Membaca adalah Kunci

oleh -71 views

Oleh: Abdul Jamil Al Rasyid Mahasiswa Sastra Minangkabau FIB Unand

MEMBACA adalah kunci. Membaca adalah sebuah proses untuk mendapatkan sesuatu, baik yang memberikan dampak bagi seorang maupun tidak. Membaca juga merupakan suatu proses untuk menambah pengetahuan dari seseorang agar mendapatkan pesan yang ditulisakan oleh penulis melalui karya-karya dari penulis tersebut.

Membaca tentu memiliki manfaat tersendiri bagi si pembaca karena secara tidak langsung membaca juga memiliki efek tersendiri bagi si pembaca terhadap apa yang dia baca.

Kunci merupakan alat yang digunakan untuk membuka sesuatu. Hubungan kunci dengan membaca di sini yaitu apabila kita membaca sesuatu (ilmu) maka ilmu itu akan terbuka dengan tersendiri. Di dalam satu artikel, buku, cerita, dan lain-lain tentu memiliki banyak faedah-faedah tersendiri. Makanya kunci dari ilmu adalah membaca karena dengan membaca kita tentu bisa mencari jalan keluar serta pemahaman-pemahaman dari apa yang kita baca.

Di dalam agama Islam kita tentu dianjurkan untuk membaca karena ayat yang pertama turun dalam Al Qur’an tentunya adalah surat Al-Alaq 1-5 yaitu Iqra’ yang mempunyai arti bacalah. Karena hal ini kita tentunya hal yang pertama kali kita lakukan adalah membaca, tentu membaca harus dibarengi dengan bacaan-bacaan misalnya buku, tulisan dan lain sebagainya.

Kita hidup sehari-hari tentu tidak lepas dari membaca, misalnya kita membuka gadget kita tentu kita disuguhkan dengan bacaan-bacaan. Hal tersebut tentu memiliki aspek negatif dan positif tergantung dari bacaan yang kita baca. Misalnya kita membuka aplikasi Facebook, tentu kita perlu membaca, apabila kita tidak bisa membaca tentu kita tidak tahu apa yang dimaksud dalam bacaaan itu.

Dalam kehidupan sehari-hari sekecil apapun tulisan, status seseorang misalnya tentu memiliki makna tersendiri yang dikandung didalamnya. Misalnya kita melihat status seseorang tentu kita baca makanya kita tentu mengetahui isi hati dari seseorang tersebut, karena hal ini membaca adalah sebuah kunci untuk mencari suatu pengetahuan, baik pengetahuan bidang agama, serta pengetahuan umum lainnya.

Membaca tentu tidak membaca tulisan saja, membaca itu terbagi menjadi dua macam yang pertama membaca yang tersurat yaitu membaca yang ada bahan bacaannya. Maksudnya membaca yang ada tulisan atau ada bahan yang bisa dibaca, misalnya buku, artikel, cerpen, dan lain-lain.

Membaca tersurat ini tentu memiliki manfaat yang banyak, apabila kita mengamalkan satu bacaan maka kita akan mendapatkan ilmunya, karena didalam sebuah tulisan tentu memiliki makna masing-masing.

Membaca yang kedua yaitu membaca yang tersirat, membaca adalah membaca yang tidak ada ditulisakan ke dalam sebuah buku atau hal lainnya. Membaca yang tersurat ini lebih identik dengan pengamatan dan pemahaman.

Membaca yang tersirat tentu memiliki pengetahuan dan pemahaman yang lebih terhadap sesuatu. Contoh dari membaca yang tersirat adalah membaca sifat seseorang, kita perlu memahami karakter seseorang, tentu membaca seperti ini tidak bisa dilakukan tanpa pengalaman dan pengetahuan yang lebih karena membaca seperti ini sulit untuk dilakukan.

Semua hal diatas tentunya digunakan untuk mendapat pengetahuan serta ilmu yang bermanfaat, baik membaca yang tersurat maupun tersirat tentu membaca memiliki manfaat tersendiri. Kita hidup diatas dunia tentu tidak lepas dari membaca. Semua pengetahhan tentu didahului dengan membaca.

Makanya membaca sangat penting untuk dilakukan, karena tanpa membaca tentu kita tidak memiliki pengetahuan yang lebih.
Orang yang rajin membaca akan mendapatkan manfaat yang banyak dan pengetahuan-pengetahuan baru yang tidak orang lain ketahui.

Begini, seseorang yang rajin membaca akan lebih maju satu langkah dibandingkan dengan orang yang malas membaca. Tentu hal ini membuat kita bertanya-tanya, kita tentu tidak dipaksa lagi untuk membaca, mulailah membaca itu dari hati kita.(analisa)

 

Penulis adalah Abdul Jamil Al Rasyid Mahasiswa Sastra Minangkabau FIB Unand angkatan 2019 berdomisili di Padang Pariaman Santri Pondok Pesantren Madinatul Ilmi Nurul Ikhlas Patamuan Tandikek