MALAMANG

oleh -484 views
Ibu-ibu di Nagari Cupak Kabupaten Solok selalu melestarikan tradisi Malamang. (foto: afrinaldi)
Ibu-ibu di Nagari Cupak Kabupaten Solok selalu melestarikan tradisi Malamang. (foto: afrinaldi)

Oleh :                                                     Afrinaldi Saputra.SE

”MALAMANG” – artinya memasak lemang. Lemang adalah penganan yang berasal dari bahan ketan, kemudian dimasukkan kedalam bambu yang sudah berlapis daun pisang muda.

Tradisi ini dapat ditemui hampir di seluruh wilayah Minangkabau baik di daerah darek (darat), seperti Solok, Bukitinggi, Payakumbuh, maupun di daerah pesisir pantai ; Padang, Pariaman dan Painan. Entah siapa yang mengawali, ternyata lemang ini bisa juga kita temui di negara Semenanjung jenis penganan ini.

Di Ranah Minang – tradisi Malamang ini, biasanya dilakukan secara bergotong royong, tidak dilakukan oleh pribadi untuk kepentingan pribadi, melainkan sebagai bagian dari kebiasaan yang dilakukan secara bersama oleh sekelompok masyarakat atau kerabat. Praktek pelaksanaan tradisi malamang ini, dilaksanakan untuk kepentingan tertentu, yaitu :

* Beberapa hari menjelang datangnya bulan Ramadhan.

* Pada hari kedua belas Rabi’ul Awam sebagai menu pada Acara Maulud Nabi,

* Pada saat acara perhelatan /acara selamatan.

Lemang–lemang yang dibuat untuk kepentingan acara diatas, dihidangkan kepada tamu (atau siapa saja) yang datang pada kegiatan itu.

Ada yang menghidangkannya pada saat menerima tamu yang berkunjung untuk silaturahmi untuk menyambut datangnya Ramadhan sebagai event yang penting dalam acara saling bermaaf -maafan, termasuk pada saat Hari Raya.

Bisa juga dihidangkan ketika sebuah keluarga mengundang warga untuk membaca doa selamat/perhelatan. Tingkat penghidangan lemang sebagai menu kudapan dianggap sebagai bentuk penghormatan terhadap tamu–seperti halnya rendang sebagai menu utama dalam ragam menu hidangan.

Cara memasaknya :

Ketan yang sudah direndam dengan santan, dimasukkan kedalam bambu yang tahan pembakaran api. Bersihkan daun pisang yang sudah dilayukan. Fungsi daun pisang sebagai lapisan dalam bambu seruas yang telah dipersiapkan, selanjutnya dimasukan beras ketan yang sudah diaduk dengan santan kental serta garam.

Bambu dibakar dalam waktu tertentu, hingga ketan yang ada didalam bambu itu akan masak itu.

Yang sulit itu, mematok takaran santan dengan garam serta beras ketan pada satu ruas bambu itu. Begitu pula dengan pengapiannya. Takaran ketan yang dimasukkan kedalam bambu memerlukan keahlian dan keterampilan, agar ketan itu tidak menjadi terlalu lembek atau malahan kekurangan santan.

Meskipun lemang dihidangkan sebagai menu kudapan–bukan sebagai menu utama, namun lemang ini akan terasa nikmat bila ditemani tapai ketan hitam. Bahkan ada yang memakannya bersama rendang.

Tradisi malamang ini juga bisa kita lihat di nlNagari Cupak, misalnya pada acara baralek maulud nabi dan lain sebagainya, di Nagari Cupak memang sangat terlihat rasa kebersamaan bagi para ibu ibu disaat melaksanakan kegiatan malamang ini, rasa saling tolong menolong dan kerja sama sampai lamang ini benar-benar matang dan siap untuk di sajikan.(***)