Mantan Menteri Masuk Radar Pilkada Sumbar

oleh

Oleh :                                                             Isa Kurniawan                         Koordinator Komunitas Pemerhati.   Sumbar (Kapas)

PEMILIHAN Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar memang masih 2 tahun lagi, tapi saat ini di “carito lapau” telah beredar nama-nama yang berpotensi maju di perhelatan demokrasi rencananya digelar pada pertengahan tahun 2020.

Nama-nama itu, sekarang ada yang sedang menjabat sebagai wakil gubernur, kepala daerah di kabupaten / kota, Anggota DPR dan DPD RI, pejabat negara / daerah, pengusaha dan beberapa mantan menteri.

Yang menarik itu beredarnya nama mantan menteri sebagai kandidat. Sukses mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan di DKI Jakarta telah menginspirasi beberapa mantan menteri lainnya untuk bertarung di tingkat provinsi di Pilkada 2018 kemarin, seperti Sudirman Said (mantan Menteri ESDM) dan Khofifah Indar Parawansa (mantan Menteri Sosial). Tapi Sudirman belum seberuntung Anies dan Khofifah yang berhasil memenangkan pertarungan. Khofifah terpilih menjadi Gubernur Jatim ke depan.

2020 merupakan akhir dari era kepemimpinan Gubernur Irwan Prayitno di periode keduanya, dan tidak bisa mencalon lagi. Jadi Pilkada Sumbar 2020 terbuka lebar peluangnya bagi siapa saja yang berminat untuk ikut, termasuk mantan menteri. Beberapa tokoh Minang yang mantan menteri itu tersebut nama Andrinof Achir Chaniago (mantan Menteri PPK / Kepala Bappenas), Tifatul Sembiring (mantan Menteri Kominfo), Fasli Jalal (mantan Wakil Menteri Pendidikan Nasional / mantan Kepala BKKBN) dan Musliar Kasim (mantan Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan / mantan Rektor Unand). Kemudian nama Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar berhembus kencang pula dalam pusaran angin Pilkada itu.

Bagi mereka di atas untuk bertarung di Pilkada Sumbar 2020 tidak lah susah. Mereka secara sumber daya punya dan mendapatkan kendaraan partai politik rasanya tidak begitu susah-susah amat karena yang menentukan adalah petinggi partai di tingkat pusat. Andrinof sekarang menjabat sebagai Komisaris Utama BRI, Tifatul, Anggota DPR RI dari PKS, Fasli Jalal menjadi Guru Besar di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dan Musliar Kasim menjabat Rektor Universitas Baiturrahmah – Padang.

Mereka ini telah berkarya / berkontribusi untuk Sumbar, Andrinof dengan kawasan Mandeh, Tifatul dengan “Janjang Saribu” di Koto Gadang – Ngarai Sianok Bukittinggi, Fasli Jalal di bidang kesehatan dan dunia pendidikan tinggi seperti pengembangan Universitas Dharma Andalas dan Musliar Kasim di dunia pendidikan tinggi Sumbar.

Andrinof itu kelahiran Padang di mana rumah orangtuanya di Mata Air Kota Padang, Tifatul Sembiring walaupun ada marga Batak dari bapaknya, tapi ibunya berasal dari Guguak Tabek Sarojo Kabupaten Agam, dan di kampungnya itu ia menjadi datuk bagi anak dan kemenakannya. Sementara Fasli Jalal yang juga mantan Ketua Umum Ikatan Alumni Unand itu berasal dari Lintau Kabupaten Tanah Datar, begitu juga Musliar Kasim berasal dari Padang Gantiang Tanah Datar. Kalau Arcandra Tahar rumah orangtuanya di Tabing Kota Padang, pernah bersekolah di SD Angkasa, SMP 13 Tabing dan SMA 2 Padang, sebelum melanjutkan kuliah ke ITB Bandung.

Sepertinya Pilkada Sumbar 2020 akan semakin menarik. Kalau memang mereka yang telah menjadi tokoh nasional itu berencana ikut bertarung maka ini warning bagi tokoh-tokoh daerah yang berhasrat mengadu untung pula, agar berbenah dari sekarang.(analisa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *