengan praktik gosok gigi yang dilaksanakan secara outdoor di halaman sekolah.

Kegiatan pelatihan dokter kecil ini dilaksanakan dengan antusias dan bersemangat oleh siswa-siswi SDN 38 Surabayo sampai penghujung acara.

Setiap peserta yang berani bertanya atau menjawab pertanyaan juga diberikan hadiah sehingga memicu partisipasi aktif dari peserta secara keseluruhan.

Meski terlaksana dalam waktu yang bisa dibilang singkat, harapannya program dokter kecil yang sudah diinisiasi ini bisa dilanjutkan dan para peserta didik dapat sadar akan pentingnya kesehatan dan kebersihan serta memiliki keterampilan dalam upaya pelayanan kesehatan yang sederhana.

Program ini juga mendapatkan respons positif dari pihak sekolah. Seperti yang disampaikan seorang guru, Zulfiasmi, harapannya ilmu yang sudah diberikan bisa bermanfaat bagi diri para peserta sendiri dan mereka juga dapat menolong teman-temannya jika terjadi kecelakaan kecil di sekolah.(analisa)

writer from:  Tesya Advin, Fakultas Kedokteran Universitas Andalas