Membanggakan… Unand Peringkat 13 Indonesia QS World University Rangkings

oleh -118 views
Kerenn choy, Unand raih peringkat 13 nasional penilaian QS World University dirilis Dirjen Dikti, Jumat 11/6-2021. (foto: dok)

Padang,— Hebat, pasti membanggakan seluruh insan almamater di Kampus rancak Limau Manis Padang Sumatera Barat.

Apa itu, pokoknya membanggakan kaliii… saat Pemeringkatan QS World University Tahun 2022 dirilis akun instagram Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.

Waooo dari puluhan Universitas Negeri di seluruh Republik Indonesja Universitas Andalas (Unand) bertenggger pada peringkat 13 dari 16 universitas atau perguruan tinggi Indonesia yang masuk daftar pemeringkatan universitas di dunia tersebut. Dan diperingkat Unand berada di 1201+.

Rektor Universitas Andalas Prof. Yuliandri sangat mengapresiasi pencapaian terbaik yang diraih Universitas Andalas.

“Allhamdulillah, dan yang paling fundamental dari pencapaian ini adalah Universitas Andalas harus selalu tumbuh dan berkembang menjadi universitas yang selalu melakukan inovasi dan kolaborasi dalam upaya meningkatkan mutu dan relevansi pendidikan tinggi secara berkelanjutan untuk menghasilkan lulusan Universitas Andalas yang unggul, kompetitif, berdaya saing, berkarakter, bermartabat, dan berbudaya, “ujar Prof Yuliandri menyikapi peringkat 13 nasional dan 1021 dunia diraih Unand, Jumat 11/6-2021.

QS World University Rankings menggunakan enam indikator untuk melakukan pemeringkatan perguruan tinggi terbaik di seluruh dunia, meliputi Academic Reputation, Employer Reputation, Citations per Faculty, Faculty Student Ratio, International Faculty, International Students.

Rektor Prof. Yuliandri menyampaikan terimakasih kepada semua pemangku kepentingan Universitas Andalas, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, organisasi mitra, dan insan pers yang telah memberikan kontribusi dan sumbangsih terhadap pencapaian Universitas Andalas tersebut.

“Terima kasih terhadap seluruh warga Unand atas dedikasi dan loyalitas akademiknya sehingga Unand berada di peringkat 13 Indonesia, ” ujar Prof Yuliandri. (rilis: rek3)