Mahasiswa KKN UNAND ACTING di Nagari Duku Tarusan

oleh -225 views
Mahasiswa KKN UNAND di Duku gelar ACTING.

Penulis:  Radha Vestika Utama, Tiara Wulandari, Layli Muslihah, Bobby, Annisatulkhairat, Ramala Sundari, Nadhifah Salsabila

Mahasiswa KKN-PPM UNAND

MAHASISWA KKN-PPM Universitas Andalas  di Kenagarian Duku, Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan mengadakan penyuluhan mengenai stunting dan pelatihan pengukuran berat badan dan tinggi badan kepada seluruh kader Posyandu  di Kenagarian Duku.

Hebat lagi Mahasiswa KKN UNAND menamakan kegiatannya itu dengan ACTING yaitu Aksi Cegah Stunting, mahsiswa KKN itu menginisiasi oleh mahasiswa dan mahasiswi dari rumpun program studi ilmu kesehatan.

Kegiatan diadakan Sabtu, 6 Agustus 2022 di Kantor Wali Nagari Duku pukul 14.00 WIB sampai dengan selesai.

Berdasarkan data Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) tahun 2021, prevalensi stunting saat ini masih berada pada angka 24,4% atau 5,33 juta balita.

Prevalensi stunting ini telah mengalami penurunan dari tahun-tahun sebelumnya. Dari jutaan balita yang dinilai stunting di Indonesia, ternyata Kabupaten Pesisir Selatan khususnya Kenagarian Duku juga ikut andil memberikan sumbangan bagi persentase tersebut.

Dari survei yang diadakan oleh pihak pemerintahan Kenagarian Duku didapatkan bahwa banyaknya kesalahan pengukuran berat badan dan tinggi badan bayi serta balita oleh kader Posyandu sehingga data yang didapatkan di lapangan terdapat banyak kesalahan input sehingga menyebabkan Kenagarian Duku termasuk daerah dengan prevalensi stunting yang tinggi.

Hal ini didapatkan kesimpulan selain terdapat anak-anak yang tumbuh stunting, kesalahan pengukuran juga menyebabkan tingginya angka stunting menjadi tinggi di Kenagarian Duku.

Latar belakang inilah membuat mahasiswa/i KKN-PPM Universitas Andalas dari rumpun program studi ilmu kesehatan mengangkat kegiatan “ACTING.

Gunanya untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan kader posyandu. Kenagarian Duku dengan tujuan agar kader posyandu Kenagarian Duku lebih memahami lebih lanjut mengenai stunting dan cara pengukuran bayi dan balita yang baik dan benar sehingga angka stunting di Kenagarian Duku dapat menurun.

Kegiatan dimulai dari penyampaian materi pengenalan stunting, bagaimana stunting bisa terjadi, dampak dari stunting pada anak, hingga cara mencegah stunting. Kegiatan ditutup dengan mendemonstrasikan cara pengukuran berat badan serta pengukuran tinggi badan yang benar pada bayi dan balita.

Seluruh kader Posyandu yang hadir antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Hal ini terlihat pada saat demonstrasi dan pengulangan materi serta sesi tanya jawab yang meriah oleh peserta.(