Makamkan Antonius Secara Kenegaraan Penuh, Petugas Airnav Tewas

oleh -668 views
Gempa Donggala-Palu mendalam kesedihan dirasakann anak bangsa mendiami Indonesia.(foto: sabumivoulunter

Palu,—Gempa Bumi 7,4 Skala Righter disusul gelombang dahsyat tsunami menerjang Donggala dan Palu Sulawesi Tengah, senja Jumat kemarin.

Duka mencabik kembali, masih basah air mata ibu pertiwi negeri ataa tragedi gempa bumi Lombok, bencana kembali meninpa Sulawesi Tengah. Tapi setiap  tragedi bencana pasti ada kisah tragis nan heroik.

Bencana gempa Donggala- Palu juga mencatat kisah heroik dari petugas Airnav Bandara Mutiara Al Jufri Palu, Atonius Gunawan Agung, dia tewas setelah melepas-landaskan Batik Air saat gempa mengguncang dan merobohkan  menara air trafict control (ATC).

Dia tidak mengindahkan teriakan ornag memintanya turun, karena tugas melepas-landaskan Batik Air belum tuntas.

Antonius Gunawan Agung satu dari banyak kisah tragis nan heroik di tanah bencana Palu.

Tak heran Wakil Ketua Komisi Informasi Pusat Hendra J Kede meminta kepada pemerintah untuk memamakan Antonius secara kenegaraan.

Wakil Ketua KI Pusat Hendra J Kede

“Saya minta dan menghimbau agar pemerintah memberikan Pemakaman Kenegaraan penuh untuk Antonius Gunawan Agung dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan,”ujar Hendra J Kede, Sabtu 29/9 di Jakarta.

Tak hanya itu kisah heroik petugas Airnav itu viral diberbagai media sosial. Berjudul Patriot Bangsa Anthonius Gunawan Agung ditulis Birgaldo Sinaga, berikut tulisan utuhnya;

“Pilot Batik Air ID 6231.. Allowed to take off.. Copy”, ucap Agung dari menara ATC Bandara Mutiara Al Jufri, Palu.

“Copy. Crew attendant.. Air flight ready to take off”, ucap pilot
Capt. Ricosetta Mafella dari ruang kemudi.

Pesawat Batik Air itu mulai bergerak perlahan lalu melaju semakin kencang.

Brrakkk… Bummmm.. Brakkk… Bummm…

Tetiba gempa berkekuatan 7.7 skala richter diperbaiki menjadi 7,4 Skala Richter oleh BMKG, mengguncang Palu. Bandara Mutiara Al Jufri ikut terguncang. Puluhan orang berteriak ketakutan sambil menyelamatkan diri keluar dari dalam gedung bandara.

Petugas menara control bandara, Anthonius Gunawan Agung juga merasakan getaran gempa yang mengguncang menara air traffic controller.

Agung dalam posisi bertugas memandu pilot Batik Air untuk lepas landas dari landasan. Saat itu pukul 17.55 Wita. Saat gempa terjadi, pesawat masih bergerak kencang di landasan terbang. Pesawat belum terbang penuh. Roda pesawat masih tampak di badan pesawat. Belum menutup.

Sementara di bawah menara, banyak teman-teman Agung berteriak ada gempa. Mereka berteriak meminta Agung agar turun dari menara. Agung bergeming. Tugas harus dituntaskannya. Memastikan roda pesawat Batik Air masuk dalam badan pesawat.

“Safe flight Batik Air..Take care”, ucap Agung menutup komunikasinya dengan Pilot Batik Air yang sudah posisi aman mengudara.

Malang tak dapat ditolak mujur tak dapat diraih.

Brakk.. Brummm…

Menara ATC roboh. Agung terlambat menyelamatkan diri. Ia tewas dalam tugas mulia untuk memastikan semua penumpang dan pilot benar-benar sudah mengudara dengan aman. Ia menjadi patriot yang sungguh-sungguh mengemban tugas sepenuh tanggung jawab meski harus kehilangan nyawanya sendiri.

Kami menaruh hormat dan bangga padamu kawan..
Selamat jalan pahlawan.. kiranya Tuhan Yang Maha Kuasa menerima arwahmu dalam damai dan tenang.

Salam hormat

Birgaldo Sinaga

(own/kutip)