Manajemen Kinerja Perangkat Nagari di Kabupaten Solsel Harus Disiplin

oleh -28 views
Aplikasi SIKAP jawaban Pemkab Solsel. meningkatkan disiplin perangkat Pemerintah Nagari. (kampai)

Padang Aro – Pemerintah Kabupaten Solok Selatan terus berupaya untuk melakukan digitalisasi di berbagai layanan pemerintahan.

Upaya digitalisasi ditujukan mulai dari upaya peningkatan kedisiplinan hingga tertatanya data-data yang ada di pemerintahan hingga bisa terwujud satu data Solok Selatan.

Kali ini, untuk memastikan kedisiplinan, Pemkab tengah menyediakan aplikasi untuk memantau kinerja dari perangkat nagari. Aplikasi yang sedang disediakan ini bernama Sistem Informasi Kinerja Aparatur Pemerintahan Nagari alias SIKAP Nagari.

Sekretaris Daerah Kabupaten Solok Selatan Dr. Syamsurizaldi mengatakan ini merupakan bentuk inovasi untuk memantau manajemen kinerja perangkat nagari. Sebab, saat ini nagari menjadi pemerintahan terdepan di bawah kepemimpinan pemerintah Solok Selatan.

“Kami melihat agak miris dengan disiplin, kinerja, dan loyalitas perangkat nagari. Sebab tidak mungkin perangkat nagari itu tidak disiplin karena mereka pemerintahan terdepan. Jadi perlu kontrol seperti di Pemkab,” kata Syamsurizaldi saat membuka rapat, di Kantor Bupati Solok Selatan, Jumat 7/10-2022.

Pemerintah menargetkan aplikasi ini bisa digunakan dalam waktu dekat dengan masa percobaan selama dua bulan.

Pembuatan aplikasi ini dilakukan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) dengan masukan-masukan yang diberikan dari pihak kecamatan yang berhubungan langsung dengan nagari. Selain itu, juga butuh dukungan jika ada dari regulasi yang diperlukan.

“Kedepan aplikasi ini dicoba rancang oleh Diskominfo untuk diterapkan. Oleh karena itu butuh masukan evidence base tentang disiplin perangkat nagari. Termasuk dengan kaitan regulasi apakah butuh peraturan tentang disiplin aparatur nagari,” terangnya.

Selain mengenai SIKAP Nagari, pemerintah juga terus mendorong pemanfaatan aplikasi dasawisma online di kecamatan, bernama Simsalabim. Sejak duluncurkan pada Januari lalu, tingkat kepatuhan pemerintah kecamatan diniai masih rendah, padahal sudah disepakati bahwa aplikasi ini akan menjadi sumber data utama untuk bisa mencapai Satu Data Solok Selatan.

“Oleh karena itu aplikasi ini saya minta tolong berbagi informasi dan memberi masukan kira-kira apa kendala di lapangan sehingga progresnya lambat,” tegasnya.

Pemerintah akan mulai melakukan penilaian dan berkomitmen untuk memberikan apresiasi kepada kecamatan yang disiplin dalam menggunakan aplikasi ini. (kampai)